Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Tiba di rumah


__ADS_3

Kevin dan Risa saling diam ketika di pesawat. Kevin memilih tidur dan acuh kepada Risa.


Sesampainya di rumah Kevin, Risa bingung harus bagaimana karena Kevin masih mendiamkannya. Akhirnya Risa memberanikan diri untuk bertanya.


"Mas Kevin, kamar kita dimana? Aku mau meletakkan barang-barang dan juga ingin segera ganti pakaian" tanya Risa


"Kamar kita? Kamu tidur di kamar yang lain. di ujung sana ada kamar. kamu tidur disana!" jawab Kevin ketus


"Kenapa kita tidur terpisah mas, kita kan sudah menikah" tanya Risa lagi


"Asal kamu tau Risa, aku sangat terpaksa menikahimu. Aku tidak mencintaimu dan aku sangat membencimu" ucap Kevin tegas


Risa tertunduk diam, dadanya sangat sesak mendengar ucapan Kevin.


"Gara-gara kamu, kebebasanku terganggu, dan aku berada di hubungan yang tidak aku inginkan. Aku pun malu dengan pernikahan ini jika temen-temenku tau". lanjut Kevin


"Kalau mas Kevin tidak mengharapkan pernikahan ini, kenapa mas Kevin tidak menolak?" tanya Risa yang tanpa tersadari air matanya sudah keluar


"Menurutmu aku diam saja ketika tau tentang perjodohan ini? hah? Papa mengancamku tidak akan memberi apapun untukku jika aku menolak pernikahan ini. Lalu apa menurutmu aku harus melepas semua karena gadis seperti kamu? ha?

__ADS_1


"tidak, aku tidak bisa melepaskan semua ini. Karena itu aku terpaksa menikahimu". jelas Kevin pada Risa


Risa masih menangis tanpa suara. Dia tidak berani menatap Kevin


"Jadi, mulai sekarang, kamu tidur di kamar ujung sana, lakukan yang ingin kamu lakukan. Tapi ingat, jangan menggangguku, jangan mencampuri urusan ku dan jangan memancing amarahku" tegas Kevin pada Risa


Kevin menuju kamarnya dan meninggalkan Risa yang duduk lemah di sofa ruang tamu.


Risa yang mendengarkan semua ucapan Kevin hampir tidak mempercayainya. Tapi itulah kenyataannya bahwa Kevin tidak menerimanya.


Perlahan Risa berjalan menuju kamar yang dimaksud. Dia merebahkan badannya di atas kasur dan kembali menangis. Risa teringat paman dan orang tua kandungnya. Risa menangis cukup lama sampai akhirnya tertidur.


Jam menunjukkan 4 sore. Risa bangun dan ingin membersihkan diri.


Risa bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu dia pergi ke dapur untuk memasak.


Sampai di dapur, Risa melihat isi kulkas yang ternyata hanya ada telur dan daun bawang. Risa akan mamasak omelette untuk dia dan Kevin.


Malam hari

__ADS_1


"Tok..tok..tok.." Risa mengetuk pintu kamar Kevin


"Tok..tok..tok.." Risa mengulangi lagi


pintu terbuka dan..


"Berisik sekali kamu ini, sudah aku bilang jangan mengganggu dan mencampuri urusanku" jawab kevin dengan kasar


"Aku sudah menyiapkan makan malam untuk mas Kevin, mari makan mas.." ajak Risa pada Kevin


Tanpa menjawab, Kevin membanting menutup pintunya lagi.


Risa yang mendapat perlakuan itu, hatinya terasa sesak dan hancur. Tidak pernah dia diperlakukan dengan kasar seperti ini. Risa menahan air matanya agar tidak terjatuh.


"Baik, aku tunggu di ruang makan mas" ucap Risa di dekat pintu


Sudah hampir 1 jam Risa menunggu. Perutnya terasa sangat lapar karena dia belum makan dari siang.


"Maaf mas Kevin, Risa makan duluan. Risa sudah sangat lapar" ucap Risa sambil memandangi pintu kamar Kevin

__ADS_1


Selesai makan, Risa mencuci piringnya dan kembali menuju kamar. Di dalam kamar Risa menata baju dan barang-barang yang dibawanya. Meletakkan baju di lemari, menata perlengkapan make up di meja rias dan menaruh bingkai foto di atas mejanya. Foto Risa kecil dengan ayah dan ibu kandungnya.


Di dapur, seseorang sedang melahap makanan yang dimasak Risa. Kevin merasa sangat lapar dan dia pun makan masakan Risa.


__ADS_2