Pernikahan 24 Jam

Pernikahan 24 Jam
Hadiah Setiap hari


__ADS_3

Esok hari nya, seperti biasa Niken akan menjalani rutinitas bekerja di kantor.


Jika yang awal nya Niken selalu semangat, kali ini Niken seperti tidak bersemangat untuk menuju kantor.


Sudah di pastikan alasan nya adalah bos nya yang agresif itu.


Niken berdoa semoga kali ini agham berhenti mengganggu nya dengan alasan yang aneh aneh.


Niken hembuskan nafas dengan berat, kemudian ia memantapkan mental nya apa pun yang nanti terjadi di kantor.


"Semoga hari ini pria itu tidak aneh aneh lagi". ucap Niken menyemangati diri nya sendiri.


Sebenarnya ia sedikit lega karena sudah mengeluarkan keluh kesah nya ke sahabat nya Mila dan juga Sheila istri bos nya itu tidak curiga pada nya.


Jadi Niken tak perlu khawatir dengan istri yang akan melabrak diri nya seperti yang sudah sudah.


Niken juga sebenarnya malu di perlakukan seperti itu, karena memang Niken tak pernah menggoda suami siapapun.


Niken masuk ke dalam mobilnya.


Hari ini pun dia memakai baju kantor yang lebih tertutup lagi.


Celana bahan panjang, dengan kemeja lengan pendek di padukan dengan heels setinggi lima senti menambah jenjang kaki nya Niken yang memang sudah panjang.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam karena hari ini macet sekali. Terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan panjang.


Alhasil Niken telat beberapa menit.


Sesampainya di parkiran, Niken setengah berlari menuju lift dengan beberapa karyawan yang juga terlambat.


"Eh mba Niken telat juga? biasanya paling duluan nih?". ucap beni salah satu staf di sana.


"Iyaa nih Ben, di jalan tadi ada kecelakaan jadi macet deh". jawab Niken


"Lah mba lewat jalan situ juga? emang rumah nya dimana?" tanya beni, mereka sambil ngobrol di dalam lift.


"Di jalan M, kamu lewat sana juga berarti rumah nya juga deket sama saya dong?" tanya Niken


"Waahhh sama mba. Mba RT berapa?"


"Saya RT 03 Ben".


"Jiaaahhh sebelahan doang itu sama saya, saya RT 04 mba, rumah saya deket sama kios sayuran. Kapan kapan bareng aja mba Niken sama saya, jadi hemat ongkos hahaha ".


"Boleh laahh".


Mereka pun tertawa bersama, lalu kedua nya diam karena sang bos keluar dari ruangan nya.


"Pagi pak" kedua nya membungkuk memberi hormat.


"Saya permisi dulu mba Niken, mari". beni pun pergi meninggalkan Niken


"Kenapa terlambat Ken? terus, kok bisa bareng beni?" tanya agham dengan wajah penuh selidik dan tatapan tajam.

__ADS_1


Niken berusaha bersikap tenang.


"Rumah saya dan beni berdekatan pak, tadi di jalan ada kecelakaan. Jalan nya macet parah, makanya saya agak terlambat. maaf pak".


"Ya sudah kembali ke meja kamu yaa, saya minta laporan perkembangan projek kemarin yaa Ken. Segera bawa ke ruangan saya. Selamat bekerja yaa". Agham masuk kembali ke ruangan nya dengan senyum yang terukir manis di bibir nya. Entah apa yang membuat bahagia bos nya Niken itu. Padahal kan Niken sedang membuat kesalahan dengan datang terlambat. Kenapa dia jadi senang begitu?


'Aneh'. batin Niken.


Niken pun masuk dan segera mengerjakan apa yang di minta agham tadi.


Baru saja mendaratkan b*kongnya di kursi, Niken terpaku melihat sekotak kado dengan beberapa buah cokelat di atas nya.


Niken buka lebih dulu kotak itu karena penasaran dengan isi nya.


Kalau siapa pengirim nya, sudah bisa di tebak oleh pikiran Niken.


"Whaaatttss????? kemarin cincin berlian, sekarang ada gelang emas. Astaga, pria beristri itu benar benar tidak menyerah. Sebaiknya gue kumpulin aja deh di satu box. Ada kartu ucapan nya juga lagi".


Di baca nya kartu ucapan itu oleh Niken.


Semoga cokelat membuat mood kamu lebih baik yaaa. Semoga juga kamu suka hadiah nya.


CEO mu yang paling tampan


Begitulah isi kartu ucapan tersebut.


Niken semakin tidak betah bekerja dengan agham.


Tapi dia bingung juga harus resign dengan alasan apa.


Ia lanjut kan pekerjaan nya, lalu ada seorang staf kebersihan datang ke ruangan nya untuk mengecek keranjang sampah di ruangan Niken.


"Permisi mba, saya mau cek keranjang sampah nya yaa". ucap staf kebersihan itu.


"Iyaa silahkan aja din". ucap Niken pada staf kebersihan itu yang bernama dini.


Niken jadi kepikiran untuk memberikan cokelat nya pada dini.


Niken juga khawatir kalau di cokelat itu terdapat guna-guna pemikat lawan jenis.


hiiiiiiii ngeri dong pasti nya.


Meskipun Niken anak zaman sekarang, tapi dia juga sering mendengar cerita dari mama dan tetangga nya kalau ada guna-guna macam itu untuk memikat orang yang di sukai.


Jangan sampai deehhhh..


"Din". panggil Niken


"Iyaa mba ada yang bisa saya bantu?". tanya dini


"Kamu suka cokelat?".


"Suka dong mba, mana ada perempuan gak suka cokelat, paling orang alergi doang, hihihihi".

__ADS_1


"Nih buat kamu aja, saya lagi diet soalnya ". ucap Niken bohong karena sebenarnya dia suka sekali dengan namanya cokelat.


Entah itu cokelat batangan, eskrim, atau pun makanan lainnya.


"Waaahh beneran nih mba Niken?". tanya dini dengan antusias


"Iyaa Din, beneran. Nih, bawa semua". ucap Niken seraya memberikan cokelat cokelat itu pada nya.


"Iiihhh makasih yaa mba Niken. Baik bangeeettt, banyak juga ini mba. Jadi enak loh aku. hehehehe". ucap dini senang sekali.


"Iyaa Din, bagi yang lain juga kalo gak habis".


"Siap mba Niken. Sekali lagi makasih yaaa. Saya permisi". dini pun pergi untuk melanjutkan pekerjaan nya lagi.


"Dini bahagia banget di kasih cokelat doang. Emang yaa bahagia itu kita yang ciptakan. Kerja kerja biar kaya hahaha". Niken pun kembali melanjutkan pekerjaan nya juga, ia lupakan sejenak tentang sikap bos nya itu. Ia jadi pusing jika terus di pikirkan.


"Fokus, fokus. Jangan terlalu di pikirin Ken. Bisa cepet tua Lo nanti". ucap Niken. pada diri nya sendiri.


Dengan cekatan, Niken mengerjakan tugas dari agham.


Lalu dini membawa berkas berkas itu ke ruangan agham untuk di periksa.


Tok tok tok


Niken mengetuk pintu agham.


Setelah itu dia masuk dan menyerahkan berkas.


"Ya Ken? sudah?".


"Sudah pak. Ini berkas nya boleh di lihat lagi sebelum di tanda tangani".


Agham mengecek satu persatu berkas nya, setelah dirasa tak ada yang janggal ia pun membubuhkan tanda tangan nya di sana.


"Ini, sudah. Jam berapa klien kesini Ken? atau bertemu di luar?".


"Klien yang minta kesini pak. Sehabis makan siang beliau kesini". ucap Niken .


"Oke deh, kamu boleh kembali".


"Baik pak". dalam hati Niken lega karena tidak di tahan tahan seperti biasa nya.


"Eh, Niken. tunggu!".


'Nah kan baru di omongin'. batin Niken.


"Yaa pak?".


"Kamu suka hadiah nya?".


"Terima kasih pak. Tapi sebelumnya saya minta Maaf, jangan terlalu sering memberikan saya hadiah. Saya tidak enak, takut jadi salah paham". Niken berharap agham mengerti.


"Baiklah, kamu boleh kembali".

__ADS_1


Niken pun undur diri ke ruangan nya secepat kilat.


__ADS_2