Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Merindukanmu


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan Kevin masih berada di ruang kerjanya. Setelah mengecek beberapa laporan keuangan store, Kevin memutuskan untuk segera pulang. Dia menuju mobilnya lalu mengendarainya dengan kecepatan sedang. Di tengah perjalanan, dia mengubah niatnya untuk pulang dan menuju suatu tempat.


Setelah hampir satu jam mengemudi dia sampai di tempat tujuan. Kevin sudah berdiri di depan pintu apartemen Rendi dan segera memencet bel untuk memanggil penghuninya. Sesaat kemudian pintu terbuka dan tanpa ijin dari sang pemilik Kevin menerobos masuk.


"Ada apa kesini?" tanya Rendi penasaran


"Jangan pura-pura bodoh.. kamu sengaja membodohiku tentang keberadaan Risa kan.." selidik Kevin yang sudah duduk di sofa


"Hahaha.. kamu kesini hanya mengatakan itu?" kelakar Rendi menertawakan


Kevin yang melihat tawa adiknya hanya melirik dengan sinis


"Apa maksud kamu melakukan itu? apa kamu ingin Risa pergi meninggalkanku?" tanya Kevin dengan tatapan tajam


"Haha.. Kenapa kamu berpikir sejauh itu.. aku hanya sekedar mengerjaimu. Itu saja, aku tidak memiliki maksud lain" jelas Rendi yang masih dengan tawanya


"Toh sekarang kamu sudah tau kan dia dimana.." lanjut Rendi


Kevin hanya diam tidak menanggapi ucapan Rendi


"Aku memang memiliki perasaan untuk Risa. Tapi itu dulu.. dan sekarang aku masih memiliki perasaan untuknya" ucap Rendi tenang


Kevin yang mendengar ucapan Rendi seketika matanya membulat dan menatap tajam ke arah Rendi.


"Haha.. kamu mulai lagi. Sekarang aku hanya menganggapnya sebagai kakak ipar. Kamu puas??" kelakar Rendi lagi lalu melihat serius ke arah Kevin


Kevin yang mendengar ucapan Rendi lalu bernafas lega tanpa mengatakan sepatah kata. Kevin melonggarkan dasinya dan membuka satu kancing atas kemejanya, kemudian berbaring di sofa milik Rendi.


"Kamu jangan pernah lagi mencoba mengerjaiku dengan Risa. Atau kamu akan tau akibatnya" ancam Kevin lalu memejamkan matanya


"Aku dengar Risa hamil lagi..


Kemarin calon keponakanku itu meminta bebek goreng. Dia sepertinya akan sepertimu, sama-sama akan sering menyusahkan orang" ucap Rendi bercerita


Kevin mendengarkan dan tersenyum tipis


"Memang dia harus sepertiku. karena dia anakku" sahut Kevin


"Lalu bagaimana dengan anak-anakmu yang lain?" tanya Rendi dengan senyum kecut

__ADS_1


"Kamu percaya dengan ucapan Jeanny?" ucap Kevin seketika membuka matanya dan terduduk.


"Mana mungkin aku percaya.. aku tau dia selama ini di London. Jadi, meskipun dia benar-benar hamil, itu pasti dengan laki-laki lain" sahut Rendi


"Sekarang pulanglah.. aku mau tidur.." usir Rendi kepada Kevin


"Aku akan tidur disini" jawab Kevin lalu kembali membaringkan tubuhnya di sofa


Rendi hanya menatap bingung kepada saudaranya itu. Kemudian dia berlalu menuju kamarnya untuk istirahat.


Keesokan paginya Kevin terbangun karena merasa sangat lapar. Tadi malam dia melewatkan makan malamnya karena terlalu lelah. Dia menuju dapur Rendi dan membuka lemari es. Dia mengambil 2 potong roti dan juga selai coklat serta menuangkan segelas susu. Dia membawa sarapannya menuju sofa tempat dia tidur tadi malam.


Ponsel Kevin berdering lalu Kevin segera mengangkat panggilan video tersebut


"Selamat pagi mas.. " sapa Risa


"Selamat pagi sayang.. sudah sarapan belum?" tanya Kevin


"Aku sudah sarapan mas. Mas lagi dimana itu.." tanya Risa yang mencoba melihat detail posisi Kevin


"Apartemen Rendi" sahut Kevin singkat


"Oh pantesan kayak pernah lihat lukisan itu.. " ucap Risa dan menunjuk lukisan di belakang Kevin


"Kamu kapan pulang sayang?" tanya Kevin manja


"Baru juga sehari aku disini mas.. kemarin kan aku bilang mau agak lamaan disini" ucap Risa dengan sedikit cemberut


"Aku kangen sayang.. aku kesepian di rumah sendiri. Makanya aku ke apartemen Rendi" ucap Kevin masih mencoba merayu Risa untuk segera pulang


"Kamu bohong kan mas.. kamu kesana pasti cuma mau memarahi Rendi karena dia sudah mengerjaimu" ucap Risa menyelidik


"Aku tidak memarahinya.." bohong Kevin


"Lihat ini sayang, aku hanya sarapan roti dan susu. Aku pengen makan masakan kamu sayang.." lanjut Kevin lalu memperlihatkan menu sarapannya


"Kenapa tidak sarapan di rumah saja.. biar nanti dimasakin bi Nuri" sahut Risa


"Aku tidak mau, aku hanya mau makan masakan kamu yank" ucap Kevin keras kepala

__ADS_1


Kevin melihat Risa melalui layar ponselnya menatap ekpresi wajah Risa yang terlihat kasihan kepadanya. Kevin semakin semangat untuk merayu Risa agar dia mau cepat pulang.


"Sayang.. aku juga kangen anak kita. Apa adek baik-baik saja" lanjut Kevin yang memperlihatkan wajah sedihnya


"Dia baik-baik saja mas. Kamu tenang saja.." sahut Risa


"Aku pengen mengelus perut kamu yank.." ucap Kevin lirih lalu menundukkan kepalanya


"Kamu sengaja bikin aku terharu ya mas..


oke oke seminggu lagi aku pulang. Kamu jemput aku Sabtu depan" ucap Risa sedikit kesal


Kevin yang mendengar ucapan Risa seketika matanya berbinar-binar


"Kamu serius sayang..?" tanya Kevin meyakinkan


"Iyaa.." sahut Risa agak ketus


"Yes.." ucap Kevin semangat


"Kamu jangan pulang kesini kalau masalah Kevin belum selesai Ris.." celetuk Rendi yang tiba-tiba muncul di belakang Kevin sambil membawa secangkir kopi


"Iya.. Seharusnya begitu. Tapi dia merayu terus, gemes aku dengernya" sungut Risa


Hahaha. . suara kelakar tawa Rendi yang sudah duduk di samping Kevin


"Kamu diem aja, jangan jadi kompor" ucap Kevin ketus kepada Rendi


"Tingkahmu seperti abg labil yang lagi LDR an sama pacarnya" goda Rendi sedikit menghina


Risa yang mendengar candaan Rendi hanya bisa tersenyum melihat kelakuan dua saudara itu.


"Sayang.. udah dulu ya, aku males kalau ada yang ganggu" ucap Kevin melirik ke arah Rendi


"Iya mas.." sahut Risa singkat


"Aku mencintaimu dan merindukanmu sayang.." ucap Kevin tersenyum manis


"Aku juga mencintaimu mas.." jawab Risa lalu memutus panggilan

__ADS_1


Rendi yang mendengar ucapan manusia sejenis Kevin itu ingin rasanya dia memukul kepala Kevin


"Benar-benar budak cinta yang sudah lapuk dimakan usia" gumam Rendi dalam hati sambil tersenyum kecut melihat tingkah Kevin.


__ADS_2