Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Jangan Tinggalkan Aku


__ADS_3

Bunga tak bergeming papa mertua nya menanyakan perihal pengkhianatan agham suaminya.


"Biar papa telepon anak itu". Kata papa soni seraya mengambil ponselnya lalu agak menjauh untuk menghubungi putra nya itu.


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan IGD. Melihat dokter keluar, semua berlari menuju dokter.


"Keluarga pasien nyonya mika?" Tanya sang dokter yang masih terlihat muda dan tampan itu.


"Iyaa dok, bagaimana keadaan istri saya?" Ucap papa rio.


"Kami mohon maaf yang sebesar besarnya, kami sudah melakukan semua yang terbaik. Namun tuhan berkehendak lain. Istri anda, nyonya mika sudah menghadap tuhan yang maha kuasa". Jelas sang dokter itu.


Jedddeeerrrr....


Bagai petir di pagi hari yang cerah menyambar keluarga bunga.


Terlintas ingatan nya ketika kebersamaan bunga dan mama mika di rumah. Mereka sering memasak bersama, belanja bareng, menyiram tanaman yang cantik di halaman, membelai kepala bunga ketika sedang bersantai. Kini akan menjadi kenangan manis nantinya.

__ADS_1


"Mamah, pah mamah pah". Bunga langsung berlari ke dalam, melihat mama nya yang cantik nampak pucat dan dingin. Bunga memeluk sang mama dengan histeris.


"Mamaaaaaahhhhhh. Bunga mohon jangan pergi mah jangan tinggalkan bunga mah.


Dokter tampan nampak ikut berduka melihat bunga histeris. Dia melihat gadis itu dengan iba.


"Kasian gadis cantik itu". Batin dokter yang ternyata bernama Syahdan.


"Kamu dimana? Anak kurang ajar, cepat susul bunga kesini. Dalam beberapa menit gak sampai kemari. Keluar dari kantor saya sekarang juga". Papa soni sampai bilang kata saya saking geram nya sama anak lelaki nya itu. Bagaimana bisa pernikahan baru 24 jam itu terancam runtuh akibat perbuatan putra nya itu.


Orang tua nya tidak habis pikir.


"Masih berani kamu membawa perempuan jal*ng itu ke hadap kami agham???" Pekik mama mirza.


"Kamu memang wanita mur*han, gak tau malu sudah merusak pernikahan anak saya. Pergi kamu. Saya gak sudi punya menantu kayak kamu, dan saya juga gak sudi punya cucu dari rahim j*lang kayak kamu" bentak mama mirza tak terkontrol hendak menarik rambut sheila.


"Aaakkhhh sakit ma, lepas". Teriak sheila kesakitan.

__ADS_1


"Jangan panggil saya dengan sebutan itu, saya gak sudi dasar j*lang". Pekik mama mirza.


"Sudah tante jangan ngotori tangan tante dengan menyentuh sampah kayak gitu" ucap dina membuat sheila juga mendidih dan hendak memukul dina, tapi keburu di tahan dino kakak nya.


"Jangan berani sentuh adik saya, kalo kamu masih ingin melihat matahari". Tegas dino.


"Aarrgghh dasar perempuan si*lan, agham ayo kita pulang". Ajak sheila


"Agham tetap disini, kau saja yang pulang. Enyah dari sini kau" bentak mama mirza lagi.


"Kamu pulang duluan yaa, aku pesankan taksi online. Aku masih harus disini. Nanti kamu kelelahan". Ucap Agham mengelus perut sheila.


"Ciiihhh, dasar laki laki tidak punya hati, brengs*k kau agham". Pekik dina yang muak melihat sikap agham di tengah duka bunga.


Agham menghampiri bunga yang sedang histeris di samping jenazah mama nya. Entah setan apa yang merasuki agham dia terlihat biasa saja dan seperti tidak ada kejadian apa apa.


"Bunga, sudah jangan menangis lagi. Kasihan mama". Ucap agham menyentuh bahu bunga.

__ADS_1


Bunga sangat jengkel, geram, kecewa, marah semua rasa menjadi satu terhadap suaminya itu. Bagaimana mungkin ini terjadi menimpa bunga. Sungguh ujian ini datang sekaligus. Tidak sanggup rasa nya bunga menghadapi ini semua


__ADS_2