
Sheila pun keluar untuk mencari keberadaan anaknya itu.
"Eehh anak mami ada di sini rupanya. Lagi main sama nenek yaa sayang". Ucap sheila tanpa rasa bersalah sama sekali. Mama mirza dan suaminya yang ada di ruang keluarga menatap geram kekasih putra nya itu.
"Nah mami kamu sudah siuman dari koma nya nih sayang, sekarang delisa sama mami yaa. Oma mau pergi perawatan dulu. Dadaahhh". Mama mirza memberikan sindiran pedas untuk sheila. Sheila dengan terpaksa mengambil putrinya itu.
"Ma, aku ikut yaa". Ucap sheila benar benar tidak tau diri.
"Terus anakmu itu gimana?". Tanya mama kesal.
"Dirumah aja sama papi nya, kan ada agham". Ucapan asal sheila benar benar membuat wanita paruh baya tetapi masih awet muda itu sangat kesal. Enak saja dia mau shopping sementara anaknya di jadikan pengasuh.
"Kalau ngomong itu pakai otak, anak saya bukan pengasuh. Semalam anakmu nangis histeris gitu aja kamu kayak orang mati gak bergerak sama sekali. Benar benar ibu yang buruk. Sudah yaa agham sebaiknya kamu pindah secepatnya ke apartemen, mama mau ke salon. Ayo pah temenin mama". Papa pun menurut saja dengan istrinya itu.
__ADS_1
Sheila yang di katai seperti itu sangat kesal sekali rasanya.
"Kenapa gak di bangunin aku nya? Atau bikinkan susu formula, kan sudah biasa minum susu formula kata mas agham? Mas agham kan orang tua nya juga ma". Sheila tidak mau kalah
"Sheila, kamu apa apaan si. Masa debat sama mama ku?" agham frustasi dengan keadaan ini.
"Yaa habisnya mama kamu aneh aja. Dia tuh emang benci sama aku. Kamu juga kenapa gak bangunin aja aku nya? malah kalian bawa keluar delisa nya. Aku kan baru pulang dari rumah sakit. Aku koma setelah berjuang melahirkan anak kita. Dimana sih kasih sayang kalian ke aku?". pekik sheila setelah orang tua agham pergi.
oooaaaa hoaaa.....
"Cup cup sayang mami haus yaa, coba ASI mami yaa". Sheila mencoba menyusui baby delisa walaupun masih kaku tapi dia berusaha.
Tadi nya dia enggan mengurus bayi. Melihat ikatan batin antara ibu dan anak begitu kuat, seperti nya sheila mengurungkan niat nya untuk kembali bekerja.
__ADS_1
"Lucu nya anak mami haus. Pelan pelan sayang, nanti tersedak". Sheila gemas melihat bayi nya meminum susu dengan rakus. Karena sejak lahir diberikan susu formula.
Agham melihat interaksi antara kekasihnya dan anaknya begitu manis. Membuat agham tersenyum sendiri.
"Maaf yaa mami tidak dengar delisa waktu menangis semalam. Mami benar benar masih lemas sayang, mami memang mami yang buruk membiarkan kamu haus tengah malam sampai nangis begitu. Mata anak mami sampai sembab gini, maaf yaa sayang nya mami". Sheila menoel noel pipi baby delisa gemas.
Setelah puas meminum ASI sheila, baby delisa pun terlelap di dekapan sang mami.
Sheila berjalan kembali menuju kamar agham untuk meletakkan baby delisa ke dalam box bayi nya. Begitu nyaman baby delisa di gendongan sheila.
Waktu sheila menangis pun delisa ikut menangis. Sungguh darah lebih kental dari pada air.
'Aku berdosa sekali kemarin berniat meninggalkan bayi ku bekerja. Aku enggan mengurusi nya. Padahal dia juga tidak minta di lahirkan dari ibu seperti aku. Dia ada karena perbuatan b*jat orang tua nya. Tetapi dia yang menanggung malu nya. Sampai sembab begini mata nya, pasti menangis nya lama sekali. Maafkan mami sayang'. Batin sheila.
__ADS_1