
Di sela makan, Romi bertanya.
"Kamu kenal dengan kekasih saya?". tanya Romi membuat agham dan Niken berhenti mengunyah sejenak.
"Maksud bapak, bunga?". tanya Niken lagi
"Yaa iya. Kan kita sedang membahas dia tadi". ucap Romi.
"Jadi bunga, pacar nya pak Romi?" tanya Niken lagi
"Yaa begitu. Kami sedang merencanakan ke jenjang yang lebih serius lagi Niken". jelas Romi
"Wah, selamat kalau begitu ya pak Romi. Saya doakan lancar. Jangan lupa undang saya menjadi Bridesmaids kalian yaa. hehehe".
"Itu gampang lah Ken. Oh ya tadi kamu ngobrol apa dengan bunga?".
"iihh pak Romi kepo sekali yaa. Pingin tau obrolan cewek".
"Yaa kali saja kalian ngomongin saya".
"Jangan terlalu percaya diri pak. Setelah ini saya akan mengantar bunga ke dokter dulu, baru setelah itu pulang". ujar Niken
Agham dan Denis hanya menyimak saja obrolan mereka berdua.
Agham enggan bertanya tanya tentang bunga ke Niken. Takut niken nanti salah paham.
"Jadi kamu bujuk dia mau? wah saya dari kemarin ajak dia ke dokter tapi selalu bilang tidak usah. Hebat juga kamu ya Niken". ujar Romi.
"Ah saya kan sahabat nya pak. Mungkin bunga tidak mau merepotkan pak Romi karena pak Romi kan sibuk".
"Iyaa kamu benar juga. Ya sudah, saya titip calon istri saya yaa".
"Siap pak".
"ehheemm". deheman agham membuyarkan obrolan mereka.
"Saya sudah selesai, saya pamit duluan ya Rom. Terima kasih atas jamuan nya nih, jadi enak". seloroh agham
"Haha, santai saja gham. Kaya sama siapa saja". ucap Romi
"Kamu pulang bareng saya atau gimana?" tanya agham ke Niken
"Oh, saya sendiri saja pak. Saya mau antar nona bunga ke dokter ". ujar Niken
__ADS_1
"Ya sudah, kamu hati hati nanti yaa. Persiapkan diri kamu untuk keluar kota. Kita akan sibuk di sana, jaga kesehatan. Saya pamit ". ucap agham
"Saya antar gham". ujar Romi
"Jangan, tidak perlu Rom. Permisi". agham berburu buru meninggalkan mereka.
"Baiklah, hati hati gham". ucap Romi.
"Denis, kalau kamu mau bungkus sesuatu pesan saja. Kalau mau pulang tidak perlu menunggu saya. Nanti saya sendiri saja kembali ke kantor nya". sambung Romi lagi
"Baik bos, siap". jawab Denis
"Mas Denis saya permisi, mari". Niken mengikuti Romi ke ruangan bunga.
Sedangkan Denis terlihat tengah memesan makanan untuk di bawa pulang.
Denis adalah seorang lelaki yang berasal dari panti asuhan yang di naungi oleh orang tua Romi.
Denis sosok lelaki yang sangat loyal dan bertanggung jawab atas tugas nya.
Romi mengerti jika saat waktu senggang seperti ini, pasti Denis akan mampir ke panti asuhan itu untuk menemui ibu asuh nya serta adik adik nya di sana.
Makanan yang Denis pesan, untuk di bawa pulang ke panti. Pasti adik adiknya akan senang melihat Denis pulang dengan membawa banyak makanan.
Karena sekarang Denis sudah mandiri, jadi Denis memutuskan untuk keluar dari panti. Agar adik adiknya bisa lebih leluasa membantu ibu. Mayoritas adik adik di panti itu adalah perempuan.
Awalnya Denis tinggal di kontrakan kecil yang tidak jauh dari panti. Denis keluar dari panti setelah ia lulus kuliah dari hasil kerja keras nya sendiri.
Diam diam orang tua Romi memantau perkembangan Denis.
Rupanya Denis seorang lelaki yang cerdas dan disiplin. Sehingga dengan cepat orang tua Romi menarik Denis untuk bekerja di perusahaan mereka.
Selama pendidikan kuliah Denis, terkadang orang tua Romi turut membantu biaya kuliah nya Denis. Namun tidak sering.
Karena Denis akan menolak, dengan alasan ia masih kuat untuk mencari biaya pendidikan nya sendiri.
Ia juga merasa tidak enak karena sedari bayi sudah di urus oleh panti yang di biayai orang tua Romi sampai lulus sekolah menengah atas.
Maka dari itu Denis sebisa mungkin menjadi sekertaris yang bisa di andalkan.
Pada dasarnya Denis memang lelaki yang rajin dan loyal pada pekerjaan.
Tidak hanya di kantor, tetapi di rumah pun dia lelaki yang rajin.
__ADS_1
🌼🌼🌼
Di ruangan bunga sudah ada Romi dan Niken.
"Sayang, kamu pucat sekali. Aku antar berobat yaa". ucap Romi
yaa memang Romi sudah berhasil meyakinkan bunga bahwa ia layak menjadi kekasihnya.
Romi juga berencana akan mempersunting bunga menjadi istri nya.
Bunga yang awal nya terus menolak cinta Romi, beberapa waktu yang lalu akhirnya luluh juga hati nya.
Sehingga dalam waktu dekat mereka menjalin hubungan yang lebih serius lagi.
Bunga juga masih ada trauma dengan pernikahan, tetapi Romi dan keluarga selalu meyakinkan bunga agar dapat membuka hati nya lagi dan mempercayai bahwa tidak semua pria sama.
Papah bunga pun turut memberikan nasihat kepada putri nya itu. Papah juga berpesan kepada bunga untuk membuka hati nya lagi, karena tak selama nya ia bisa menjaga dan melindungi bunga. Harus ada pengganti papah yang bisa melakukan tugas nya.
"Aku bisa sendiri, kamu pergi lah bekerja. Aku ada Niken yang menemani". ujar bunga dengan wajah pucat.ft
"Ayo lah sayang, aku masih bisa kalo untuk antar kamu ke dokter saja". bujuk Romi
"Pak, bunga biar sama saya aja. Pak Romi pasti sibuk sekarang". ucap Niken
"Iyaa aku sama Niken saja yaa. Setelah itu aku janji bakal pulang ke rumah " ujar bunga
"Hmmm baiklah kalau itu mau kamu. Ini pegang kartu ku, dan jangan di tolak yaa. Kamu bisa traktir Niken juga kalau mau. Aku kembali ke kantor yaa, cepat sehat. Tidak enak rasanya kalau kamu lesu begini. Bye sayang". Romi berlalu begitu saja karena takut Bungan menolak kartu ATM yang ia berikan. Maka dari itu, sebelum bunga menjawab Romi harus buru buru pergi.
"Dasar Romi, aku sudah bilang tidak usah kasih yang kayak gini. Ngeyel deh". bunga menggerutu.
"Sudah lah bunga. Terima saja, dia kan kekasih mu. Jadi tidak masalah menerima sedikit. Dia juga kan calon suami mu, jadi kamu harus terbiasa menghabiskan uang nya yang sangat banyak itu bunga, hahaha". ujar Niken
"Kau ini, ya sudah ayo kita berangkat. Terima kasih sudah mau bantu aku ya Niken".
"Kita kan teman, jadi harus saling tolong menolong kan? lagi pula kamu sakit, dan aku ada waktu. Jadi aku pasti antar kamu".
Mereka berdua pun jalan ke rumah sakit terdekat.
Mereka membawa mobil bunga dan Niken yang menyetir.
"Nanti kamu bawa saja mobil ku Ken, kamu kan gak bawa mobil ya?".
"Ah, tidak apa bunga. Nanti aku di jemput seseorang. Aku tunggu di rumah kamu saja nanti, gak apa apa kan?".
__ADS_1
"Tentu boleh dong. Kamu juga belum kenal sama papah ku kan".