
Risa menangis tersedu-sedu di kamarnya. Dia sedih karena harus meninggalkan bapaknya dan harus menikah dengan orang yang belum dikenalnya. Sedangkan di ruang tamu musyawarah masih berlangsung
"Saya yakin, pak Harun sudah menduga hal ini akan tiba. Saya menyarankan agar pernikahan segera dilakukan dalam minggu ini pak" tegas pengacara Han
mata Kevin membelalak ke arah pengacara Han.
"sial..kenapa harus dalam minggu ini, perjodohan persetan dan pernikahan dadakan? heeh, tunggu saja pembalasanku." gumam Kevin dalam hati
"Saya ikut saja dengan pengacara Han. silahkan saja diatur, pernikahan ingin dilaksanakan kapan dan dimana" jelas pak Harun
"Bagaimana Kevin, kamu ingin pernikahan di Semarang apa di Jakarta? pilihan ada di kamu" tanya pengacara Han kepada Kevin.
"Di Semarang saja om, pernikahan yang sederhana dan sakral. Hanya keluarga saja yang diundang. Toh kalau pernikahan besar membutuhkan waktu yang cukup lama. Biar nanti di Jakarta diadakan perayaan lagi" sahut Kevin
"pernikahan di Jakarta? mau ditaruh mana mukaku ini kalau teman-temanku pada tau. Dijodohkan? Istrimu kampungan sekali? Ahh, pertanyaan-pertanyaan gila akan bermunculan. lebih baik menikah disini tanpa tiada yang tau." ucap Kevin dalam hati.
"Baik, pernikahan akan dilaksanakan lusa. segala perlengkapan pernikahan akan saya siapkan" ucap pengacara Han.
"Risa..." panggil pak Harun
"Iya pak" jawab Risa
"Risa, lusa kamu akan menikah. keluarlah dari pekerjaanmu dan siapkan dirimu ya nak" ucap pak Harun
__ADS_1
"Baik pak" jawab Risa
"Penurut sekali gadis ini. Karena sifat penurutnya akan jadi bumerang bagi dirinya sendiri." gumam Kevin dalam hati.
kemudian Kevin dan pengacara Han pamit dan kembali ke Jakarta. Mereka semua saling bersalaman kecuali Kevin dengan Risa.
Malam Hari
Risa sedang duduk di karpet bawah sambil melipat pakaian
"Risa, apakah kamu terkejut dengan perjodohan ini?" tanya pak Harun
"Risa memang terkejut pak, tapi Risa tidak akan menolak. Risa tau, bapak akan memilih segala sesuatu yang terbaik untuk Risa" jawah Risa
"Nak Kevin anak yang baik. Kamu tau kan pak Andi dan bu Lia, mereka sangat baik, pasti anaknya pun dididik dengan sangat baik" jelas pak Harun
"Iya bapak, Risa akan menerima mas Kevin menjadi suami Risa dengan ikhlas dan akan menjadi istri yang baik untuk mas Kevin" jawab Risa sambil tersenyum.
Kini tibalah di hari pernikahan
Kevin dan Risa menikah di masjid Agung Semarang. Dari keluarga Risa hanya dihadiri oleh pak Harun dan beberapa saudara lain. Sedangkan dari keluarga Kevin hanya pengacara Han dan Kevin serta kru pemotretan dan perias.
Risa keluar dari kamar ganti setelah di rias, dia mengenakan kebaya putih panjang dengan rambut disanggul. Risa terlihat sangat cantik dan manis. Tak terasa air mata pak Harun menetes.
__ADS_1
Sedangkan di kamar lain, Kevin dengan sangat kesal dan terpaksa mengenakan setelan jas berwarna hitam. Meskipun dia terlihat kesal tetapi dia tetap terlihat tampan.
Semua orang sudah memasuk aula dalam masjid untuk melakukan ijab qobul.
"Saya nikahkan dan kawinkan saudara Kevin Wijaya bin Andi Wijaya dengan Risa Amelia binti Aryadi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 50 gram dibayar tunai" ucap penghulu
"Saya terima nikah dan kawinnya Risa Amelia binti Aryadi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" jawab Kevin
"SAH.." ucap semua orang yang hadir dalam aula tersebut.
Akhirnya Kevin dan Risa sah menjadi suami istri. Terlihat jelas aura bahagia di wajah Risa, pak Harun dan pengacara Han. Tetapi tidak dengan Kevin, dia seperti menahan amarah yang sangat besar. Meskipun begitu, senyum palsu harus dia tunjukkan kepada semua orang.
Setelah itu, sesi foto-foto antara mempelai dan keluarga. Setelah semua rangkaian acara pernikahan selesai pak Harun pamit pulang.
"Risa, bapak pulang dulu, berbahagialah dengan pernikahanmu. Hormati dan sayangi suamimu" pak Harun menasihati Risa sambil mengelus rambut nya
"Baik pak" jawab Risa
"Kevin, Risa sekarang istrimu, dia sepenuhnya hak dan tanggung jawabmu. Jagalah dia, lindungi dan sayangi dia" ucap pak harun kepada Kevin sambil menepuk pundaknya
"Baik pak" jawab Kevin
Risa memeluk pak Harun dan tak terasa air matanya menetes. Pak Harun melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Risa dan kemudian pergi meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
Risa mengambil koper dan barang-barangnya. Risa, Kevin dan pengacara Han kembali ke Jakarta.