
Tak lama kemudian, bunga pun keluar dari kamar nya.
Bunga menghampiri Romi di ruang tamu.
"Hai, gimana kerjaan nya di sana? lancar?". tanya bunga saat sudah duduk di sofa ruang tamu berhadapan dengan Romi.
"Alhamdulillah lancar lancar aja sayang. Yaa meskipun ada satu insiden sedikit". ucap Romi.
"Insiden apa? kamu kecelakaan?? atau kamu jatuh dari tangga bangunan? hhmm apa kamu tertimpa sesuatu? mana yang sakit? sini aku obati". bunga tak berhenti bicara dan dengan wajah yang sangat panik dia memutar mutar tubuh Romi mencari luka yang ada.
"sayang, aku baik baik saja. justru kalo kamu puter puter gini jadi pusing sayang. Duduk dulu yaa ada yang mau aku ceritakan sama kamu". ujar Romi.
"Apa tuh?"
"iyaaa duduk dulu, dan juga aku haus sayaang. hehe" ujar Romi.
"Oh iyaaa. Duuhh maaf yaa sayang, aku sampe lupa bikin kamu minum. Tunggu sebentar yaa, aku buat minum sama bawain camilan".
"Jangan terlalu repot sayang, aku cuma haus". teriak Romi dari ruang tamu, karena bunga sudah agak jauh ke dapur.
Romi memainkan ponsel, sekaligus mengecek pekerjaan juga sambil menunggu bunga membuat minuman dan camilan untuk nya.
__ADS_1
Romi nampak serius sekali mengecek pekerjaan nya sampai tak engeh jika bunga sudah kembali dengan membawa satu nampan berisi minuman dingin dan juga pangsit goreng isi daging yang memang ia bikin sendiri lalu ia taruh di dalam kulkas. Jadi sewaktu ia mau goreng tinggal ambil di dalam kulkas. Praktis saja.
"Waduuhh serius banget pak bos. Sampe aku udah balik bawa minuman kamu gak fokus". ujar bunga.
"Eh ,, cepet banget sayang?". ucap Romi
"Yaa karena aku pesulap hijau, jadi sangat cepat kan? aku ini pesulap profesional tau sayang". ujar bunga membuat Romi tertawa.
"Jadi, apa yang mau kamu ceritain sayang? insiden apa yang terjadi di proyek?". tanya bunga. Yaa, jika sedang dekat dengan keluarga atau pun orang tua nya.
"Tapi janji jangan syok"?.
"Kenapa aku harus terkejut? memang nya ada hubungan nya apa sama aku?". cecar bunga.
Sejujurnya bunga bisa saja bersikap biasa. Namun, cerita dari Romi sangat menarik perhatian bukan?
"Okee,, baiklah. Aku cuma kasih instruksi di mama diam saja yaa tuk dair kecil.
CV
Kebetulan diah sudahlah saya anggap seperti adik nya sendiri.
__ADS_1
Ada lagi kita selaku anggota sedekah segar seribu, agar memperbanyak istighfar dan shalawat.
"Susu sapi paling, bunga senang sekalian".
Tapi bocah itu kalo Denis pulang, dia akan memejamkan mata nya lalu ia beristirahat.
Karena Kinan sedang barengan, jadi gak tau siapa saja yg mau.
"Cepet sayang ceritakan kejadian di proyek. Aku gak sabar nih pengen dengerin cerita kamu yang katanya mobil bos, hehehe ". ujar bunga bercanda.
"Aku akan ceritakan inti nya saja yaa".
"Iyaaa, cepetan dooonng". pinta bunga sambil memukul lengan Romi lembut.
"Haduuhh iyaa iyaaa. Jadi tuh yaa sayang, aneh nya tiba-tiba Sheila istrinya agham dateng ke proyek, tapi dia mengalami tertimpa tangga sampai pingsan. Setelah itu ada yang kasih tau ke kita bahwa ada yang pingsan. Setelah kita cek ternyata itu Sheila. Tanpa nunggu apa apa lagi, agham dengan sigap menggendong Sheila dan membawa nya ke rumah sakit". ujar Romi.
"Lalu? kenapa kamu heboh?".
"Denger dulu kelanjutan nya. Aku minum sebentar, haus hehehe. Setelah itu yaa sayang, kamu tau yang bikin aku heran? itu ekspresi wajah nya Niken. Seperti orang yang cemburu, seperti orang yang gak suka".
Mereka berdua hening sejenak....
__ADS_1
"Apa mungkin Niken mulai suka sama agham dan kemarin itu dia cemburu? karena kelihatan sekali sayang ekspresi nya itu loh". ucap Romi.
Bunga pun menjadi diam...