Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Sinis


__ADS_3

Hari sudah mulai berganti Senin. Dimana, semua aktifitas akan berjalan seperti biasa nya.


Pagi ini, dengan semangat baru dan senyum yang tercetak di wajah cantik Niken, Niken bersiap berangkat ke kantor.


Padahal biasa nya ia malas berangkat ke kantor, karena pasti bertemu bos nya yang playboy itu.


Tapi sekarang, entah kenapa Niken dan beni menjadi lebih dekat lagi.


Seperti pagi ini, beni menjemput Niken untuk ke kantor bersama.


Niken memang sudah janjian semalam via chat WhatsApp.


"Assalamualaikum". ucap seseorang di depan rumah.


"Waalaikumsalam". ucap mama Niken dari dapur, karena sedang sarapan dengan Niken.


"Aku udah selesai sarapan mah, Niken berangkat yaa". Niken meraih tangan mama nya lalu d antar ke depan karena akan berangkat kerja.


ceklek


Pintu di buka mama nya Niken, dan di depan sudah berdiri Beni dengan pakaian kantor nya.


Walaupun hanya kemeja dan celana bahan serta sepatu pantofel, namun tak mengurangi kadar ketampanan beni sendiri.


"Eh nak beni. Mau jemput Niken yaa?". ucap mama Niken


"Hehe iyaa tante, biar hemat ongkos yaa Ken".


"Ngarang aja, tapi bener juga sih. Yaudah ma, kita berangkat dulu yaa. Assalamualaikum ". Niken dan beni pun pamit pada mama nya Niken.


Mama menunggu sampai mobil Niken tidak terlihat lagi, baru setelah itu masuk ke rumah.


"Alhamdulillah Niken sudah mau dekat dengan pria. Semoga di dekatkan jodoh nya. Aamiin". ucap mama sebagai doa.


Mama Niken sangat senang melihat perubahan anak nya yang tidak anti lagi berdekatan dengan lelaki.


Mama mengerti trauma Niken melihat kedua orang tua nya berpisah karena kehadiran orang ketiga di rumah tangga orang tua nya.


Setiap hari hanya ada keributan di rumah Niken.


Sampai akhirnya papa nya mengajak orang ketiga itu ke rumah mereka yang membuat mama Niken sangat murka dan terjadi lagi keributan besar.


Saat itu Niken ikut serta membantu mama nya melawan papa dan perempuan tidak tau malu itu.

__ADS_1


Niken yang saat itu masih sekolah ikut memberikan peringatan kepada perempuan yang sudah berani mengusik kenyamanan dan keharmonisan keluarga nya.


Niken dorong perempuan itu sampai terjatuh, lalu duduk di atas nya dan menarik rambut dengan kuat. Perempuan itu menjerit, semakin menjerit semakin semangat Niken mengh*bisi perempuan penggoda itu.


Papa nya mendengar kekasih nya itu menjerit segera menghampiri Niken dan mendorong Niken sampai membentur cermin.


Cermin itu pun hancur dan melukai tubuh Niken.


Niken menatap tajam papa nya sendiri dan kekasih nya.


Tatapan penuh kebencian dan penuh kemarahan.


Flashback On


"Kamu jangan coba melawan papa Niken. Hormati Tante Nurul. Dia akan menjadi mama kamu juga, mengerti!!" ucap papa Niken setelah mendorong Niken sampai terluka namun malah tetap membela kekasih gelap nya itu.


"Apa anda bilang? hormati ya? baiklah".


Niken mendekati Nurul kekasih papa nya itu sambil menggenggam p*cahan kaca di tangan nya.


ssssrrreeettt


Niken mengayunkan tangan nya tadi ke wajah Nurul sampai wanita itu berteriak histeris.


"Niken!! kamu?" papa hendak menampar anak nya namun di cegah oleh om nya Niken. Mama nya Niken segera menelepon adik ipar nya yaitu adik dari papa nya Niken untuk segera datang melerai Niken dan papa nya.


"Kamu jangan gila mas mau menganiaya anak sendiri demi perempuan gak jelas ini. Kan mama sudah melarang kau terima dia. Dan kau Nurul, benar benar tidak tau terima kasih sudah di urus keluarga kami, kau malah merusak rumah tangga mas ku. Apa mau mu sebenarnya hah? tinggalkan mas ku segera atau kau akan menyesal". bentak om Doni pada kedua manusia pengkhianat itu".


"*Kamu jangan coba ikut campur urusan mas, Doni. Jangan pernah membentak Nurul. Aku sudah memutuskan untuk hidup bersama nya. Jadi jangan pernah mengusik ku lagi. Aku akan tetap memberikan kalian uang setiap bulan dan tidak akan berubah nominal nya. Papa akan naikkan uang saku mu Niken, tapi berjanjilah untuk menerima Tante Nurul sebagai mama mu juga". ucapan papa nya membuat Niken tergelak.


"Hah? apa? mama? hahaha,, ciiihh. Seumur hidup Niken tidak akan mengakui nya. Papa jahat. Papa tidak sayang dengan keluarga. Pergilah, jangan pernah kembali lagi!!". ucap Niken dengan derai air mata mengalir di wajah nya.


"Sudah lah mas, kau tak perlu memberikan mereka uang. Untuk apa coba?". ujar Nurul


"Diam kau parasit!!". bentak om Doni.


"Aku yang tidak akan tinggal diam jika itu terjadi. Niken masih tanggung jawab mu. Sebelum dia menikah, dia masih tanggungan mu Dimas". Om Doni sudah enggan memanggil kakak nya dengan sebutan mas.


"Sudah lah mas. Kita pisah. Urus perpisahan kita. Pergilah. Aku mengikhlaskan mu, dari pada aku mempertahankan kamu tapi aku mati perlahan". ucap mama Niken lesu karena rumah tangga nya sudah di ujung tanduk.


"Maaf kan aku. Tapi aku akan tetap memberikan kalian uang. Aku pamit, niken maafkan papa, tolong jangan membenci papa. Papa pamit".


Niken tak menjawab dan tak melihat papa nya pergi.

__ADS_1


Sangat hancur hati Niken dan mama nya*.


Flashback off


Mengingat itu mama Niken sangat sedih dan tidak terasa menetes kan air mata.


"Loh, mama kenapa?" tanya Niken yang tiba tiba balik lagi.


"Loh kok kamu balik lagi?". tanya mama Niken


"Laptop ku ketinggalan ma". Niken segera masuk dan mengambil laptop nya lalu segera keluar lagi.


"Mama kenapa? apa Niken buat salah?". tanya Niken memegang tangan mama nya.


"Tidak sayang, mama hanya bahagia kamu sudah mau dekat dengan lelaki. Mama berdoa semoga kamu mendapatkan kebahagiaan dengan beni. Nak beni anak yang baik dan berbakti kepada orang tua nya".


Beni mendengar ucapan mama Niken senyum senyum sendiri jadi nya.


"Mama jangan terlalu memikirkan Niken. Sudah yaa Niken sudah terlambat nih ma. Dah mama".


Niken pergi lagi.


Beni menjalankan mobil nya dengan cepat karena sebentar lagi jam masuk kantor.


Secepat kilat mereka berdua sudah sampai.


Pas sekali waktu nya.


"Wah Lo hebat Ben. Kayak pebalap aja nyetir nya. Keren, kita gak jadi terlambat deh". ucap Niken


"Yaudah yuk masuk". beni merangkul pinggang Niken dan semua staf melihat kemesraan kedua nya.


Padahal kedua nya belum meresmikan hubungan mereka, tapi dari sikap mereka satu sama lain sudah menunjukkan ketertarikan.


Tidak hanya para staf, sang CEO juga turut melihat adegan mesra itu. Membuat darah nya mendidih di ubun ubun.


"Ehheemm". agham berdehem membuyarkan keharmonisan kedua nya.


"Pagi pak. Saya masuk ruangan dulu". Niken melesat ke dalam ruangan nya. Sedangkan beni tersenyum ke bos nya itu.


"Pagi pak, saya juga mau ke ruangan saya. Permisi".


Tanpa menjawab ucapan beni, agham berjalan saja meninggalkan beni yang terheran-heran.

__ADS_1


__ADS_2