Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Cafe Flowers


__ADS_3

Niken menjalani aktifitas menjadi sekertaris seperti biasa.


Banyak berkas yang harus ia periksa dan ia revisi. Setelah itu harus di tanda tangani oleh agham.


Hari ini juga akan ada pertemuan penting yang membahas tentang proyek yang sedang berjalan.


Klien meminta pertemuan nya di cafe flowers, yang mana cafe itu milik bunga.


Niken dengan cepat mengirimkan pesan pada bunga dan memberi tau jika dirinya dan agham akan mengadakan pertemuan di cafe nya.


Bunga yang menerima pesan itu merasa kaget kemudian merasa malas bertemu dengan pria yang sudah menghancurkan hidupnya dan keluarga.


Namun, bunga ingin bersikap profesional.


Ia tidak mau jika cafe nya mendapat respon negatif baik dalam memperlakukan pelanggan.


Toh di sana nanti agham tidak sendiri. Ada Niken dan juga klien nya. Jadi tidak mungkin agham bersikap aneh.


Agham sendiri belum tau tempat pertemuan nya dengan klien nanti siang.


Niken yang mengatur nya, CEO tinggal jalan saja.


Niken tengah berkutat dengan berkas berkas yang menumpuk.


Tak lama kemudian, dini si petugas kebersihan datang ke ruangan Niken. Niken melirik jam tangan nya, padahal belum jam nya mengambil keranjang sampah.


"Permisi mba Niken. Aku masuk boleh yaa". ucap dini di luar pintu.


"Iyaa Din, masuk aja. Ada apa? belum jam nya kamu keliling ambil keranjang?" tanya Niken.


"Oh, ini mba ada titipan dari mas beni. Tadi dia mau kasih tapi lupa katanya. Makanya saya di minta tolong anter ke ruangan mba, kalo nanti takut gak enak gitu kata nya". Dini menyerahkan kotak makan kecil berwarna merah muda ke Niken.


"Apa ini isi nya Din?" tanya Niken


"Yaa mba, saya mana tau isi nya apa. Masa iya punya orang saya buka duluan. Hehehe, gak sopan dong saya nanti". ucap dini.


Bersamaan dengan itu, agham membuka pintu nya sedikit. Tadi nya dia ingin keluar sebentar ada perlu. Mendengar nama beni di sebut, ia jadi berhenti sebentar untuk mendengarkan obrolan karyawan nya itu.


"Iyaa juga yaa Din. Ya sudah, makasih banyak yaa sudah di antar ini". ujar Niken pada dini


"Iyaa mba sama sama. Saya keluar dulu yaa mba Niken".


"Eh ,, tunggu Din sebentar".


Niken merogoh tas nya dan mencari dompet nya.


Kebetulan sekali di meja nya ada cokelat lagi, paling juga pemberian dari suami orang itu.

__ADS_1


"Nih buat kamu, dan yang ini kasih ke mas beni yaa din tolong. Terima kasih". Niken menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan dan dua batang cokelat untuk di kasih ke beni.


Biarkan saja cokelat pemberian agham dia kasih kan ke pria lain.


Memang waktu baru membuka pintu ruangan nya, Niken melihat dua batang cokelat dan satu buket bunga cantik yang tergeletak di meja kerja nya.


Tanpa ia buka kartu ucapan nya pun, Niken tau siapa pelaku nya.


Maka dari itu Niken acuhkan saja.


Agham mendengar ucapan Niken dari balik pintu. Ia kesal sekali kenapa Niken sangat susah di dekati.


Ia punya rencana yang bagus untuk mendekati wanita pujaan nya itu.


"Nanti kamu akan sangat sangat mencintai ku sayang Niken. Tunggu saja". agham menyeringai terlihat sangat menyeramkan walau pun tampan.


Niken membuka kotak makan itu.


Niken merasa gemas sekali melihat makanan yang di hias sedemikian lucu nya oleh beni.


Nasi Jepang dengan lauk sosis, daging asap, telur dadar iris, nori (rumput laut), ikan filet, serta saus dan mayonaise sebagai pendamping nya.


Ia meraih ponsel nya lalu ia foto dan ia jadikan status di WhatsApp dengan caption:


'Terima kasih pria baik, aku suka banget hadiah nya' ditambahkan dengan emoticon hati.


Status terkirim.


Niken juga mengirim foto itu ke beni, lalu dia mengucapkan terima kasih melalui pesan singkat itu.


Beni pun membalas nya dengan emoticon hati juga.


Seperti nya kedua nya tengah berbunga bunga.


Tidak menunggu lama, banyak sekali yang sudah melihat status nya Niken di aplikasi WhatsApp itu.


Ada banyak yang melihat saja, ada banyak pula yang memberikan komentar tentang status WhatsApp nya itu.


Mama :"Alhamdulillah anak mama kayaknya lagi jatuh cinta nih".


Bunga: "Lucu banget hadiah nya, sweet banget sih pacar nya".


Beni: " Duuhh jadi pede nih Abang beni. Makin lope lope deh sama eneng".


Pesan dari beni membuat Niken senyum senyum sendiri.


Marko: " Waahh hari patah hati nasional nih".

__ADS_1


Dini: "Duuuhhh mba Niken lagi jatuh cinta yaaa ".


Niken membaca pesan mereka satu per satu, meski pun tidak semua nya ia baca.


Ada lagi pesan singkat dari teman nya yang membuat Niken tertarik untuk membuka nya.


Mila: "eh anak orang kayaknya lagi jatuh cinta nih. Sama siapa? bukan sama suami orang itu kaaaannnn?".


Niken membelalakkan mata nya membaca pesan dari Mila sahabat nya itu.


"Gila kali Lo yaa, masa gue mau sama suami orang. Bujangan masih banyak stok, tenang aja". Niken dengan cepat mengetikkan pesan balasan untuk Mila yang membuat mood nya berubah.


"Huuhh Mila kalo ngomong gak di filter dulu bikin bete aja sih".


Niken menutup ponselnya lalu fokus kembali ke berkas sambil memakan bekal dari beni.


Entah kenapa Niken menjadi merasa lapar melihat bekal dari beni.


Padahal tadi sudah sarapan. Tapi Niken juga ingin menghormati beni yang sudah susah payah memberikan kotak bekal nya ke dia.


Agham merasa sangat mendidih sekali.


Tiba waktunya untuk pertemuan dengan klien.


Niken terpaksa satu mobil dengan agham agar lebih cepat.


Tidak lama pun mereka sampai.


Niken duduk di meja yang sudah di siapkan.


"Kita meeting di sini?" tanya agham dengan ekspresi wajah yang sulit di jelaskan.


"Iyaa pak. Permintaan klien pak". ucap Niken sopan, padahal Niken tau alasan wajah nya bos nya itu berubah karena pemilik cafe ini.


Bunga dengan tegar dan wajah yang terlihat kuat menghampiri meja Niken dan agham membawakan buku menu.


Tak lama kemudian klien mereka pun datang.


"Selamat siang pak". Niken bangun dan sedikit membungkuk untuk memberikan hormat pada klien nya.


"Siang Niken, pak agham". ucap Romi yang baru saja datang sambil melirik bunga.


"Silahkan duduk pak". ucap agham


"Terima kasih, maaf saya terlambat ada sedikit urusan tadi di kantor". ujar Romi.


Bunga terlihat sangat biasa saja ketika berhadapan lagi dengan mantan suami 24 jam nya itu.

__ADS_1


Meski harus di akui, ia masih menyimpan luka yang mendalam dari agham. Tapi, ia coba menepis dan melupakan kejahatan mantan nya itu dan benar benar membuka lembaran baru di hidup nya.


__ADS_2