
Semenjak mengantar Niken ke rumah orang tua nya, agham tak pernah menghubungi Niken apalagi datang untuk menanyakan kabar nya.
Niken pun sudah mengundurkan diri dari perusahaan agham.
Itu pun beni yang menerima surat pengunduran diri nya.
Saat ini beni naik jabatan menjadi bagian personalia di perusahaan tersebut.
Jadi semua urusan penerimaan dan pengunduran diri karyawan akan langsung berurusan dengan beni.
Beni melihat Niken sangat prihatin.
Tapi beni juga tidak ingin ikut campur masalah Niken. Apalagi saat ini beni juga sudah berkeluarga. Ada hati yang mesti di jaga perasaan nya.
Beni hanya memberikan sedikit nasihat agar Niken kembali bersemangat menjalani kehidupan nya.
"Sebaiknya kamu ikut membantu bisnis catering mama mu saja dulu Niken. Sampai nanti saat nya kamu melahirkan, baru kamu boleh memutuskan untuk bekerja lagi. Jika usaha mama mu lebih maju di tangan mu, lebih bagus. Kamu bisa sambil mengasuh anak mu nanti. Aku berdoa agar kamu bisa melalui masalah mu dan bisa bangkit kembali ya Niken". ucapan beni sungguh tulus terdengar di telinga Niken.
"Terima kasih banyak Ben, maaf jika selama ini aku ada salah sama kamu. Aku permisi ya beni. Sekali lagi terima kasih atas nasihat nya".
"Iyaa Niken, tetap semangat yaa".
Niken pun pulang ke rumah dengan perasaan sedikit lega karena sudah berbicara dengan beni.
Saat sedang dalam perjalanan pulang, di lampu merah Niken membuka kaca mobil nya karena merasa pusing jika menggunakan AC mobil. Mungkin bawaan bayi.
Pas sekali di sebelah mobil Niken ada sebuah mobil yang juga di buka kaca nya.
Waktu Niken sedang mengoleskan minyak kayu putih ke hidung nya, pengemudi mobil tersebut memanggil Niken.
__ADS_1
Niken pun menoleh...
"Niken"..
"Mila"..
Ternyata itu Mila teman dekatnya Niken.
Mila pun memberikan instruksi kepada Niken agar mengikuti mobilnya.
Niken pun menurut saja ...
Mila melajukan mobilnya ke sebuah cafe yang sangat Niken kenali.
Yaa, itu cafe nya bunga.
Niken tau pasti saat ini Mila akan memberondong nya dengan banyak pertanyaan.
Karena sudah lama sekali Niken tidak komunikasi dengan nya semenjak dekat dengan agham.
Seolah dunia nya hanya bersama agham saja.
"Kita duduk di pojok sana aja yuk, supaya enak ngobrol nya". ajak Mila.
Ternyata Mila tidak sendirian, dia mengajak pengasuh dan juga anak nya.
Ternyata anak nya Mila sudah bertambah satu dan Niken tidak tau.
Niken semakin tidak enak saja dengan Mila.
__ADS_1
"Mil, ini ??". Niken menunjuk bayi mungil yang sedang di gendong pengasuh nya.
"Iyaa itu adik nya Jasmin, Miko. Baru tiga bulan yang lalu gue lahiran dan Lo gak tau gue hamil lagi. Kemana aja sih Lo?" nah muncul juga kan pertanyaan Mila.
"Maaf". Niken hanya bisa bilang maaf dan tertunduk menangis.
Sebenarnya Mila sudah tau masalah Niken.
Karena waktu Niken tidak ada kabar, Mila menyusul Niken ke rumah mama nya.
Di situlah mama Niken menceritakan semua nya pada Mila.
Mila sangat terkejut dengan keputusan Niken yang berani bermain api dengan agham.
Mila juga merasa kasihan pada Niken karena di campakkan oleh agham.
Mila memperoleh informasi dari teman nya yang mengetahui bahwa Niken adalah sahabat Mila.
Mila pun tau jika saat ini Niken sedang mengandung anak agham. Itu pun Mila tau karena semalam mama Niken mengirimi nya pesan singkat dan memberi tahu jika Niken sedang terpuruk.
"Kenapa sih Ken, Lo jadi bodoh gini. gak biasa nya Lo itu jadi cewek oon" ucap Mila sambil memeluk Niken.
"Maaf" hanya itu yang keluar dari mulut Niken.
"Udah udah, ayo kita pesen makan dulu. Lo juga harus makan banyak karena gue gak mau baby Lo kekurangan gizi".
Niken pun menghapus air mata nya, kemudian mulai memesan makanan.
Mila mampu mencairkan suasana, kali ini Niken menjadi lebih happy karena berbincang dengan Mila.
__ADS_1