Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Masak Masak


__ADS_3

Kegiatan bunga setelah mengetahui dirinya hamil adalah diam di rumah dan sangat senang berada di dapur.


Seperti kali ini, bunga akan memasak banyak macam menu.


Entah kenapa berbeda sekali kehamilan kali ini.


Ia senang mencium wangi masakan apapun.


Tak hanya memasak, bunga juga kerap kali memegang camilan di tangan nya.


Toples tersebut tidak boleh kosong isi nya.


Kehamilan kali ini sungguh menyenangkan dan santai.


Tapi, kali ini Romi lah yang mengalami mual dan muntah.


Ia sampai cuti untuk beberapa waktu ke depan karena ia tak sanggup untuk pergi bekerja ke kantor.


Bunga kasihan melihat sang suami yang muntah muntah dan lemas tak berdaya.


Selama Romi di rumah, bunga dengan telaten dan sigap melayani suami nya.


Memijat dan membuatkan minuman hangat agar rasa mual nya berkurang.


Kali ini bunga membuatkan minuman jahe, sereh dan gula aren agar badan Romi lebih fit.


Kehamilan bunga sudah memasuki usia dua bulan, dan selama itu pula Romi tak masuk kantor karena sekadar berjalan saja rasanya lemas akibat mual muntah setiap hari.


Akibatnya setiap ada berkas penting yang butuh tanda tangan sang pemimpin yaitu Romi, Denis harus bolak balik ke rumah bos nya untuk urusan tanda tangan.

__ADS_1


Denis juga merasa prihatin melihat bos nya yang terbiasa sehat dan bugar, kini tergolek tak berdaya karena kehamilan simpatik nya.


Denis juga sering melihat saudara dan tetangga nya yang demikian.


Istri nya yang hamil, suami nya yang mengalami ngidam hebat.


Kali ini Denis datang ke rumah bos nya untuk meminta tanda tangan dan juga membawakan kue brownies buatan sang ibu yaitu pimpinan panti asuhan tempat dimana Denis di besarkan dengan penuh cinta.


"Selamat siang pak". ucap Denis.


"hmmm,, siang Denis. Ada yang perlu di tanda tangani kah? maaf merepotkan kamu ya". ujar Romi yang sedang tiduran di sofa ruang keluarga.


"Iya pak, ini kerja sama kita dengan perusahaan SS yang baru. Semua keuntungan sudah saya perhitungkan. Bapak boleh baca dahulu kemudian tanda tangan".


"Baik Denis, tapi sebelum itu boleh saya minta tolong bilang ke bibik di dapur saya minta di buatkan teh hangat pakai lemon".


"Bik, tuan Romi minta di buatkan teh lemon hangat ya".


"Eh, den Denis. Baik den, tunggu bibik buatkan. Kasihan tuan, setiap hari mual muntah. Si ibu malah jadi seneng masak, alhamdulillaah".


"Iyaa bik, mau gimana lagi. memang sudah begitu jalannya. Teh nya sudah ya baik, sini saya antar saja".


Denis pun membawa teh tersebut ke depan, lalu menyerahkan nya pada Romi.


"Ini pak teh nya yaa, semoga cepat sembuh ".


"Iya den, terima kasih. Ternyata begini rasanya ngidam ya den. Pantas saja surga di telapak kaki ibu". ujar Romi.


"Ini pak, ibu panti tadi buat kue brownies. Di coba deh. Siapa tau yang ini bisa masuk perut".

__ADS_1


Denis menyerahkan brownies cokelat yang sudah di potong ke Romi.


Awalnya Romi ragu, namun setelah mencium kue itu Romi tak merasa mual.


Lalu Romi mencoba untuk menggigit nya.


hening.....


"hhmmm enak denis. Akhirnya saya bisa makan dengan tenang". Romi terus mengunyah brownies cokelat tersebut sampai tak terasa tinggal sedikit.


"Waahh,, ada yang lagi makan kue nih. Makan apa sayang?" tanya bunga yang baru pulang dari tukang sayur dekat rumah nya.


"Ini Denis bawain aku brownies cokelat, awalnya aku ragu takut muntah lagi. Ternyata nggak sayang. Aku bisa makan ini. Alhamdulillaah".


"Waahh iyaa sayang?? alhamdulillaah. terima kasih yaa Denis kue nya. suami saya susah sekali makan nya. Ini itu bau katanya, alhamdulillaah makan kue juga lumayan".


"Sama sama Bu. Bukan lumayan lagi, brownies seloyang tinggal sepotong Bu. hihihi".


"Wah iyaa yaaa. Kalau gitu saya pesan lagi besok yaa Denis tolong. Supaya mas Romi bisa makan lagi". ujar bunga, sementara itu Romi membaca lalu menandatangani berkas tadi.


"Ini Denis, saya percayakan perusahaan sama kamu yaa. Terima kasih untuk kerja kerasnya. Juga terima kasih untuk brownies nya yaa. Kamu mau makan siang di sini sekalian? ini sudah jam makan siang". ucap Romi.


"Oh, tidak pak. Saya masih ada janji ketemu klien sekaligus makan siang. Terima kasih tawaran nya. Kalau begitu saya permisi ya pak, Bu".


"Iya Denis. Terima kasih, jangan lupa ya besok kue nya".


"Baik Bu".


Denis pun meninggalkan rumah pasangan suami istri yang merupakan bos nya itu.

__ADS_1


__ADS_2