Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Memperhatikan


__ADS_3

Masih di jam istirahat makan siang.


Lagi lagi Niken mempunyai firasat jika agham akan mencari cara agar agham bisa berdekatan dengan nya.


Niken menekan nomor Mila sahabat nya pada ponsel pintar nya.


Dia mengutarakan maksud nya menelepon.


tuuuuuttt.....


tuuuuuttt ...


Panggilan kedua langsung di respon oleh Mila di seberang sana.


"*Halo mil". ucap Niken.


"Yaa Ken. Ada apa nih telepon di jam sibuk?" tanya Mila


"Minta tolong boleh gak?" tanya Niken


"Minta tolong apa deh? tumben banget. Ada masalah?" tanya Mila yang memang sudah mengenal sahabat nya sejak lama itu.


"Iyaa sangat penting mil. Gue minta tolong nanti waktu jam makan siang selesai, Lo telepon balik gue. Lo telepon gue pake telepon rumah aja, tapi suruh bik Sani yang ngomong. Bilang kalo bik Sani suruh gue balik karena ada yang sakit gitu, please banget. Setelah itu nanti gue langsung otw ke rumah Lo buat cerita in kegalauan gue mil. Tolong banget yaa". jelas Niken


"Yaudah beb, Siap siap. Gue tolongin kok. Nanti Lo WhatsApp aja kapan mesti telepon lo. Sekarang gue brief dulu bik Sani nya, hahaha". Mila malah ngakak di seberang telepon.


"Okee thanks banget yaa mil". ujar Niken*


Panggilan pun terputus....


"Fiiuuhhh,, aman".


Niken celingak celinguk ke depan ruangan nya untuk melihat apakah agham sudah akan balik ke ruangan nya atau belum.


Dia juga heran dengan ini.


Biasa nya ia akan menyuruh OB membeli makan siang nya, atau istri nya mengantar kan makanan ke kantor.


Ini menurut penuturan dari Mila.


Niken langsung berpikir kenapa akhir akhir ini, Sheila istri nya agham itu tak nampak ke kantor?


Apa mereka sedang ada masalah?

__ADS_1


Ah sebodo amat dengan urusan rumah tangga mereka.


Yang terpenting Niken harus berusaha menjaga jarak dengan agham.


Kalau perlu sampai keluar dari perusahaan itu.


Tak lama kemudian, yang di tunggu tunggu muncul juga.


Sengaja Niken membuka pintu ruangan nya agar suara telepon nya nanti terdengar oleh agham dan berharap agham akan mengizinkan Niken untuk pulang.


Karena Niken sedang buntu sekali mencari alasan agar ia bisa menghindar, walau hanya sebentar.


Niken pun langsung kirim pesan pada Mila.


"P". Niken mengirim pesan pada Mila dan langsung di baca oleh Mila.


Seketika telepon Niken berbunyi tepat saat agham berada di depan ruangan Niken.


Trriiiiinnnng....


"Yaa halo bik, ada apa?" tanya Niken yang pasti hanya pura pura.


Niken mengeraskan suara telepon nya namun tidak sampai di loud speaker, agar terdengar suara lawan bicara nya saja.


"Iyaa bik. Aku izin dulu yaa". ucap Niken sambil berdiri hendak ke ruangan agham. Padahal Niken tau kalau agham sedang menguping pembicaraan nya. Tapi, Niken pura pura saja tidak melihat.


Panggilan juga sudah terputus.


"Niken". panggil agham


"Eh pak. Bapak di sini. Itu ,, saya...".


"Iyaa saya dengar tadi. Kalau darurat pulang saja biar saya antar". ucapan agham benar benar membuat Niken geram sekali.


'Heleeehhhh Buaya jantan'. batin Niken berteriaaakkk.


"Ah tidak pak. Saya bisa sendiri. Saya izin boleh ya pak". ucap Niken.


"Ya sudah kalau begitu, titip salam untuk ibu mu yaa. cepat sembuh". Setelah agham memberikan izin, Niken buru buru pergi dari kantor.


"Terima kasih pak. Berkas sudah saya selesai kan pak, tinggal bapak periksa saja dan tanda tangani. Maaf tidak sampai selesai jam kerja pak, saya permisi". Niken pamit undur diri.


Ia setengah berlari menuju mobil nya.

__ADS_1


Saat di dalam mobil....


"Huuuuffhh. Lega nya. Kalau masih di kantor, pasti ngajak pulang bareng lagi. Apa sih mau nya itu laki orang? heran". Niken langsung cap cuussss


Sebelum nya ia mampir ke sebuah minimarket untuk membeli camilan yang akan ia makan di rumah Mila nanti.


Saat sedang memilih, Niken tak sadar kalau ada yang memperhatikan dia.


Setelah selesai mengambil belanjaan, Niken antri untuk membayar.


Lama lama, ia merasa juga kalau ada yang sedang memperhatikan dia.


Ia menoleh ke samping nya, ke antrian sebelah nya karena memang agak ramai jadi di buat dua barisan antrian ke kasir.


Niken memperhatikan wanita yang juga sedang memperhatikan nya sedang melihat ke arah jari Niken.


Niken pun heran.


Karena memang Niken tak memakai perhiasan apa pun selain jam tangan.


Niken penasaran siapa wanita itu.


Karena wanita itu pakai masker, kacamata hitam, dan juga topi dengan rambut di selipkan ke lubang belakang topi.


Niken pun memperhatikan postur tubuh wanita itu.


Seperti nya Niken mengenali postur wanita itu.


Tiba saat giliran Niken untuk membayar, langsung buru-buru membayar semua belanjaan nya.


Wanita tadi juga membayar belanjaan nya di kasir sebelah.


Setelah selesai Niken keluar minimarket, lalu agak memperlambat jalannya untuk masuk ke mobil.


Niken ingin menunggu wanita tadi.


Ia penasaran kenapa wanita tadi memperhatikan jemari nya.


Apa dia menginginkan jam tangan yang Niken pakai ?


Tapi wanita tadi menggunakan jam tangan ber merk ternama dan harga nya pun lebih mahal dari jam tangan yang Niken pakai.


Niken sangat penasaran sekali.

__ADS_1


__ADS_2