Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Keputusan Tepat,,,


__ADS_3

Bunga sangat jengkel, geram, kecewa, marah semua rasa menjadi satu terhadap suaminya itu. Bagaimana mungkin ini terjadi menimpa bunga. Sungguh ujian ini datang sekaligus. Tidak sanggup rasa nya bunga menghadapi ini semua.


"Mah kenapa mama tega sama bunga mah. Jangan pergi mah, jangan tinggalkan bunga mah. Bunga butuh mama". ucap bunga sendu.


Saat ini mereka sedang berada di pemakaman umum untuk mengantarkan mama mika ke peristirahatan terakhir nya.


Bunga dan papah nya sedari tadi terus memandangi pusara mama nya itu. Memegang nisan mama nya dengan derai air mata.


"Ayoo nak, kita pulang. Jangan begini, nanti mama sedih di sana. Bunga kuat nak. Papah juga sedih mama ninggalin kita, tapi semua sudah garis takdir dari yang maha kuasa. Kita juga nanti pasti seperti mama, hanya waktu nya saja belum tau". ucap papah rio bijak.


"pah ini semua salah aku pah, mama begini karena aku". ucap bunga histeris.


"Bunga sayang, jangan begini nak. Mama juga sedih kalo liat bunga begini. Bunga kuat, bunga yang sabar. Kita ikhlaskan mama nak". ucap mama mirza menenangkan bunga.


"Aku mau pulang sama papah aja yaa, bunga mau sama papah". lirih bunga pada papah nya.


"Iyaa nak, kapanpun bunga mau pulang lah kerumah nak".


"Bunga, kamu pulang sama aku aja". ucap agham.


Bunga tidak menanggapi ucapan agham. Ia berdiri lalu berjalan menjauh dari agham. Ia mengajak papa nya untuk segera pulang.


Sebenarnya bunga ingin istirahat, tapi dia mempunyai rencana lain yang ada di pikirannya.

__ADS_1


Papah dengan bingung diminta kemana oleh bintang.


Sekarang papa nya mengerti, melihat gedung di depan nya kini.


"Kamu yakin nak? sebaiknya kamu bicarakan dulu baik baik dengan suami mu. Kalian baru saja menikah". nasihat papah tak di gubris sama sekali.


Sepertinya hati putri nya ini sudah sangat mendalam sakit dan terluka.


Karena putri nya hanya diam saja akhirnya papah nya pun mengalah. Demi kebahagiaan putri nya itu.


"Baiklah kalau itu keputusan bunga. Papa hanya bisa mendoakan mu, semoga bahagia selalu sayang.


"papah tunggu disini aja yaa


"Papah ikut nak. Ayo" ujar papah rio


"Permisi mbak". ucap bunga kepada orang di depannya.


Setelah mengurus sesuatu, bunga dan papah nya pulang ke rumah nya.


Sesuai permintaan bunga pulang ke rumah papah nya, karena nanti malam pengajian untuk mendoakan mama nya yang telah tiada.


Sesampainya di rumah, dia melihat agham dan orang tua nya sudah berada di teras rumah nya.

__ADS_1


"Bunga kenapa pulang nya lama?" tanya mama mirza.


"Tadi aku mampir dulu ke suatu tempat mah". jawab bunga santai sambil mengeluarkan secarik kertas dan memberikan kepada agham.


"Apa ini bunga?" tanya agham.


Papah rio yang sedikit pening izin pamit ke dalam rumah lebih dulu.


Dia memberikan putri nya waktu menyelesaikan masalah nya dengan sang suami. Bunga sudah dewasa jadi harus menyelesaikan masalah nya sendiri, pikir papa rio begitu. Jika bunga butuh nasihat atau saran barulah sang papah memberikan nya.


Apapun untuk sang putri nya ...


Agham menatap secarik kertas yang di berikan oleh bunga.


Hanya melihat cover amplop tersebut, agham sudah tau isi kertas tersebut.


Dia tidak menyangka kalau bunga akan melakukan ini.


Bunga membuat keputusan di luar dugaan agham...


Bunga pikir ini keputusan yang sangat tepat untuknya dan untuk penghianat seperti suami yang baru saja menikahi nya satu hari yang lalu itu.


Benar benar di luar ekspektasi bunga. Sangat sangat terpukul dengan kejadian ini.

__ADS_1


__ADS_2