
"Maksud kamu? kamu mau kerja di rumah gitu? berkas nya kamu bawa ke rumah?".
"Bukan pak. Tega banget bapak suruh saya bawa berkas ke rumah sambil momong anak".
"Lalu gimana Mila?".
Adi hanya tersenyum melihat interaksi istrinya dengan bos nya yang sesantai itu. Karena di kantor nya sendiri Adi mempunyai sekertaris seorang lelaki. Kebanyakan dari karyawan mereka yaa laki laki. Makanya suasana nya kaku dan formal.
"Saya sudah ada penggantinya saya buat pak agham".
"Kamu yakin? Apa dia bisa di andalkan?". agham orang yang sangat perfeksionis dalam pekerjaan, namun tidak dalam kehidupan pribadi nya.
""Tenang pak, sudah saya uji secara klinis. Paten lah pokoknya".
"Kalau menurut kamu bagus, suruh dia masuk besok. Karena pekerjaan saya benar benar menumpuk".
"Iya pak bos ku. Kan bapak sendiri yang numpuk numpuk kerjaan. hahaha".
"Kamu ini mil, bener bener keterlaluan. Maaf pak istri saya agak geser seperti nya".
"Iihh mas songong yaa kamu bilang istrinya geser. Pak jangan lupa pesangon saya di lebihin yaaa, hehehe ". Mila membuat suaminya sedikit malu.
"Jangan di dengarin pak si Mila. Bunda mau berapa? nanti mas transfer ".
"Ah aku mau nya dari pak bos, hitung hitung kenangan sebelum cabut".
"Mil, mil. Tenang aja nanti di urus sama HR dulu. Kamu aja belum ngajuin resign ".
__ADS_1
"Sudah kok pak, tadi pagi. Bapak tinggal tanda tangan saja yaaa".
"Gerak cepat juga yaa kamu".
"Dia ini teman kuliah saya pak, IPK nya sempurna. Dia sebenarnya kerja di luar negeri, tapi orang tua nya minta untuk pulang ke Indonesia. Jadi nya dia resign di perusahaan lama nya".
"Menarik. Besok suruh dia datang pagi lalu temui saya".
"Pak, jangan bilang menarik gitu. Saya jadi curiga".
"Astaga si Mila ini. Ya sudah lah, sebaiknya saya kembali ke kantor. Tidak ada yang mengerjakan pekerjaan saya nanti". Agham menyelipkan amplop tebal ke dekat baby nya Mila.
"Ini untuk jajan bayi mu yaa, bukan buat kamu mil".
"Waahh terima kasih om agham". Mila menirukan suara bayi.
"Terima kasih banyak pak agham".
Agham kembali ke kantor nya.
Dia sedikit lega karena ternyata Mila sudah menyiapkan pengganti nya. Di awal ia merasa pusing karena pekerjaan memang sangat menumpuk.
Sekembalinya di kantor, agham memutuskan menelepon Mila lagi.
"Halo mil?".
"Ya pak, ada apa?".
__ADS_1
"Suruh temanmu itu ke kantor sekarang juga bisa mil? Nanti siang saya ada pertemuan penting, harus berdua nih".
"Saya telepon orang nya dulu yaa pak. Tunggu".
"Baik mil, cepat ya".
Agham melanjutkan pekerjaan nya.
Masih terus berkutat dengan tumpukan berkas, sampai sampai ada suara ketukan pintu namun agham tak mendengar nya.
Akhirnya setelah lama di ketuk, agham sadar juga kalau ada orang di depan ruangan nya.
"Iyaa masuk".
"Bapak tidak apa apa?". tanya orang itu.
"Tidak apa apa, ada apa?". ucap agham tanpa menoleh ke orang tersebut.
"Saya Niken pak, teman nya Mila. Saya di suruh menemui bapak saat ini".
Mendengar nama Mila, lantas agham mendongak kan kepala nya.
Terpampang jelas seorang wanita cantik, elegan, berambut hitam panjang, hidung mancung, putih dan sempurna.
"Pak,, pak. maaf pak kenapa?". Niken melambaikan tangan nya ke depan wajah agham yang diam terpaku.
'Ini orang kenapa sih. Gak jelas banget males deh gue'. Batin Niken.
__ADS_1