
Beberapa bulan setelah pernikahan Romi dan bunga, kini bunga tengah sibuk kembali di cafe nya bersama Riska dan lainnya.
Saat tengah merapihkan tanaman yang ada di cafe, tiba tiba bunga merasa pusing sampai hampir terjatuh.
"eh eh, mbak kenapa? sakit? istirahat dulu yuk. Ton, bantuin dong ini mbak bunga sakit". teriak Riska pada rekan kerja nya agar bisa memapah bunga.
Beruntung belum ada pelanggan yang datang karena memang baru mau buka cafe.
"Kamu kenapa mbak? kalo gak enak badan jangan ke cafe. Riska bisa kok sendiri. Jangan maksain gini". ucap Riska tak berhenti.
"Gak tau ris, tadi tuh sehat sehat aja. Pas lagi cium kembang di depan kok jadi pusing ya. Biasanya juga gak apa apa". jelas bunga sambil memijit pelipis nya yang masih pusing.
"Hhmmmm. Kok aneh yaa. Lagi pula itu kembang kan udah lama di situ". ujar Riska.
Kedua nya hening...
"Mbak, maaf yaa bukan maksud saya lancang. Apa mungkin mbak bunga sedang 'isi'?" ucap Tono menyela pembicaraan mereka.
"Isi gimana maksudnya?" tanya bunga yang belum paham.
"Maksud saya, mungkin mbak bunga lagi ngidam. Karena istri saya di rumah juga lagi hamil muda mbak. Setiap saya parfum dia selalu ngeluh pusing sampe muntah. Makanya saya pake parfum nya kalo udah di sini. Supaya istri saya gak ngomel ". jelas Tono. Tono ini memang pengantin baru. Setelah bekerja di cafe flowers beberapa bulan yang lalu Tono menikahi pacarnya.
Bunga nampak berpikir..
"Mbak, kok malah bengong sih". Riska menyenggol lengan bunga.
"Aku lagi mikir. Mungkin juga yang di bilang Tono. Karena kayaknya aku belum datang bulan deh. Aku jadi gak engeh kapan terakhir datang bulan". ujar bunga.
"Yaudah mbak tunggu sini yaa, aku keluar sebentar. Ton, minta tolong buatin teh hangat dulu untuk mbak bunga. Nanti minta Heni yang antar kesini. Aku keluar dulu sebentar".
"Oke siap ris". Tono pun keluar.
"Kamu mau kemana emang nya ris?". tanya bunga heran Riska terburu-buru keluar.
"Bentar aja kok mbak. Tunggu yaa". Setengah berlari Riska keluar dari cafe menuju apotik seberang jalan.
__ADS_1
beberapa menit kemudian, Riska kembali ke cafe dengan menenteng plastik kecil.
"Kamu beli apa itu ris?".
"Ini mbak coba di pake. Ngecek aja siapa tau kan hasilnya baik". Riska menyodorkan plastik kecil tadi ke bunga.
Bunga membuka isi plastik tersebut.
"Tes kehamilan?". tanya bunga.
"Buru ke kamar mandi mbak. Aku tunggu sini yaa".
Dengan ragu bunga pun mengiyakan suruhan Riska.
Dalam hatinya pun ia juga merasa ada yang berbeda. Tapi, bunga tak paham apa itu.
Dengan hati yang berdebar-debar, bunga menampung air seni nya ke dalam wadah, kemudian ia membuka bungkus alat tes tersebut dan menguji nya.
Bunga menunggu sembari menutup mata nya dengan perasaan yang tidak karuan.
Setelah beberapa menit, bunga mengintip hasilnya dengan jantung yang berdegup kencang.
Riska pun tak kalah gelisah nya menunggu bunga di dalam sana.
Ceklek....
Saat pintu terbuka, nampak bunga yang sedang tersenyum sambil menangis.
Riska pun panik...
"Duuuhh ,, kamu kenapa mbak? kok malah nangis?? ada yang sakit? ke rumah sakit yaa? periksa". ucap Riska sambil memeriksa badan bunga.
"Ini Riska". bunga menunjukkan hasil tes tadi bergaris dua, yang berarti bunga tengah hamil saat ini.
"Yaa Allah alhamdulillaah mbak. Alhamdulillaah. Sehat sehat yaa mbak, sehat yaa nak". Riska heboh sekali dan memeluk bunga dan mengusap lembut perut nya bunga yang masih rata itu.
__ADS_1
"Iyaa alhamdulillaah ris. Makasih yaa udah perhatian sama aku selama ini". ujar bunga sambil menangis bahagia.
"Cepet telepon mas Romi mbak". ujar Riska.
"Kayaknya tadi pagi dia ada meeting deh. Sebaiknya aku foto aja hasil nya".
Bunga pun berselfie dengan memegang tes kehamilan yang positif itu.
Lalu di klik nya tombol kirim pada pesan singkat tersebut.
Tak butuh waktu yang lama, pesan tersebut sudah centang dua biru. Yang berarti pesan telah dibaca.
Tapi bunga tunggu, suami nya tak kunjung membalas.
Akhirnya ia matikan ponsel nya karena merasa kesal pesan nya hanya di baca dan tak berbalas.
"Yaudah ris, aku tidur dulu disini gak papa yaa? bisa kan handle semua?". ujar bunga.
"Iyaa siap. Istirahat aja yaa di sini yang cantik. Nanti kalo udah waktunya makan siang aku bangunin". Riska pun keluar dari ruangan bunga.
Tanpa bunga tau, ternyata setelah membaca pesan sang istri Romi segera mengirimkan foto itu ke seluruh anggota keluarga nya. Tak lupa juga ke status WA nya.
Tak butuh waktu lama, banyak sekali yang sudah melihat status foto tersebut.
Salah satu nya adalah agham juga Niken yang memang sedang dalam apartemen 'tersembunyi' mereka.
Setelah memposting status, Romi segera mengakhiri meeting nya lalu melesat ke arah cafe istri nya itu.
Di perjalanan Romi membeli banyak sekali buah-buahan serta sayuran.
Tidak lupa perdagingan serta perikanan juga dia beli.
Romi juga turut mengambil berbagai macam susu ibu hamil. Dia bingung pilih yang mana, dibelilah semua supaya istrinya nanti yang memilih.
Saking bahagianya, tak terasa belanjaannya memenuhi mobilnya.
__ADS_1
Dengan senyum yang mengembang, ia menuju sang istri berada.
"Alhamdulillaah yaa Allah. Terima kasih". ujarnya sendiri.