Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Aku Sudah Menikah


__ADS_3

"Makasih obatnya tadi malem ya mas.." ucap Risa memecah keheningan


"Hmmmmm.." jawab Kevin sekenanya tanpa melihat Risa


Kevin merasa canggung sarapan bersama Risa, karena ini adalah pertama kalinya mereka makan bersama selama menjadi pasangan suami istri. Risa hanya tersenyum melihat tingkah Kevin tersebut.


Setelah selesai sarapan Risa langsung mencuci piring dan menuju kamarnya untuk segera bersiap-siap ke store. Risa berangkat lebih dulu dari Kevin dengan naik ojek online.


"Pagi Risa.." sapa Rendi


"Pagi juga Ren.." jawab Risa


"Eh lu tar malem ada acara enggak?" tanya Rendi sambil berbisik


"Enggak ada" jawab Risa


"Kita jalan yuk..gue dah lama gak keluar nih" ajak Rendi


Risa menatap Rendi


"Maaf yaaa..." jawab Risa sambil mengernyitkan dahinya


"Kok maaf.. Emang kenapa elu gak mau?" tanya Rendi menyelidik


"Gue dah ada suami.." jawab Risa berbisik di dekat telinga Rendi


Mulut Rendi ternganga


"Serius lu..??" suara Rendi meninggi


"Iya. makanya gue gak bisa sembarang keluar" ucap Risa


Rendi yang masih tidak percaya berlalu meninggalkan Risa.


Ketika istirahat siang Rendi menuju ruangan Kevin. Rendi membuka pintu dan dilihatnya Kevin sedang menatap laptopnya.


"Kak.. boleh liat CV nya Risa?" tanya Rendi


"Buat apa?" tanya Kevin balik


"Ya mau liat aja.." jawab Rendi sekenanya


"Gak boleh.. dia karyawan gue. Elu magang disini jadi diem aja" ucap Rendi ketus


"Liatin napa sih..." ucap Rendi agak nyolot


"Gue mau ajak dia jalan. Tapi dia nolak... katanya dia udah married. Gue gak percaya makanya gue mau liat CV nya" lanjut Rendi

__ADS_1


Kevin yang mendengarnya langsung menghentikan kesibukannya tadi


"Memang siapa suaminya?" tanya Kevin


"Ya mana gue tau.. dia cuma bilang udah married gitu. Makanya gue agak gak percaya. Masak iya dia dah punya suami tapi kerja sebagai kasir" ucap Rendi


"Udah sana keluar.." usir Kevin pada Rendi


"Mana CV nya..." ucap Rendi memelas


"Keluar..." tegas Kevin


Rendi keluar ruangan Kevin dengan hati mengumpat.


"Emosi tuh orang akhir-akhir ini labil banget kenapa sih.." gumam Rendi dalam hati


Rendi mengamati Risa dari kejauhan. Dia masih tidak percaya kalau Risa sudah menikah


"Liatin apa sih mas..." Ana mengejutkan Rendi


kepala Ana sambil celingukan mencari apa yang dilihat Rendi


"Emang bener ya Risa udah married.." tanya Rendi pada Ana yang matanya masih menatap Risa


"Kok Ana lupa ya.. ada di CV sih, tapi CV nya udah di pak Kevin mas" jawab Ana


Di ruang lain


Kevin sedang mencari sesuatu di rak mejanya. Setelah menemukan yang dicari Kevin kemudian membukanya


"Apa dia sengaja menulis ini di CV nya" gumam Kevin menatap berkas tersebut


Kevin keluar dan menuju meja Ana


"Setelah jam kerja selesai suruh Risa ke ruangan saya" ucap Kevin pada Ana


"Baik pak. ." jawab Ana


pukul 4 sore


"Risa.. ke ruangan pak Kevin sebentar ya" ucap Ana pada Risa


"Iya mbak.." jawab Risa


"Tok..tok..tok.." Risa mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Kevin


Kevin sedang menata beberapa berkas dan melihat Risa yang datang

__ADS_1


"Ada perlu apa bapak memanggil saya kesini?" tanya Risa


"Kamu sengaja menulis ini di CV kamu..?" ucap Kevin sambil melemparkan berkas


"Maksudnya apa pak? saya tidak paham" ucap Risa sambil mengamati CV miliknya


"KAMU MAU KASIH TAU SELURUH DUNIA KALAU KITA PASANGAN SUAMI ISTRI?? HAH??" suara Kevin meninggi


"Tapi aku tidak menuliskan dengan siapa aku menikah kan mas" ucap Risa lirih


"Alah omong kosong.. nyatanya kamu ngomong sama Rendi kalau kamu udah nikah" ucap Kevin lagi


"Memang nyatanya kita sudah menikah mas.. mau sampai kapan pernikahan ini akan dirahasiakan?" ucap Risa yang sudah tidak sanggup menahan air matanya.


"Kalau memang mas Kevin benar-benar tidak menganggapku, mari antarkan aku ke Semarang" ucap Risa dan berlalu meninggalkan Kevin


Risa menangis tersedu-sedu ketika keluar dari ruangan Kevin. Ana dan Rendi yang melihatnya terkejut dan saling pandang. Risa berlari keluar store mengabaikan Ana dan Rendi yang memperhatikannya.


Kevin duduk termangu di ruangannya. Dia meletakkan kepalanya di atas meja menatap ke bawah.


"Sial.. kenapa gue sekasar itu sih" ucap Rendi sambil mengangkat kepalanya dan mengacak-acak rambutnya


Terdapat penyesalan di hati Kevin karena sikapnya terhadap Risa


jam 7 malam


Kevin keluar dari store dan menuju parkiran. Dilihatnya langit yang sedang mendung. Kevin melajukan mobilnya menuju rumah.


Sesampainya di rumah. Kevin masuk ke dalam dan melihat sekelilingnya yang sepi. Dia menuju kamarnya dan segera mandi


Jam menunjukkan pukul 9 malam. Kevin merasa lapar dan segera keluar kamar. Dia menuju dapur dan mencari makanan.


"Kok tumben si Risa gak masak.." ucap Kevin


Kevin pergi menghampiri Risa di kamar. Hujan sedang turun dengan derasnya. Kevin mengetuk pintu namun tidak ada jawaban. Kemudian Kevin membuka pintunya.


"Risa.." panggil Kevin di balik pintu


Hening


Kevin membuka pintu lebih lebar


"Kok dia belum pulang ya.. apa gara-gara kejadian tadi dia gak pulang" ucap Kevin penasaran


Ketika Kevin hendak menutup kembali pintu kamar Risa, matanya terbelalak melihat bingkai foto di meja rias Risa. Foto sepasang pengantin dan satu lagi sebuah bingkai foto keluarga


Kevin mendekati meja tersebut

__ADS_1


"Ayah, ibu.. dan Icha" gumam Kevin sambil memegangi bingkai foto.


__ADS_2