
"Ana, bagaimana dengan Dita.. apakah dia benar melakukan kecurangan keuangan?" tanya Kevin kepada sekretarisnya
"Benar pak.. semua sudah diselidiki dan benar Dita pelakunya" jawab Ana
"Baiklah, kamu bisa keluar" ucap Kevin
"Dasar perempuan kurang ajar.. tunggu saja aku akan buat perhitungan denganmu" ucap Kevin geram
Diketahui bahwa Dita adalah pegawai bagian kasir dan melakukan penggelapan uang. Hal tersebut yang membuat keuangan toko tidak stabil dan membuat pusing kepala Kevin serta melampiaskannya ke Risa.
"Hallo Ana.. segera panggil Dita ke ruangan saya" perintah Kevin di telfon
"Baik pak.." jawab Ana
10 menit kemudian
Tok..tok..tok...
"Permisi pak.." Dita membuka pintu
"Masuk.." jawab Kevin
"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya Dita
"Sepertinya ada beberapa hal yang harus kamu selesaikan" ucap Kevin dengan tersenyum sinis
"Perihal apakah pak?" tanya Dita
Kevin melemparkan berkas ke hadapan Dita. Dita mengambilnya dan terkejut. Matanya melotot serasa ingin keluar ketika melihat berkas tersebut.
"Ampun pak.. maafkan saya" Dita berlutut sambil mengatupkan kedua tangannya. Matanya berkaca-kaca
"Kamu tidak perlu minta maaf. Lunasi saja hutangmu dan keluar dari sini" tegas Kevin dan meninggalkan Dita
Di meja sekretaris
"Ana.. cepat cari pengganti Dita"
"Di store cabang Jakarta Utara ada yang melamar di bagian kasir pak, tetapi disana sudah terisi. Saya sudah melihat CV nya dan dia berpengalaman di bidang keuangan." Tutur Ana
"Oke, baiklah.. segera hubungi dia" ucap Kevin
"Apa bapak tidak ingin melihat CV nya dulu?" tanya Ana
Kevin berlalu mengabaikan ucapan Ana
Kevin menuju restoran terdekat untuk makan siang. Ketika dia sedang makan tiba-tiba teringat tentang kemarahannya kepada Risa
"Apa gue dah keterlaluan ya sama dia.. hmmmmm" gumam Kevin sambil menikmati makanannya
__ADS_1
"Hallo bro.. sendiri terus, bini elu mana?" tanya Doni yang tiba-tiba datang
"Gue mau cerita deh sama elu. Tadi malem gue gak sengaja marahin tuh cewek.. kira-kira gue harus minta maaf gak?" tanya Kevin
"Wah..dah tumbuh benih-benih nih" gurau Doni
"Gue serius woyyy...." ucap Kevin
"Gue juga serius bro.." Doni tertawa
"Gini.. sekitar seminggu yang lalu elu bilang mau cerai tuh ama bini elu, nah sekarang elu mau minta maaf sama dia..terus yang mau elu tanyain apa? Elu salah kalau tanya ama gue. Tanya sama hati elu sendiri." lanjut Doni sambil menunjuk dada Kevin
Kevin yang mendengarkan perkataan temannya hanya terdiam
"woyy... kenapa bengong aja bro" Doni mengejutkan Kevin
"Apaan sih lu..." Kevin pergi meninggalkan Doni
"kemana bro... jangan lupa minta maaf ya.." teriak Doni
Kevin pergi dengan membawa kebingungan untuk minta maaf atau tidak. Tiba-tiba handphone nya berbunyi
"Hallo..ada apa?"
"Gue disuruh pengacara Han mulai belajar magang di store elu" suara Rendi disana
"Yaudah..dateng aja ke store. Udah gue sibuk" ucap Kevin
Kevin pergi melajukan mobilnya dengan kencang. Kepalanya pusing memikirkan beberapa permasalahan yang terjadi di store. Ditambah lagi dengan sikapnya kepada Risa.
Di rumah Kevin, Risa sedang menonton tv dan bersantai. Tiba-tiba handphone nya berbunyi
"Hallo.. selamat siang. Dengan saudara Risa disana?" suara perempuan ditelepon
"Ya..saya Risa" jawab Risa
"Saya sekretaris dari store Star Clothe's ingin menghubungi anda untuk melakukan interview besok pagi pukul sembilan pagi. Alamat store Jl. Mangga Raya No. 34 Blok C Kemayoran" ucap suara di seberang sana
"Haa.. apa benar mbak besok saya interview??" tanya Risa penasaran
"iya kak. silahkan datang tepat waktu. Untuk alamat lengkapnya nanti saya kirimkan melalui pesan singkat. Terimakasih atas waktunya. Selamat siang." suara perempuan disana.
"Terimakasih.. selamat siang" jawab Risa
"Tuutt..tuutt..tuutt..." telepon terputus
Risa sangat senang karena mendapat panggilan kerja. Bibirnya terlihat jelas sedang tertarik lebar
Jam 7 malam
__ADS_1
Kevin benar-benar lelah dengan pekerjaannya. Dia keluar meninggalkan store dan pergi melajukan mobilnya. Dia berhenti memarkirkan mobilnya di depan sebuah Club di daerah Menteng. Rasanya Kevin ingin melupakan sejenak rasa lelahnya.
"1 botol istimewa.." ucap Kevin kepada pelayan club
Pelayan memberikan 1 botol pesanan Kevin dan gelasnya. Kevin langsung menuangkan minuman tersebut ke dalam gelasnya. Pusing di kepala Kevin semakin berdenyut-denyut. Dia menegak semua minuman tersebut melalui botolnya.
1 jam berlalu..
Kevin terkapar karena mabuk. Masih dalam kondisi setengah sadar, dia pulang naik taksi menuju rumahnya.
"tok......tok.....tok....."
Risa menuju pintu dan membukanya
begitu pintu terbuka, Risa terkejut karena melihat kondisi Kevin yang sangat mabuk.
Bruugg..
Kevin menubruk badan Risa. Dengan sekuat tenaga Risa menahan tubuh Kevin agar tidak terjatuh. Risa menopang tubuh Kevin menuntunnya ke kamar
"Mas Kevin kenapa minum-minum.." gumam Risa sembari menuntun Kevin
"Istriku...istriku sayang" celoteh Kevin
Risa sedikit senang dengan celoteh Kevin
Kevin yang masih sedikit sadar mendongakkan kepalanya menatap Risa.
"gadis kampungan....." ucap Kevin tiba-tiba
Risa menghela nafas panjang dan melanjutkan menuntun Kevin
Sesampainya di kamar
Bruuggg
Risa terjatuh bersama dengan tubuh Kevin. Tenaga nya terkuras habis karena membawa Kevin ke kamar. Risa melepas sepatu Kevin dan melonggarkan kemejanya. Kemudian menutupi tubuh Kevin dengan selimut.
Ketika hendak keluar kamar
"Maaf...
"maafin aku..." ucap Kevin lirih
Risa mendekatinya, tapi ternyata Kevin sudah tertidur pulas
Risa melihat sekeliling kamar Kevin
"Oh..begini ya kamar mas Kevin. Rapi dan bersih jug ternyata" gumam Risa dalam hati
__ADS_1
Matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah foto
"Bayu....." ucap Risa pelan.