
Hai readers kesayangan author...
Semoga sehat sehat terus yaaa, dan terus kasih author dukungan agar bisa terus berkarya dan menghibur kalian...
selamat membaca semuaaa...
Setelah kepergian sheila, bunga terduduk di kursi di ruangan nya.
Bunga menjadi teringat akan kejam nya pengkhianatan yang di lakukan kekasihnya agham dan itu sudah berlangsung lama.
Pernikahan impian nya, membangun rumah tangga yang harmonis bersama suami dan anak anak nya kelak hanya menjadi angan belaka.
Kenyataan tak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan dan impikan.
"Mba bunga, sudah jangan di pikirin pelakor itu. Mba bunga berhak bahagia kok. Jangan sedih yaa, nanti riska ikut sedih. Mba kan tau riska orangnya melow banget. Nonton drakor aja melow". Riska berusaha menghibur majikannya ini.
"Aku gak apa apa kok riska, kamu tenang aja. Lanjutkan aja pekerjaan mu yaa, aku duduk dulu sebentar".
"Siap bos, laksanakan!!". Ucap riska sambil memberi hormat seperti abdi negar saja.
Bunga jadi tertawa melihat tingkah anak buahnya itu.
Meskipun demikian bunga tetap bersyukur mempunyai keluarga lengkap dan kecukupan.
__ADS_1
Sedangkan riska, anak sulung yang ingin menggapai cita cita nya menjadi dokter, harus banting tulang untuk membiayai kuliahnya sendiri. Karena orang tua nya hanya karyawan biasa.
Riska seorang anak yang kuat. Meskipun sudah bekerja menjadi pelayan, terkadang ia membantu ayah nya membuat dagangan. Padahal ayahnya juga habis pulang dari kantor.
Mereka luar biasa...
Semangat itu turun dan mengalir ke jiwa riska sejak kecil.
Tak lama riska keluar, romi masuk ke ruangan bunga yang kecil namun sangat rapih dan bersih itu.
"Bunga, are you okay?" Tanya romi
"Aku baik baik saja kak rom".
Di apartemen agham....
"Kenapa kamu ninggalin aku gham? Kamu gak kasihan aku lagi hamil gede gini?" Pekik sheila.
"Kamu yang bikin malu disana. Lebih baik aku pergi saja, lagi pula di situ ada bunga. Bisa makin benci dia lihat kita berdua".
"Loh kenapa?? Bagus dong, itu artinya gak ada kesempatan kamu balik lagi sama dia. Kamu ini kenapa sih gham? Apa kamu masih cinta sama dia? Iyaa??". Teriak sheila lagi, benar benar membuat agham frustasi menghadapi nya.
"Tolong jangan bahas itu sheila. Kamu tau kan aku sama bunga sudah lama menjalin hubungan. Gak semudah itu buat lupa".
__ADS_1
"Jadi kamu masih cinta?? Itu sebab nya kamu gak ambil kembali cafe flo itu? Aku mau kamu ambil balik cafe itu. Cafe itu ramai pengunjung pasti banyak untungnya".
Agham tidak habis fikir dengan sheila. Isi otak nya hanya materi saja.
"Aku gak bisa sheil. Kamu jangan minta yang aneh aneh".
"Kenapa gak bisa?? Pokoknya kamu ambil balik aku gak mau tau!!"
"Astaga sheil,, aku gak bisa ambil yang bukan milik aku. Cafe itu memang miliknya, paham?".
Sheila terdiam sejenak. Lalu mengoceh lagi....
"Ya sudah, kapan kamu bawa aku pindah ke rumah baru mu? Aku bosan di apartemen terus agham!"
"Itu juga miliknya".
"Apaa??? Maksud kamu apa agham?? Rumah itu milik bunga juga? Kamu sudah janji akan bawa aku tinggal di sana agham!!" Sheila semakin histeris.
"Cukup sheila!!! Rumah itu memang aku bangun atas nama bunga. Itu hadiah untuknya, dan aku pun miliknya sheil".
"Mm.. maksud kamu?? Kamu miliknya gimana sih agham?" Pekik sheila
"Kau tau, aku sangat menjaga bunga. Aku berusaha menahan hasrat saat berdekatan dengan nya. Dia menjaga sekali kehormatan nya. Karena aku cinta dia, hatiku hanya ada dia. Aku miliknya". Lirih agham.
__ADS_1
Kenyataan yang pahit untuk sheila yang sedang mengandung besar.