Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Cewek Misterius


__ADS_3

Tak lama kemudian mereka semua sampai di tujuan.


Karena yang mengurus penginapan dan akomodasi nya si Denis, jadi ia yang memandu semua agar mengikuti nya.


Sesampainya di bandara, mereka menaiki mobil dan menuju ke hotel yang sudah Denis booking.


Denis mengarahkan pak supir untuk menuju hotel bintang lima tersebut.


Karena Romi sudah berpesan pada nya agar mencari hotel yang nyaman.


Denis memesan kamar dengan tipe presiden suite dua buah. Untuk pak Romi CEO nya dan pak agham klien nya.


Sedangkan dua kamar lagi dengan tipe biasa untuk Niken sekertaris nya pak agham dan Sinta. Sedangkan satu lagi untuk Denis sendiri.


Pesan Romi pada Denis memang Niken dan Sinta harus satu kamar.


Entah kenapa perintah pak Romi itu sedikit aneh bagi Denis. Kenapa harus repot repot memikirkan sekertaris orang lain? kan Niken juga mempunyai bos nya sendiri.


Tapi, yang namanya perintah yaa di jalani saja selama tidak melenceng dalam kebaikan.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.


Jalanan juga tidak terlalu ramai.


"Apa masih jauh Denis?" tanya Romi.


"Tidak pak. Lima menit lagi kita sampai di hotel yang saya booking".

__ADS_1


"Hmm baiklah".


Denis mengarahkan supir untuk belok ke kanan, putar arah dan tak lama lagi sampai.


"Di depan putar balik pak, nanti hotel nya di sebelah kiri". ucap Denis


"Baik pak". jawab supir tersebut.


Mobil pun sampai di pelataran hotel.


Pak supir turun dan membukakan pintu mobil.


"Terima kasih pak". ucap agham dan Romi


"Iyaa pak sama sama, saya pamit dulu yaa pak".


"Pak, untuk jajan yaa". Niken memberikan tips beberapa lembar uang lima puluh ribuan kepada bapak supir tadi.


"Di terima aja pak. Rejeki keluarga". ucap Niken.


"Iyaa non, terima kasih banyak yaa. Semoga tambah banyak rejeki nya yaa dan dapat jodoh yang baik yaa non". ujar pak supir.


"Aamiin, terima kasih pak".


Mereka pun masuk ke kamar masing masing.


Mereka beristirahat terlebih dahulu sebelum meninjau lokasi proyek.

__ADS_1


Agham dan Romi masuk ke kamar nya masing-masing.


Denis pun masuk ke kamar nya.


Niken dan Sinta juga masuk ke dalam kamar nya.


"Sin, aku mau tanya deh". ucap Niken sewaktu mereka sudah di dalam kamar.


"Kenapa Niken?".


"Tadi di pesawat seingat aku itu tidur bersandar nya ke kanan kan? kenapa tadi waktu aku bangun aku malah bersandar ke pak agham yaa?". tanya Niken.


"hhmmmm itu yaa".


"Kenapa sin?".


"Sebenarnya kamu itu nyender ke cewek sebelah kanan, yaa gak nempel banget sih. Eh tapi, malah di pindah ke bahu nya si bos. Apa mungkin si bos suka sama kamu Niken?". pertanyaan sinta membuat Niken membeku.


"Ah gak lah sin, dia kan punya istri. cantik lagi". ujar niken


"Yaa tapi kenapa dia begitu coba kalo bukan karena suka sama kamu?".


"hhmmm gak tau lah sin. Kita lupakan saja, jadi pusing aku".


"Sekarang kita kan masih santai sampe siang, kamu mau mandi duluan atau aku yang duluan nih?". tanya Sinta


"Aku dulu yaa sin. Mules nih perut aku, hehehe".

__ADS_1


"Yeehh dasar kamu ini. Yaudah sana, aku tunggu. Jangan lama lama loh yaaa, apa lagi kalo konser di kamar mandi".


"Iyaaa iyaaa Sinta baweeelll".


__ADS_2