
"Selamat pagi sayang.." sapa Kevin dengan senyum mengembang begitu melihat Risa membuka matanya
Cup..
Sebuah kecupan mendarat di kening Risa
"Pagi juga sayang.." sahut Risa tersenyum manis lalu membenamkan kepalanya di dada Kevin dan memeluk tubuh kekar suaminya
Kevin masih saja menunjukkan senyum seringainya
"Ada apa sayang? Apa yang buat kamu senyum terus begitu?" Tanya Risa sedikit curiga lalu melepaskan pelukannya
"Aku mau lagi.." ucap Kevin dengan senyum mesumnya
Risa tersipu malu mendengar ucapan Kevin. Dia terbayang betapa panasnya aksi mereka tadi malam, akibat kerinduan yang memuncak, membuat keduanya sama-sama berani bertindak lebih agresif dari biasanya.
"Sayang.. " panggil Kevin lagi dengan suara manja. Dia harus meminta izin dulu kepada Risa mengingat sekarang Risa sedang berbadan dua.
Risa tidak menjawab tetapi malah memberi kecupan hangat di bibir Kevin. Seketika Kevin memakan umpan tersebut dan terjadilah perang panas kedua untuk keduanya.
**
Sudah siang namun Kevin dan Risa belum keluar dari kamarnya. Pak Harun sudah pergi bekerja.
"Tok.. tok.. tok.. " suara pintu diketuk
Risa yang mendengar suara pintu depan diketuk lalu segera membukanya. Dia berjalan keluar dari kamarnya lalu membuka pintu rumah.
Sosok laki-laki muda tampan berdiri dihadapannya dengan senyum yang mengembang
"Rendi.. bagaimana kamu bisa sampai sini?" Tanya Risa yang terkejut dengan kedatangan Rendi
"Tentu saja naik pesawat, setelah itu naik taksi" sahut Rendi dengan candanya
"Siapa tau kamu jalan kaki kesini..." Balas Risa tak kalah renyah
"Ayo masuk, Kevin masih tidur biar aku bangunkan dulu" ucap Risa mempersilahkan
"Tidak perlu dibangunkan, aku tau dia pasti lelah karena semalaman begadang" ucap Rendi sambil cengengesan
__ADS_1
Risa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Rendi yang tau aktivitas dia dan suaminya
"Aku ambilkan minum dulu.." ucap Risa kemudian berlalu menuju dapur
Risa membuatkan minuman jeruk dingin karena siang ini di luar cukup panas. Setelah selesai membuat minuman tersebut, Risa kemudian menghampiri Rendi yang sedang duduk di sofa
"Ini diminum dulu.." tukas Risa sambil menaruh minuman di meja
"Terimakasih. Memang jalannya tadi panas banget.. " sahut Rendi lalu meneguk habis minumannya
"Sebenarnya aku sudah sampai di Semarang dari kemarin. Aku satu pesawat dengan Kevin, tapi aku mampir dulu ke tempat temanku" jelas Rendi
"Ada urusan pekerjaan?" Tanya Risa
"Ya begitulah.." jawab Rendi sekenanya
Tiba-tiba Kevin muncul dari dalam dengan masih mengenakan celana pendek dan kaos oblong
"Ngapain kesini?" Tanya Kevin tiba-tiba ketika melihat Rendi sudah duduk di sofa. Lalu dia ikut mendudukkan dirinya di samping Risa dan meneguk minuman yang dibuat Risa
"Tentu saja untuk melihat kakak ipar dan calon keponakanku" sahut Rendi tenang
Tiba-tiba ponsel Kevin berdering dan dilihatnya nama Dina disana
"Hallo.. Ada apa Din?" Tanya Kevin
"Tuan Gunawan tiba-tiba ingin melanjutkan kontrak kerjasama dengan store kita, namun beliau ingin bertemu langsung dengan bapak. Apakah bapak berkenan?" ucap Dina
"Oke, tolong atur jadwalnya dalam dua atau tiga hari ini. Saya akan kembali ke Jakarta besok. Dan tolong juga siapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk pertemuan dengan pak Gunawan" pinta Kevin
"Baik pak.." sahut Dina sopan lalu panggilan terputus.
"Sayang.. besok aku harus kembali ke Jakarta karena ada urusan di store. Aku akan menjemputmu kalau urusannya sudah selesai" ucap Kevin melihat Risa
"Tidak perlu.. aku akan ikut pulang ke Jakarta besok" sahut Risa
"Katanya masih kangen bapak, tidak papa kalau masih ingin lebih lama disini" ucap Kevin meyakinkan
"Tidak, mau ikut pulang besok sekalian" sahut Risa yakin
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu..
Kamu mau disini sampai kapan?" Tanya Kevin pada Rendi
"Kalau kalian pulang ya aku ikut pulang.." sahut Rendi tenang tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel
"Kamu itu punya tanggungjawab store, jangan seenaknya main tinggal aja" ucap Kevin memberi nasihat
"Iya.. ini juga sambil kerja diskusi sama sekretarisku" sahut Rendi tanpa melihat Kevin
Kevin tidak menjawab lagi dan memilih membiarkan saja keputusan adiknya itu. Di balik sikap ketus dan kerasnya Kevin terhadap Rendi, terselip rasa kasih sayang yang besar terhadap adiknya tersebut.
Sore itu Risa mengepaki barang-barangnya dan juga barang milik Kevin. Rendi akan menginap semalam di rumah Risa, dan kembali ke Jakarta bersama.
Risa dan Kevin sudah berpamitan kepada pak Harun kalau besok akan kembali ke Jakarta
Setelah makan malam, Risa memutuskan untuk beristirahat di kamar. Sedangkan Kevin, Rendi dan pak Harun berada di ruang keluarga menonton bola bersama.
Keesokan paginya
"Pak.. Risa pamit dulu, bapak baik-baik ya di rumah" pamit Risa lalu mencium tangan pak Harun
"Iya.. kamu juga sehat terus nak dan jangan sampai kecapean" sahut pak Harun memberi nasihat
"Kita pamit dulu pak, lain kali kalau ada waktu kita akan berkunjung lagi" pamit Kevin kemudian mencium tangan pak Harun
"Iya kalian hati-hati di jalan nak" sahut pak Harun
Setelah itu berganti Rendi yang berpamitan dan mencium tangan pak Harun. Ketiganya meninggalkan rumah pak Harun dan segera menuju bandara dan terbang ke Jakarta
"Malam ini kita akan tidur di rumah kita yang sesungguhnya" ucap Kevin ketika mereka sedang berada di pesawat
"Memangnya rumah bapak bukan rumah yang sesungguhnya?" Tanya Risa sedikit memanyunkan bibirnya
"Haha.. bukan begitu sayang. Kenapa sekarang kamu jadi sensitif banget sih.." ucap Kevin gemas lalu mencubit pelan pipi Risa
"Aku senang kamu kembali ke rumah.." lanjut Kevin tersenyum
Risa tidak menjawab dan hanya menyandarkan kepalanya di bahu Kevin. Dengan sayang, Kevin mengelus rambut panjang milik Risa.
__ADS_1