
Semua karyawan kagum melihat penampilan Sheila yang modis bak model profesional.
Sheila seperti ABG saja penampilan nya.
Tak nampak seperti wanita yang sudah melahirkan anak.
Rok jeans pendek, dan kaos ketat putih tanpa lengan di padukan dengan kemeja agak besar berwarna abu-abu.
Rambut tergerai panjang bergelombang dan sepatu sneaker putih bercorak merah kuning, menambah kesan gadis pada Sheila.
Kaki jenjang nya terekspos dengan sempurna.
Semua orang sudah tau cerita bagaimana Sheila bisa menjadi istri CEO itu.
Tapi, kini semua sudah bisa menghormati Sheila sebagai nyonya di perusahaan agham.
Karyawan tak akan berani menggunjing istri CEO.
"Selamat siang Bu shrila. Mau ketemu pak agham, Bu Sheila?" tanya disti resepsionis di lobby kantor.
"Iyaa dis. Aku mau makan siang bareng pak agham. Ada di ruangan nya kan?".
"Ada Bu, baru saja selesai rapat. Jadi sudah agak santai". jelas disti.
"Oh gitu. Ya sudah, terima kasih yaa disti. Ini untuk cemilan kalian yaa". Sheila memberikan dua buah kotak brownies cokelat yang kelihatan nya sangat enak ke disti dan lainnya.
"Waahh tau aja kesukaan saya Bu Sheila nih. Terima kasih banyak banyak yaa Bu". ujar disti
"Iyaa Bu, terima kasih banyak". ujar rekan disti lainnya.
__ADS_1
"Iyaa sama sama yaa. Aku ke atas dulu".
Sheila pun menggunakan lift VVIP yang biasa di gunakan agham.
Sesampainya di lantai ruangan agham, Sheila berpapasan dengan Beni.
"Hai Ben". ucap Sheila.
"Eh, Bu Sheila. Tumben ke kantor?". tanya Beni.
"Iyaa nih Ben. Mau lebih romantis sama suami. hihihi. Ya sudah duluan yaa Ben".
Sheila pun mengetuk pintu ruangan agham.
Pintu terbuka, nampak lah sosok Niken di belakang pintu.
Ekspresi wajah nya sedikit panik, tapi Sheila tak terlalu memperhatikan nya.
"Hai sayang, kenapa tidak telepon dulu mau kesini? tumben?". tanya agham tak kalah paniknya.
"Kejutan dong. Aku bawakan makan siang. Aku kangen tau sama kamu". ujar Sheila sambil memeluk agham manja di pangkuannya.
Pemandangan itu tentu membuat Niken cemburu sangat.
Ekspresi wajah nya terlihat sekali kesal nya.
Agham pun sedikit terkejut melihat penampilan sheila yang sangat modis itu.
Bak ABG saja.
__ADS_1
Agham sampai lupa jika Niken masih di sana sedang menatap tajam agham yang dengan tak malu nya membalas pelukan istri nya itu.
Tanpa bicara apapun lagi, Niken keluar dari ruangan itu dengan sedikit membanting pintu nya.
Agham tak terlalu memperdulikan itu.
Tapi Sheila sedikit aneh dengan tingkah Niken barusan.
Kenapa seperti orang yang kesal ?
Apa iya dia kesal melihat kemesraan mereka ?
Bukan kah Niken mendukung Sheila untuk mempertahankan rumah tangga nya.
Bukan kah Niken menentang pria yang suka selingkuh ?
Dari tangkapan Sheila, Niken seperti orang yang sedang cemburu.
'Apa iyaa Niken cemburu sama gue dan agham?' batin Sheila.
Sheila melupakan kecurigaan nya itu sejenak.
Ia menyiapkan makan siang yang sudah di siapkan mertua nya.
Entah kenapa Sheila malah kepikiran tentang mertua nya.
Biasanya mama mertua nya itu akan menasihati Sheila agar tak terlalu cemas jika suami sedang bekerja.
Sebaiknya jangan terlalu menganggu pekerjaan suami nya.
__ADS_1
Tapi justru sekarang mama mertua nya lah yang semangat sekali menyuruh Sheila lebih dekat dengan suami nya meskipun harus menyusul ke kantor nya.
'Apa sekarang Niken mau jadi saingan gue?' batin Sheila terus bergejolak.