
Waktu sudah mulai sore. Niken sudah mulai bersiap untuk pulang.
Karena malam nanti ia akan bersiap untuk makan malam dengan bos serta istri nya.
Sebelum pulang, Niken mampir ke sebuah toko baju. Semacam butik.
Begitu masuk toko tersebut, Niken memilih milih koleksi butik tersebut.
Sampai tiba di suatu rak, Niken melihat sebuah dress hitam polos dengan leher tinggi namun bawah nya sedikit tinggi.
Niken tertarik dengan dress itu lalu ingin mengambilnya.
Ketika tangan nya sudah memegang dress tersebut, seorang wanita juga memegang dress tersebut.
Wanita itu menggendong seorang bayi sambil melihat lihat koleksi butik itu.
"Eh, maaf saya lebih dulu memegang dress ini. Saya ambil yaa". Ucap Niken.
"Yaahh, cantik banget dress nya. Tapi memang mba nya duluan sih yang pegang. Saya cari yang lain deh". ucap wanita itu.
"Mba, apa gak repot pilih baju sambil gendong?". tanya Niken yang merasa iba melihat wanita itu kerepotan.
"Yaa repot sih, tapi kan yaa harus di ajak. Di rumah gak ada orang".
"Ya sudah mba kalo begitu saya duluan yaa, saya mau bayar dulu". ucap Niken.
Sewaktu Niken di kasir, wanita tadi juga terlihat sudah selesai dan akan membayar.
Niken selesai membayar, lalu tersenyum pada wanita tadi untuk berpamitan.
Lalu Niken mendengar kasir tadi menyapa wanita itu dengan sebutan Bu Sheila nyonya Agham.
__ADS_1
"Apa? agham? itu istri nya pak agham?". gumam Niken.
Karena mendengar itu, Niken memutuskan untuk menunggu wanita tadi yang di sebut sebagai nyonya Agham.
Pintu butik terbuka, lalu Niken menghentikan langkah wanita tadi dan bertanya.
"Ah, maaf mba. Boleh saya tanya?". ucap Niken sopan.
"Iyaa ada apa ya?".
"Saya tadi tidak sengaja mendengar kalau kasir tadi memanggil mba dengan sebutan nyonya Agham?".
"Ah iyaa benar, itu nama suami saya. Ada apa memangnya mba?" tanya wanita itu lagi.
"Eh itu,, Saya bekerja di perusahaan dan nama CEO saya itu sama dengan suami mba. Mungkin hanya kebetulan sama, atau memang atasan saya itu suami mba". Jelas Niken.
"Dimana mba bekerja?". tanya wanita itu.
Entah kenapa hati Niken menjadi gelisah.
"Yaa betul. Suami saya pemilik perusahaan itu. Jadi mba ini karyawan suami saya?".
"Wah iya Bu, sebaiknya saya panggil ibu saja ya, hehe". Niken merasa kikuk.
"Ah, gak usah sungkan. Panggil saja aku Sheila. Usia kita seperti nya tidak begitu jauh. Atau malah kita sebaya. Siapa nama kamu?" tanya Sheila. Sheila memang sudah banyak perubahan, yang dulu nya terlihat angkuh, kasar terhadap orang lain, dan bar bar. Kini, lebih sopan, kalem dan penuh wibawa. Serta mandiri dan tidak manja.
"Iyaa, saya Niken. Sekertaris pak agham pengganti nya mba Mila sekertaris yang dulu".
Mereka berjabat tangan.
"Bagaimana kalau kita minum dulu atau sekedar makan camilan?" ajak Sheila
__ADS_1
"Seperti nya tidak keburu yaa Bu Sheila. Bukan kah kita harus bersiap untuk nanti malam?". ucapan Niken membuat Sheila bingung dan bertanya-tanya.
"Nanti malam? memang nya ada apa nanti malam?". Sheila malah bertanya.
"Bukankah Bu Sheila membeli gaun untuk nanti malam?".
"Oh,, itu..".
krriiiinnng...
Belum sempat Sheila menjawab, dering ponsel nya menghentikan obrolan mereka.
Karena terburu-buru, Sheila lebih dulu pulang meninggalkan Niken yang di penuhi tanda tanya besar.
"Niken, saya pulang duluan yaa. Ada keperluan mendesak. Ibu mertua saya di rumah merasa pusing kata nya, sebaiknya saya buru buru pulang. Mari Ken".
"Iya Bu, hati hati di jalan".
Sheila memasuki sebuah mobil, ternyata Sheila pun menyetir sendiri mobil nya.
Anaknya yang masih bayi di taruh di kursi samping nya dengan kursi bayi tambahan. Jadi bayi Sheila tidur dengan nyaman.
"Dia nyetir sendiri? istri CEO nyetir sendiri?". Niken bertanya sendiri.
Karena pengalaman nya, sang istri CEO itu biasa nya akan di supiri jika hendak bepergian.
Jika mempunyai bayi seperti Sheila, mesti istri CEO itu membawa serta suster untuk menjaga anaknya ketika berbelanja atau ketika sedang berkumpul dengan teman-teman sosialita nya.
"Eh, tunggu deh. Kok dia kayak gak tau yaa dinner nanti malam? Apa jangan jangan dia emang gak tau?". Niken terus bertanya pada dirinya sendiri.
"Duh, kalo istri nya gak tau tentang dinner nanti malam. Berarti yang dinner cuma gue doang gitu berdua? Duuuhhh".
__ADS_1