
Setelah Romi dan asisten nya sudah datang, mereka memesan minum terlebih dahulu mengingat mereka akan melakukan pembahasan proyek besar yang sedang di jalani. Jadi mereka akan makan siang bersama setelah selesai meeting.
"Ada lagi tuan pesanan nya?". tanya bunga dengan sopan.
"Ada lagi tambahan nya pak? tanya Niken pada agham yang diam saja.
"Saya cukup". jawab agham
"Saya juga itu dulu saja mba bunga". ucap Niken.
"Pak Romi ada tambahan?". tanya asisten Romi yaitu Denis.
"Aku cukup sayang, nanti saja tambahan nya yaa. Sebaiknya kamu istirahat, kasih Riska saja pekerjaan ini". ucap Romi pada bunga dengan mesra sambil mengembalikan daftar menu nya.
"Iyaa, jangan khawatir gitu. Lebay deh".
Agham melirik sedikit ke arah bunga.
Bunga sangat cantik dan lembut bila sedang tersenyum seperti itu.
Agham jadi teringat sewaktu masih menjadi kekasih nya.
Bunga wanita yang sangat menjaga diri dan kehormatan nya.
Maka saat itu agham sangat menjaga diri dari cantik dan seksi nya bunga.
Sehingga ia tergoda oleh suguhan yang di berikan Sheila waktu mereka bertemu di acara reuni sekolah.
Agham yang tidak pernah di izinkan bunga untuk mendapatkan kehormatan nya pun sangat tergoda dengan tawaran Sheila.
Hingga malam pertama di hari pernikahan nya justru bukan kebahagiaan yang di rasakan bunga, melainkan sebuah petaka yang sangat menyakitkan.
"Wah sepertinya saya ketinggalan berita nih". ucap Niken memecah kecanggungan.
"Ah itu nanti saja di bahas ya. Sekarang kita mulai saja meeting nya". ucap Romi yang sesekali melirik ke arah agham untuk melihat ekspresi wajah nya itu.
Benar saja, agham terlihat sedikit cemberut.
Padahal di rumah sudah ada anak dan istri yang menanti.
Belum lagi omongan jika agham sedang mendekati sekertaris nya, Niken.
Romi hanya geleng geleng kepala mengetahui tentang itu.
"Baik mari kita mulai, Niken keluarkan berkas perincian nya". ucap agham serius.
Mereka pun membahas proyek kerja sama yang sedang berjalan ini.
Semua nampak serius dan profesional.
Sampai saat nya mereka membuat keputusan bahwa lusa akan meninjau langsung lokasi pembangunan.
__ADS_1
Romi, agham serta para sekertaris nya akan ikut ke sana.
Niken galau karena harus keluar kota dengan agham.
Tapi ia tidak terlalu khawatir sih, karena ada pak Romi dan asisten nya juga ikut serta. Apalagi asisten yang ikut pak Romi ada dua orang menurut pembicaraan barusan. Denis dan Sinta yang akan ikut pak Romi meninjau lokasi.
"Jadi lusa kita akan tinjau langsung ke sana yaa gham? apa ada usul hari lain?" tanya Romi.
"Seperti nya Jumat saja, waktu yang pas untuk kita kesana. Sekaligus liburan sejenak". ujar agham.
"Apa kita ada jadwal penting di hari itu Denis?" tanya Romi.
"Tidak ada pak. Kosong, jika pergi weekend memang pas untuk liburan sejenak". ujar Denis.
"Baik. Denis setelah ini kamu boleh pulang dan siapkan semua yang mesti di bawa. Kita akan menginap tiga hari di sana. Beritahu juga Sinta untuk bersiap".
"Baik pak. Setelah ini saya akan siapkan semua nya. Jadi Niken tidak perlu repot-repot lagi". ucap Denis.
"Ah apa tidak merepotkan pak? saya bisa mengurus nya". ucap Niken tidak enak.
"Tidak perlu Niken. Anggap saja ini hadiah kecil untuk kalian". ucap Romi
"Benar Niken. Santai saja, kamu tidak perlu repot lagi bukan?" ujar agham
"Baiklah kalau begitu, terima kasih pak Romi, pak Denis". ucap Niken
"Sebaiknya kita pesan makan siang saja. Ini sudah waktunya untuk makan siang pak". ucap agham.
"Iyaa mas Rom? mau pesan lagi?" tanya Riska yang sudah menghampiri meja Romi dan lainnya.
"Iya ris. Saya mau pesan lagi untuk makan siang. Kalo saya seperti biasa yaa, Gham pesan apa? Denis, Niken. Jangan sungkan. Hari ini saya yang traktir yaa". ucap Romi lagi.
"Ah tidak perlu Rom, merepotkan nanti" ujar agham.
"Tidak tidak. Jangan di tolak yaa. Ayo silahkan pesan".
Mereka semua menyebutkan pesanan nya masing masing.
Riska mencatat semua pesanan mereka dan mengulangi nya lagi agar tidak terjadi kesalahan.
Setelah selesai, Riska kembali ke dapur untuk memberikan pesanan Romi dan agham.
Bunga saat itu sedang istirahat di ruangan nya.
"Pak, permisi sebentar yaa saya mau ke toilet". ucap Niken.
"Iyaa silahkan ".
Niken ke toilet sebentar lalu belok ke ruangan bunga sebentar.
"Hai, bunga. Apa aku ganggu?". ucap niken
__ADS_1
"Oh Niken. Tidak, aku hanya sedikit tidak enak badan saja". ujar bunga
"Oh, begitu. Apa sudah minum obat? pantas pak Romi begitu khawatir tadi. Apa kalian ada hubungan?". tanya Niken yang sedari tadi memang penasaran akut.
"Ah, kamu memperhatikan ternyata". bunga terkekeh.
"Yaa kan terdengar jelas, sayang". ucap Niken menirukan ucapan Romi tadi.
"Ih Niken, jangan godain terus. Kamu sebaiknya kembali ke meja. Kamu kan belum makan siang". ucap bunga
"Sejujurnya aku agak malas pergi keluar kota dengan agham nanti, bunga. Agak risih saja. Mau keluar tapi sudah terikat kontrak". ujar Niken lesu
Bunga kagum dengan Niken yang tidak mudah tergoda kemewahan yang di tawarkan oleh suami orang.
Padahal kebanyakan wanita akan silau dengan kemewahan yang di berikan. Meskipun harus merusak kebahagiaan wanita lain nya.
Bunga melihat Niken berbeda, tidak cepat tergiur rayuan lelaki. Meskipun lelaki itu menawarkan barang barang mewah dan perhatian lebih.
Mungkin Niken masih ada akal sehat untuk terus bisa menjaga diri nya dari rayuan yang nanti nya akan menjerumuskan ke lubang penderitaan.
"Ya sudah bunga, aku kembali ke meja ku dulu ya. Pasti pesanan sudah siap".
"Iya Ken. Selamat makan siang ya, maaf tidak bisa menemani".
"Tidak apa apa bunga, kamu istirahat saja. setelah makan siang ku temani ke dokter ya?". tawar Niken pada bunga
"Ah, jangan. Kamu kan masih jam kerja". Bunga merasa tidak enak hati.
"Kamu ini seperti sama siapa. Kita kan sudah jadi teman. Tidak apa saling tolong menolong dong. Lagi pula selesai ini, aku sudah di izinkan pulang karena aku akan menyiapkan untuk keluar kota nanti. Ah bukan aku sih, sekertaris nya Romi yang menyiapkan. Aku duduk manis saja kata nya. hehe. Senang bukan?". jelas niken
"Baiklah kalau tidak merepotkan kamu, setelah ini kita ke dokter. Aku juga merasa tidak enak badan sekali rasanya ".
"Nah, bagus. Oke, aku kembali dulu ya".
Niken pun kembali ke meja nya. Ternyata pesanan sudah siap.
Yang lain sedang menyantap makanan nya.
"Kenapa lama?" tanya agham
"Nanti makanan mu dingin, jadi tidak enak. Cepat makan ya Niken". ujar agham perhatian
"Iya pak, tadi saya ketemu dengan nona bunga sebentar ".
Ucapan Niken membuat agham terdiam, lalu bertanya.
"Kamu kenal bunga?". tanya nya.
"Iya pak. Saya sering kesini, dan pelayanan bunga sangat baik. Jadi, kita berkenalan lalu berteman". jelas Niken.
"Oh, begitu. Ya sudah mari makan".
__ADS_1