
Karena kejadian di proyek, agham memutuskan untuk pulang lebih dulu membawa Sheila.
Agham juga meminta maaf pada Romi karena tidak profesional.
Agham mengutus Niken saja yang meninjau lokasi bersama Romi, tentu di temani Denis dan juga Santi.
Entah kenapa Niken merasa sepi setelah kepulangan agham.
Niken berusaha fokus pada pekerjaan nya ini.
🌼🌼🌼
Setelah masalah di proyek beres, Romi dan lainnya pulang ke rumah masing-masing.
Saking sibuk nya dan sedikit galau karena agham pulang dengan Sheila istri nya, Niken jadi lupa memeriksa ponsel nya.
Banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab dari mama nya Niken dan yang paling banyak dari beni.
Pria itu terlihat khawatir sekali karena Niken tak ada kabar.
Itu semua terlihat dari banyak nya pesan dan panggilan telepon serta panggilan video yang tak terjawab oleh Niken.
Niken melihat ponsel nya hanya tersenyum kecil.
Dengan segera Niken menelepon balik. Pertama ke mama nya lebih dulu.
Niken memberitahu kalau ia pulang hari ini.
tuuuttt
(panggilan telepon)
"Assalamualaikum nak. Kamu sibuk banget yaa? sampe gak bisa kabarin mama. Kamu itu harus nya kirim pesan kek gitu. Kabarin mama walau sebentar. Gimana sih kamu ini Niken? jadi kapan kamu pulang?".
Niken belum sempat bicara, tapi mama nya sudah memberondong Niken dengan banyak sekali pertanyaan.
Niken pun geli sendiri mendengar mama nya khawatir dan sangat cerewet.
"Waalaikumsalam ma. hihihi". jawab niken cekikikan.
"Diiihhh, ini anak yaaa. Mama nya khawatir dia malah ketawa. Kamu tau? Beni kesini nanyain kamu kenapa kamu gak respon di telepon. Yaa mama jawab, mungkin sibuk. Karena mama telepon juga gak di respon sama kamu. Kayaknya beni bucin banget yaa sama kamu Ken". ujar mama Niken.
__ADS_1
Bukanya senang, Niken malah tambah galau.
Entah kenapa dengan hati nya.
Kemarin dia merasa sangat nyaman di dekat beni. Tapi, melihat kemesraan agham pada Sheila istrinya di depan dia membuat Niken jadi galau.
"Ya sudah ma, ini juga mau siap siap pulang. Doakan perjalanan ku yaa mama sayang. Dahh mama". Niken pun menutup telepon nya.
Sebelum pulang, Niken mengirim berkas hasil peninjauan lokasi proyek ke email agham.
Bisa saja sih nanti ia kirim setelah sampai di rumah.
Tapi, Niken ingin segera kirim email lalu ia mengirim pesan singkat ke agham bahwa laporan sudah di kirim.
Niken jadi gak sabar menunggu balasan pesan dari agham.
Setelah mengirim pesan ke agham, dia membalas pesan beni.
Niken memberi kabar kalau dia pulang hari ini.
Dengan senang hati, beni akan menjemput Niken di bandara.
Padahal Niken sudah melarang beni untuk menjemput nya. Niken merasa tidak enak.
"Gak apa apa Ken. Nanti Lo kabarin aja jam berapa flight nya. Biar bisa gue perkirakan sampai sini nya". pesan beni pada Niken.
"Gue gak mau loh ngerepotin Lo terus Ben". balas Niken
"Gue gak merasa di repotin kok Niken".
Niken menghela nafas berat nya.
"Huuufhh. Gue ini kenapa sih? kemarin baik baik aja. Kenapa sekarang malah jadi kepikiran dia sih". Niken memukul mukul kening nya.
Pasal nya, dia jadi kepikiran betapa khawatir nya agham pada istrinya itu.
Harus nya yaa wajar kalau seorang suami khawatir pada istri nya yang sedang mengalami musibah.
"Duuuhh harus nya kemarin tuh gue gak usah kasih tau Sheila aja yaa. Kok gue jadi kayak kacau gini sih. Duuuhh Lo kenapa sih Niken?". ucap Niken pada dirinya sendiri.
"Harus nya gue seneng dong, kalo si bos udah normal lagi ke istri nya. Kenapa malah gini sih? duuuhh, please Niken Lo jangan sampai punya affair sama bos". ucap niken memperingatkan dirinya sendiri.
__ADS_1
tok tok tok
(suara pintu di ketuk)
Niken pun buru-buru membuka pintu kamar nya.
"Lama banget sih Ken? aku tuh udah siap dari tadi tau. Nanti di tinggal baru tau rasa dehh". ucap Santi yang memang sudah rapih lebih dulu.
"Iyaa ini juga udah siap kok. Bentar aku ambil dulu koper ku". ujar Niken
"Iyaa, cepetan loh. Nanti kita ketinggalan pesawat". ujar Santi.
"Iya iya. Bawel deh". Niken pun kembali ke dalam untuk mengambil koper nya.
Setelah itu mereka menyeret koper masing-masing.
Sebelum pulang, mereka makan siang sejenak.
Romi, Denis, Santi juga Niken duduk di meja yang sama.
Niken menjadi tampak lebih murung setelah agham pulang bersama Sheila.
Ia juga melirik ponselnya yang belum ada balasan dari bos nya itu.
Romi sedikit memperhatikan Niken, karena biasa nya Niken lebih tegas dan berwibawa jika sedang dalam pekerjaan.
Meskipun kinerja nya masih sangat oke, tapi raut wajah tak bisa di bohongi.
Tapi Romi tak mau bertanya lebih dalam lagi karena bukan ranah nya untuk berbicara.
Karena, pekerjaan sehari lebih cepat. Mereka semua memutuskan untuk pulang lebih awal.
Romi, Denis, Santi dan Niken sudah berada di dalam pesawat.
Pesawat pun berangkat, mengantarkan semua ke tempat tujuan nya masing-masing.
Selama perjalanan, Niken hanya tertidur.
Dia juga sesekali bermimpi.
Niken justru bermimpi bahwa agham kembali membawa kan hadiah istimewa untuk nya.
__ADS_1
Di dalam mimpi Niken sangat gembira di berikan hadiah hadiah mahal seperti waktu di kantor kemarin.
Karena turbulensi, Niken jadi terbangun gara-gara turbulensi tadi.