Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Makan Siang bersama Istri


__ADS_3

Karena kejadian kemarin di kantor, mama mirza menginginkan Sheila membawakan makan siang untuk agham setiap hari.


Dia tak ingin anak nya main api untuk yang kedua kalinya.


"Hari ini kamu ke kantor agham yaa sheil". ucap mama Mirza ketika mereka sedang asyik nonton TV setelah sarapan. Agham pun sudah berangkat ke kantor.


"Loh, kenapa mah? tumben mama minta aku ke kantor mas agham lagi. Nanti mama repot loh jagain Delisa". ujar Sheila yang agak bingung dengan sikap mama mertua nya itu. Karena sebelumnya mama Mirza tidak terlalu sering mengajak Sheila ngobrol seperti saat ini.


Biasa nya mama Mirza ngobrol sekedar saja, atau jika ada yang penting.


Memang sikap nya sudah lebih baik dari sebelumnya, tapi Sheila merasa belum sedekat itu dengan mama mertua nya ini.


Sheila bisa mengerti perasaan mertua nya itu. Sheila memaklumi.


Tapi sejak kemarin, entah kenapa mama Mirza menjadi lebih banyak mengajak Sheila ngobrol dan meminta ini dan itu.


Meskipun itu juga untuk kebaikan aku dan suami.


"Kamu itu harus memperhatikan suami. Kan nanti semakin romantis dan semakin sayang istri. Gak apa apa mama jaga Delisa. Toh Delisa juga cucu mama. Ada bibik juga yang bantuin mama. Jadi kamu harus quality time sama suami kamu Sheila. Sebentar yaa! tunggu". mama Mirza beranjak ke kamar nya dan Sheila harus menunggu nya.

__ADS_1


"Omah mau ngapain yaa dek. Kok omah aneh yaa". Sheila mengajak putri nya itu berbicara. Meskipun belum bisa di ajak ngobrol tapi Sheila berbicara saja agar anak nya terlatih motorik halus nya.


"Nah, kamu pakai dress ini. Ini cucok banget pokoknya. Kamu pakai ini pasti cantik paripurna. Ini baru jam sembilan pagi, kamu masih ada waktu untuk mandi, luluran, skincare'an, kamu itu harus cantik. Karena s*tan di luar itu tak peduli itu suami orang atau bukan.


"Iyaa ma siap. Makasih yaa ma, mama udah mau Nerima aku sekarang". Sheila jadi berkaca kaca mata nya karena melihat perubahan sikap ma mertua nya, yang dulu dingin sekarang jadi hangat.


"Iyaa Sheila. Maaf kan mama juga yaa sempat ketus sama kamu. Maafkan anak mama juga yang gak bisa menahan diri".


"Iyaa ma, aku bisa mengerti perasaan mama kok. Aku mandi dulu yaa ma, titip anak gadisku yaa ma hehe".


"Sudah sana buruan mandi, makeup yang cantik yaaa".


Mama meminta bibik memasak untuk porsi dia orang agar Sheila dan agham bisa makan siang bersama di kantor.


Mama Mirza berharap dengan begini, putra nya bisa segera sadar bahwa dia sudah memiliki istri, bahkan memiliki anak dan keluarga kecil nya yang harus di bahagiakan.


Sheila mematut bayangan nya di cermin.


Rambut nya ia gerai panjang terurai dengan gelombang membuat Sheila terlihat sangat cantik.

__ADS_1


Makeup sedikit agar menambah kecantikan nya.


Dress yang di berikan mama mertua nya sangat pas di tubuh dia.


Sheila sedikit terharu jika ternyata mama mertua nya memperhatikan dia.


Bahkan mama Mirza mengetahui ukuran baju nya.


Dress warna biru navy di atas lutut, dan press ke badan membuat Sheila terkesan seksi.


Dia terlihat sangat sempurna siang ini.


Mama Mirza pun memuji kecantikan Sheila.


Delisa juga bisa di ajak kerja sama. Delisa sangat nyaman di jaga oleh omah nya.


Sheila pun berangkat dengan membawa makanan yang di siapkan mertua nya untuk di bawa ke kantor suami nya agham.


Sesampainya di sana, semua orang pandangan nya tertuju ke arah Sheila yang baru turun dari mobil.

__ADS_1


__ADS_2