Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Susu Bayi?


__ADS_3

Agham pun keluar untuk mencari kebutuhan si kecil delisa.


Ia pergi menuju supermarket yang ada tidak jauh dari rumah sakit.


Meskipun terlihat berantakan, namun tidak mengurangi kadar ketampanan agham. Hanya saja penampilan nya kurang rapih dari biasanya.


Masuklah agham ke dalam supermarket tersebut, dan segera mencari yang dibutuhkan si baby.


"Duuhh,, yang mana yaa? gak ngerti pula harus beli susu yang mana, popok yang mana, botolnya juga kayak baju aja nih ukuran S, M, L, XL segala". agham bingung harus pilih yang mana. Lorong tersebut sedang tidak ada pegawai yang stay.


Di kejauhan agham seperti melihat mantan istri satu hari nya itu. Meskipun bunga sudah menceraikannya, namun rasa itu masih melekat di hati nya.


Tak bisa di pungkiri kalau bunga lah wanita yang selalu menghiasi hari hari nya menjadi ceria dan penuh semangat.


Namun semuanya mesti kandas karena perbuatannya sendiri.


Bunga tak bisa di gapai lagi...


Agham memutuskan mendekati bunga untuk bertanya. Dia kan perempuan meskipun belum menikah, mungkin sedikit mengerti kebutuhan bayi baru lahir.


"Hai bunga". ucap agham


Bunga sangat hafal suara berat itu. Sekian tahun dia bersama tidak mungkin dengan cepat melupakannya.

__ADS_1


Bunga pun menoleh, dan benar saja mantan suami sehari nya yang memanggilnya.


"Ada apa?" jawab bunga datar.


"Aku minta maaf sama kamu atas kekhilafan ku yang sudah menyakiti mu tentu nya. Andai aku tidak bertindak bodoh, pasti saat ini kita tengah berbahagia layaknya sepasang pengantin baru. Aku mohon maafkan aku bunga". agham bersimpuh di kaki bunga.


Bunga terkejut melihat tingkah laku mantannya ini.


Bunga masih bersikap datar seolah biasa saja walau sebenarnya hati nya sangat tidak baik bertemu lagi dengan mantan nya ini.


"Sudahlah bangun gham. Jangan begini. Insyaallah aku sudah memaafkan kamu, tetapi untuk melupakan kejadian pahit itu tentu butuh waktu yang sangat lama agar luka di hati ini sembuh".


Pandangan agham beralih ke belakang bunga. Matanya membulat ketika melihat siapa yang menghampiri mereka di lorong supermarket ini.


Romi sedang gencar sekali melakukan pendekatan dengan bunga.


Apalagi bunga tidak menolak kehadiran romi yang selalu membuntuti nya kemana pun.


Meskipun bunga selalu menolak ajakan romi untuk menjalin hubungan.


Bunga merasa belum nyaman. Lagi pula dia baru saja menyandang status janda. Tentu ada waktu yang harus di jalani bunga yaitu masa iddah. Dimana perempuan belum boleh melakukan pernikahan sebelum waktu yang di tentukan dalam agama nya yakni tiga bulan setelah ketuk palu.


"Eh,, loh romi ngapain disini? biasanya anti banget yang namanya belanja keliling gini?" tanya agham penuh selidik.

__ADS_1


Romi yang di tatap seperti itu agak gugup. Jujur sebenarnya dia merasa tidak enak dengan temannya ini. Karena bagaimanapun juga agham adalah sahabatnya. Teman sejak sekolah menengah hingga saat ini.


"Ini lagi nemenin temen baru pastinya lo udah kenal dong. Lagi belanja aja. Nah lo sendiri ngapain kayak orang bingung tau gak?" tebak romi karena melihat agham hanya menatap box box susu tanpa niat mengambilnya.


"Iyaa bingung mau beli susu formula yang mana, popok sama botol susu yang mana untuk bayi baru lahir".


"Siapa yang lahiran? sheila?" tebak romi lagi.


Agham pun mengangguk dengan takut.


Takut menyakiti bunga lagi....


Tetapi memang bunga sangat sakit mendengar agham sekarang sudah menjadi ayah. Bukan anak dari bunga pastinya.


Tes...


Buliran bening itu turun tanpa bisa di cegah.


Bunga buru buru pergi dari sana.


Agham menahannya, namun di tepis oleh bunga.


Agham teramat tega melukai bunga yang tidak mempunyai salah apa apa sebelumnya.

__ADS_1


'Kau tega sekali agham'. batin bunga menjerit.


__ADS_2