
Niken berjalan dengan anggun nya.
Niken melihat agham sudah duduk di meja yang kemarin sudah ia pesan.
Namun meja nya sudah di ganti.
Hanya ada dua kursi saja.
"Apa maksudnya ini?". batin Niken.
Niken menghampiri agham yang sedang duduk sambil tersenyum manis (manis ala ala pria gombal saja).
Niken duduk tanpa bertanya tentang table yang tiba tiba berubah yang tadi nya untuk empat orang, kini menjadi dua orang saja.
"Maaf menunggu lama pak" Niken sedikit membungkukkan badan nya sebagai permintaan maaf nya.
"Ah, tidak apa apa, saya juga baru saja sampai. Silahkan duduk". agham bangkit dari kursi nya kemudian menarik kursi untuk Niken.
"Ah, t- tidak perlu repot-repot pak. Saya bisa sendiri". ucap Niken agak terbata.
Sheila yang tadi memutuskan untuk pulang, melihat pemandangan itu, membuat nya mengurungkan niatnya untuk pulang. Ia ingin melihat apa saja yang akan di lakukan suami nya itu.
Sheila merasa bahwa Niken seperti nya tidak ada niat buruk pada suaminya. Bahkan waktu pertemuan mereka di butik tadi, terlihat Niken justru memperkenalkan diri nya, dan mengingatkan tentang dinner ini.
Berarti seharusnya Sheila ikut pada makan malam saat ini.
Tapi, kenapa agham tak mengajak nya ikut?
malah sikap dingin yang ia terima ketika menanyakan akan kemana suami nya pergi.
Sheila memutuskan untuk masuk ke restoran itu.
Ia memakai masker dan jaket Hoodie yang ia bawa di belakang mobil nya.
Ia berjalan masuk, lalu memesan meja, lalu di antarkan nya ke meja yang Sheila mau tepat di belakang agham berjarak satu meja darinya.
__ADS_1
Pelayan memberikan menu, lalu Sheila memesan makanan ringan dan jus untuk minum nya.
Sheila duduk dengan hati yang bergemuruh tak karuan.
Curiga, cemburu, kesal, dan takut menjadi satu.
Makanan pun datang ke meja agham dan Niken.
Niken bingung melihat pesanan yang di antarkan pelayan.
Kenapa bingung?
Karena di piring yang tersaji makanan pembuka yang di hias sedemikian cantiknya, terdapat satu kotak kecil berwarna biru.
Niken tidak yakin dengan isi kotak itu.
Tidak mungkin juga itu makanan.
"Maaf saya terlambat pak". ucap Niken membuka obrolan lagi.
"Iyaa tidak apa apa kan saya bilang. Kamu sangat cantik malam ini Ken". ucapan agham sukses membuat kedua wanita yang ada di dekat agham malam itu tak karuan.
"Ah, iya. Kenapa bapak hanya sendiri ? bukan kah saya sudah bilang jika sebaik nya ajak Bu Sheila dan anak bapak agar tidak terjadi salah paham. Kenapa beliau tidak ikut pak?". tanya Niken.
Pertanyaan Niken sukses membuat agham terdiam sejenak.
Sheila yang mendengar pertanyaan itu sedikit lega. Karena ternyata Niken adalah wanita baik baik dan tidak bermaksud merebut suami nya.
Sheila terus menajamkan pendengaran nya agar tak ada yang terlewat satu pun pembicaraan suami nya.
"Oh, itu. Saya sudah mengajak ibu. Tapi ia sedang tidak enak badan. Makanya ia titip pesan saja untuk mu. Terima kasih karena sudah bekerja dengan baik untuk perusahaan". Penjelasan agham lagi lagi membuat Sheila mendidih rasa nya.
Kapan agham mengajak nya dinner?
Ia tau ada makan malam bersama saja dari Niken yang tak sengaja bertemu di butik.
__ADS_1
"Bagaimana bisa agham berbohong? apa maksud dan tujuan nya bohong seperti itu?". batin Sheila terus bergejolak.
"Ah begitu. Tapi sore tadi ibu terlihat sehat sehat saja pak. Sakit apa ibu?". ucapan Niken membuat agham menegang, tapi cepat cepat ia tutupin ketegangan nya agar Niken tak curiga.
'Dari mana Niken tau Sheila baik baik aja?'. batin agham bertanya.
"Sakit terlalu kelelahan mungkin Ken. Kamu tau dari mana Sheila baik baik saja?". tanya agham penuh selidik dan berharap jawaban Niken salah dengan pikiran nya.
"Itu, tadi saya bertemu Bu Sheila di sebuah butik ketika saya membeli gaun ini. Tapi, ketika saya tanya kan tentang dinner kenapa Bu Sheila tidak tau ya pak?" tanya Niken lagi penuh selidik.
"Niken saya punya hadiah karena kerja keras kamu yang sangat baik. Belum lama bergabung dengan perusahaan, kamu sudah mendapatkan beberapa proyek besar dan keuntungan yang banyak. Semoga kamu suka yaa dengan hadiah nya, itu saya sendiri yang pilih". alih alih menjawab pertanyaan Niken, agham malah mengalihkan pembicaraan lagi.
Terjawab sudah pertanyaan di benak Niken tentang kotak kecil di piring sajian makanan untuk nya.
Ia buka perlahan....
Betapa terkejutnya Niken melihat hadiah kecil itu.
Hadiah kecil dengan nominal yang tidak sedikit.
"Pak ?? ini??".
"Itu untuk kamu, biar saya pasangkan di jari kamu yaa".
Ketika agham hendak mengambil hadiah itu, Niken menolak.
"Biar saya sendiri saja pak. Terima kasih. Tapi apa ini tidak berlebihan pak? Saya bekerja sesuai aturan saja kok pak".
Pertanyaan Niken lagi lagi membuat Sheila lega.
"Tidak masalah Ken. Saya memang ingin membelikan kamu itu. Semoga kamu suka ya".
'Sial, kenapa dia terlihat biasa saja sih melihat hadiah cincin berlian itu? bukan kah wanita suka perhiasan? Mau di pakaikan agar romantis malah di tolak. Apa aku kurang tampan?'. batin agham sungguh kesal menerima penolakan sekertaris nya yang sangat cantik aduhay ini.
Sheila meneteskan air mata nya. Ia sangat sakit.
__ADS_1
Bertambah sakit mendengar sang suami berupaya mendekati wanita lain.
Padahal baru saja ia mengarungi rumah tangga dengannya.