
"Apa kamu lupa dengan usiamu?" sindir Rendi
"Kamu akan seperti itu juga jika sudah menemukan cintamu. Atau bahkan bisa lebih parah dariku" balas Kevin
"Hahaha.. Aku tidak mungkin sepertimu" elak Rendi
Kevin yang mendengar ucapan Rendi hanya diam tidak menanggapi, karena adiknya itu belum merasakannya sendiri sehingga dengan mudahnya berkata seperti itu.
"Apa kamu sudah tau siapa ayah dari anak yang dikandung Jeanny?" tanya Rendi
"Jadi dia benar-benar hamil?" tanya balik Kevin sedikit terkejut
"Kamu benar-benar tidak tau?" tanya Rendi memastikan
"Aku pikir dia hanya berpura-pura" balas Kevin
"Setelah Risa menceritakan kedatangan Jeanny, aku langsung mencari tau kebenarannya melalui temanku Daniel. Dia sangat bisa diandalkan karena memiliki koneksi yang luar biasa" jelas Rendi
"Jadi siapa ayah kandungnya?" tanya Kevin tidak sabar
"Joseph Smith.. pacarnya yang di London. Dia itu playboy kelas kakap.. tapi itu juga karena kesalahan Jeanny sendiri yang tidak bisa membatasi pergaulan" lanjut Rendi menjelaskan
"Kenapa semua perempuan yang sedang hamil ingin menjadikan aku sebagai ayah dari anak mereka.." gumam Kevin heran
"hanya Ana dan Jeanny. Apa kamu ingin ada perempuan lain lagi yang mengaku seperti itu?" tanya Rendi ketus
"Mana mungkin.. mereka saja sudah membuatku hampir gila" sahut Kevin
"Lalu apa rencanamu?" tanya Rendi
"Ya kita lihat dulu apa rencana Jeanny.." sahut Kevin datar
"Apa aku sudah menyakiti hati Jeanny dengan sangat keterlaluan?" tanya Kevin serius kepada Rendi
"Kamu pikir saja sendiri. Tapi yang aku tau dulu, papa dan om Han sepakat untuk tidak membahas kalian lagi setelah mendengar keputusan papa yang ingin menikahkanmu dengan perempuan lain" jelas Kevin
"Dan apa keluarga kita kurang berterimakasih kepada om Han? kenapa Jeanny mengungkit-ungkit kalau kita tidak pernah balas budi.." tanya Kevin lagi
"Dia berkata seperti itu?" selidik Rendi tidak percaya
"Iya. Dia selalu mengatakan kalau aku menyakiti hatinya dan keluarga kita adalah keluarga yang tidak pernah balas budi kepada om Han" ucap Kevin menjelaskan
"Sebenarnya apa yang direncanakan dua orang itu.." gumam Rendi
__ADS_1
"Kamu merasa ini rencana mereka berdua?" tanya Kevin ragu
"Bukankah om Han yang menjadi pengacara Ana? Itu sudah jelas mereka memiliki niat jahat kepadamu atau kepada keluarga kita" jelas Rendi
Tiba-tiba ponsel Kevin bergetar pertanda pesan masuk. Pesan tersebut berasal dari Jafar. Kevin membuka salah satu pesan tersebut yang isi pesannya adalah file tentang biodata seseorang. dan yang satunya adalah sebuah foto perempuan
"Perempuan s*alan ini lagi.. kali ini aku tidak bisa memaafkan" gumam Kevin sangat geram
Rendi yang melihat perubahan ekspresi Kevin seketika penasaran dengan apa yang terjadi lalu menatap penuh tanya ke arah Kevin
"Jeanny adalah orang yang sengaja membuat Risa keguguran.." ucap Kevin dengan emosi
"Apa..?? kamu jangan bercanda" ucap Rendi yang sangat terkejut
"Mana mungkin aku bercanda jika mengenai Risa.." balas Kevin ketus
"Aku akan melaporkannya ke polisi" ucap Kevin tegas
"Dia sudah melakukan kejahatan, itu sama saja dengan pembunuhan. Aku sutuju jika kamu ingin melaporkannya" sahut Rendi lalu menepuk-nepuk pundak Kevin dan berlalu meninggalkan Kevin sendirian
Kevin kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Miko sekretarisnya.
"Laporkan dia ke polisi dan berikan semua bukti-buktinya. Singgung juga tentang ayahnya" perintah Kevin
Setelah panggilan terputus, Kevin menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya.
"Semoga keputusan ini yang terbaik.." gumam Kevin
**
Setelah dua hari berlalu Kevin masih disibukkan dengan kondisi store yang mulai stabil. Dia sedang berada di ruangannya melihat katalog produk untuk stok store nya
"Tok.. tok.. tok.. " suara pintu diketuk
"Masuk.." sahut Kevin
Sosok Miko berjalan menghampiri Kevin
"Laporannya sudah diterima, dan hari ini nona Jeanny dipanggil pihak kepolisian. Dan juga.." ucap Miko yang diputus
"Katakan.." perintah Kevin
"Pengacara Han sudah ditangkap karena banyak melakukan pemalsuan bukti dan penyelewengan jabatan" ucap Miko hati-hati
__ADS_1
Kevin yang mendengarnya menghela nafas panjang dan mengusap kasar wajahnya.
"Baiklah. Tolong tinggalkan aku sendiri" pinta Kevin
"Baik mas.." ucap Miko lalu meninggalkan ruangan Kevin
ponsel Kevin bergetar dan dilihatnya pesan dari Risa
"Sedang apa mas? Sudah makan belum? Ini sudah waktunya makan siang" tulis Risa
"Hmmm.. aku tidak berselera makan.. aku hanya merindukanmu" balas Kevin
"Makanlah dulu.. maka aku akan segera pulang.. Hihi" balas Risa
"Iya sayang.. sebentar lagi aku makan" Tulis Kevin lalu mengakhiri obrolan pesan mereka
Kevin berbohong kepada Risa, karena selera makannya sedang hilang mengingat keluarga Jeanny yang sekarang sedang di kantor polisi. Tapi Kevin kembali meneguhkan hatinya, itu semua karena perbuatan mereka sendiri, dan mereka harus menanggung akibatnya.
"Tok.. tok.. tok.. " suara pintu diketuk kembali
"Masuk.." ucap Kevin
Sosok Dina berjalan menghampiri Kevin
"Permisi pak, ini berkas kontrak kita dengan garment Glory Jaya. Pihak mereka setuju untuk bekerja sama dengan store kita. Tapi mereka ingin bapak sendiri yang datang langsung ke garment mereka" ucap Dina menjelaskan
"Di Semarang?" tanya Kevin memastikan
"Iya benar pak.." sahut Dina
Seketika mata Kevin berbinar
"Oke. Kapan saya bisa kesana?" tanya Kevin dengan semangat
"Besok pak" sahut Dina lagi
"Oke. Tolong kamu atur semuanya" pinta Kevin
"Baik pak. Nanti akan saya kabari jam penerbangannya. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dina pamit
"Iya terimakasih" sahut Kevin
"Besok kita akan bertemu sayang.. aku sudah sangat merindukanmu.." gumam Kevin dalam hati sambil mengulas senyum di bibirnya.
__ADS_1