Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Baby Crab


__ADS_3

"Aku berangkat ke store dulu sayang" ucap Kevin lalu mengecup kening Risa


"Nanti siang aku kesana membawa makan siang ya yank" ucap Risa semangat setelah mencium tangan Kevin


"Boleh. Tapi hati-hati di jalan" sahut Kevin memberi pesan


"Oke sayang" timpal Risa cepat


Risa melambaikan tangannya begitu Kevin mulai melajukan mobilnya dan meninggalkan halaman rumah mereka.


Store


"Hari ini pukul 10 pengacara Crist akan datang mas" ucap Miko kepada Kevin yang masih berdiri di depan meja kerja Kevin


"Baik, bagaimana perkembangan kasus perampokan store cabang?" tanya Kevin yang masih sibuk dengan laptopnya


"Dia masih belum mengaku dan tetap kekeuh dengan ucapannya" jelas Miko


"Tapi kemarin Jafar mengunjunginya lagi, mungkin hari ini dia akan memberi informasi untuk mas" imbuh Miko


"Oke, aku tunggu kabar baiknya. Setelah ini tolong panggilkan Dina kesini" pesan Kevin kepada Miko


"Baik mas" sahut Miko kemudian keluar meninggalkan ruangan Kevin


Beberapa saat kemudian Dina masuk dengan membawa berkas di tangannya.


"Ini laporan penjualan store pusat bulan ini pak" ucap Dina memberikan berkas kepada Kevin


"Terimakasih. Saya akan cek dulu, kamu silahkan lanjutkan pekerjaanmu" titah Kevin


Dina melangkahkan kakinya dan melanjutkan pekerjaannya kembali di ruangannya.


Pukul 10 pagi, pengacara Crist datang berkunjung. Setelah dipersilahkan masuk oleh Kevin, dengan ditemani Miko ketiganya duduk di sofa ruangan Kevin


"Bagaimana tentang ibu Ana, apakah dia mau berdamai?" tanya pengacara Crist


"Aku sudah mencoba berbicara dengannya. Tapi dia tetap ingin saya bertanggungjawab atas kehamilannya" ucap Kevin menjelaskan

__ADS_1


"Baiklah, saya akan ajukan berkas tuntutan ke pengadilan. Tolong siapkan bukti-bukti yang dibutuhkan dan untuk saat ini bapak lebih baik tidak membuat masalah atau urusan yang rumit dengan orang lain" pesan pengacara Crist


"Baik, saya dan sekretaris saya akan siapkan semua bukti yang dibutuhkan" tegas Kevin


"Saya akan menghubungi bapak segera setelah berkas pengajuan diterima. Kalau begitu saya pamit dulu. Selamat siang" ucap pengacara Crist berpamitan


"Terimakasih sudah banyak membantu pak" ucap Kevin lalu berjabat tangan dengan pengacara Crist


Setelah kepergian pengacara Crist, Jafar masuk ke ruangan Kevin


"Selamat siang bos" sapa Jafar


"Saya membawa hasil tes DNA beberapa laki-laki yang pernah dekat dengan Ana" lanjut Jafar


Kevin tersenyum sekilas mendengar kabar berita dari Jafar.


"Ada satu laki-laki yang DNA nya sama dengan DNA bayi dikandungan Ana. Ini adalah fotonya" imbuh Jafar memperlihatkan sebuah foto


Kevin menerima foto tersebut dan melihat dengan teliti. Matanya membulat sempurna melihat sosok dalam foto tersebut. Tidak pernah dibayangkan jika selama ini ayah dari bayi yang dikandung Ana adalah laki-laki tersebut.


Setelah Kevin, Miko dan Jafar selesai berdiskusi tentang persiapan persidangan yang akan datang, Kevin memikirkan hal lain yang membuatnya merasa ganjil.


"Apa yang membuat Andre bisa berbuat seperti itu?" gumam Kevin lagi sambil mengacak kasar rambutnya


Ceklek, pintu ruangan Kevin terbuka


Dengan sedikit terkejut Kevin memandang sosok Risa yang berjalan menghampirinya.


"Masih sibuk?" tanya Risa tersenyum lalu mencium pipi Kevin


"Tidak, aku senang kamu datang lebih awal" ucap Kevin tersenyum membelai rambut Risa


Risa melirik jam yang melingkar di tangannya


"Hmm, lebih awal lima belas menit ternyata. Aku bosan di rumah, ya sudah aku langsung kesini" celoteh Risa jujur karena merasa bosan di rumah.


Kevin tersenyum mendengar ocehan Risa yang duduk di atas pangkuannya.

__ADS_1


"Hari ini masak apa sayang?" tanya Kevin penasaran melihat bag bekal yang dibawa oleh Risa


"Coba cium baunya" ucap Risa dengan senyum bangga lalu menyodorkan bag ke dekat hidung Kevin


"Udang..?" tanya Kevin penasaran dengan senyum yang mengembang


"E'em.. " sahut Risa berdehem lalu menggelengkan kepalanya


"Mari kita buka.." ucap Risa dengan cerianya


"Wow.. baby crab ini yank?" tanya Kevin dengan ekspresi tidak percaya


"Yess baby" sahut Risa manja dengan senyum manisnya


"Kamu memang terbaik sayang.." ucap Kevin memberikan jempolnya ke arah Risa lalu mengecupi seluruh wajah Risa. Risa merasa geli dengan perlakuan Kevin kepadanya


"Ya sudah ayo makan, aku sudah penasaran dengan rasanya" ajak Kevin sambil mengecapkan lidahnya menatap masakan Risa


Risa segera membuka bag bekal yang dibawanya, lalu segera menata di atas meja. Mereka berdua menikmati baby crab asam manis masakan Risa. Raut bahagia dari keduanya terpancar sangat jelas. Risa dan Kevin saling menyuapi satu sama lain. Ruangan dingin tersebut diselimuti perasaan hangat keduanya. Cinta dan kasih sayang akan selalu tumbuh bersama senyum mereka.


**


Jam kerja sudah selesai, Risa dan Kevin pulang bersama. Sesampainya di rumah, keduanya lalu membersihkan diri.


"Aku merasa lapar yank.. " ucap Kevin yang sedang rebahan di ranjang


"Haa..?? Baru juga kita selesai makan malam yank, sudah lapar lagi?" sahut Risa menghampiri Kevin


"Aku ingin memakanmu..." ucap Kevin lalu dengan cepat dia menarik tubuh Risa hingga jatuh dalam pelukannya.


Risa yang tiba-tiba mendapat serangan tersebut langsung mencoba membela diri. Dis mencoba melepaskan pelukan Kevin, namun dia kalah kuat karena Kevin sudah mengunci tubuhnya.


"Aku mencintaimu sayang.." ucap Kevin lirih di dekat tengkuk Risa


Risa merasakan hembusan nafas hangat milik Kevin.


"Aku juga sangat mencintaimu.." sahut Risa lalu mengecup bibir Kevin

__ADS_1


Kevin tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dengan cepat dia ******* habis bibir Risa. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya dia bisa berbuka juga. Dia berbuka dengan kemanisan tubuh Risa. Keduanya saling menjilat, *******, dan menyesap. Hingga akhirnya sebuah lenguhan panjang mengakhiri ritual penyatuan tubuh keduanya.


__ADS_2