Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Teman Baru


__ADS_3

Jam setengah satu malam, Risa merasa haus dan pergi menuju dapur. Sambil mengucek matanya yang hampir tidak percaya, dia melihat sesosok lelaki yang sedang duduk di meja makan dan menikmati masakannya.


"Mas Kevin ternyata mau makan masakanku" ucap Risa pelan sambil tersenyum.


Kemudian dia urungkan niatnya untuk minum dan menunggu Kevin selesai makan. Dia takut kalau Kevin ketahuan makan dan akan merasa tidak nyaman.


Sepuluh menit berlalu


Risa menuju dapur dan membuka pintu kulkas, dia mengambil air minum dalam botol lalu meminumnya.


Ketika akan kembali ke kamar dia tersenyum melihat bekas piring makan dari Kevin.


jam 5 subuh


Risa segera bangun dan ke kamar mandi membersihkan wajahnya. Kemudian dia menuju dapur untuk memasak nasi dan pergi ke pasar.


"Selamat pagi, paginya Jakarta" ucap Risa ketika di teras rumah


"Ternyata masih segar juga lingkungan disini" gumam Risa


Risa menyusuri jalanan berniat menuju pasar, tapi dia tidak tau harus kemana dan hanya mengikuti arah langkahnya.


"Selamat pagi, baru pindah kesini ya mbak" sapa seorang wanita yang duduk di kursi roda.


"Selamat pagi juga mbak, iya saya baru pindah kesini ikut suami saya. Perkenalkan nama saya Risa" ucap Risa sambil mengulurkan tangannya


"Saya Maya, rumah saya di seberang jalan sana" jawab Maya sambil menunjuk sebuah rumah

__ADS_1


"Salam kenal ya mbak Maya, senang bisa berkenalan dengan mbak" ucap Risa sumringah


"Mau kemana pagi-pagi begini mbak?" Tanya Maya


"Jangan panggil aku mbak dong mbak Maya, umur aku baru 22 tahun. Panggil adik saja ya mbak biar kita akrab. Lag pula disini aku juga belum punya teman" jawab Risa


"Risa saja bagaimana? boleh?" jawab Maya sambil tertawa


"Boleh mbak, senang sekali kenal dengan mbak Maya" jawab Risa juga tertawa


"Aku mau ke pasar mbak, mau belanja persediaan di kulkas sudah habis" lanjut Risa


"Wah kalau pasar dari sini jauh Ris, tunggu tukang sayur lewat saja bagaimana. Sebentar lagi lewat kok, biasanya jam 6 sudah datang kesini" jelas Maya


"Oh iya kah mbak, oke aku tunggu disini saja ya mbak" ucap Risa


"Ngomong-ngomong kamu pindahan dari kota mana?" tanya Maya


Mereka pun saling bercerita dan tertawa bersama. Diketahui bahwa Maya mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan. Suaminya malu dan meninggalkannya. Kini Maya hidup bersama ibu dan satu anaknya yang sekarang duduk di kelas 5 SD. Meskipun terpaut usia 9 tahun, tetapi Risa dan Maya saling klop. Mereka berhenti bercerita ketika tukang sayur sudah datang.


"Kasian sekali mbak Maya, dia ditinggal suaminya. Lalu darimana pemasukan sehari-harinya?" gumam Risa penasaran


Risa merasa kasihan terhadap Maya, tapi dia lupa bahwa dirinya sendiri adalah istri yang tidak disayangi oleh suaminya.


"Ceklek.." Risa membuka pintu


"Darimana kamu..??" tanya Kevin membentak

__ADS_1


"Belanja mas, persediaan bahan makanan di kulkas sudah habis" jawab Risa menunduk.


"belanja? 2 jam? lama banget.. bohong kalau kamu cuma belanja" tanya Kevin menyelidik


"Tadi ngobrol juga mas sama tetangga, rumahnya di seberang jalan sana" jelas Risa


"Cuma alasan kamu aja kan.. Harusnya kamu melayani suamimu, bikin kopi sana.!!" bentak Kevin


"iya mas.." jawab Risa kemudian berjalan sambil berlari menuju dapur.


Kevin yang melihat Risa ketakutan seperti itu merasa senang dan tersenyum sinis.


"Ujian baru akan dimulai sayang.." ucap Kevin tersenyum kecut.


Kevin menuju dapur, duduk di kursi dan melihat Risa mulai menyalakan kompor dan menyiapkan cangkir. Dia mengamati Risa yang sedang membuat kopi.


Lima menit kemudian, kopi sudah tersajikan di depan Kevin.


"Hati-hati mas, masih agak panas" ucap Risa


"Harusnya kamu bikin yang hangat, bukan yang panas. Apa kamu sengaja mau membakar lidahku? tanya Kevin sinis


"bukan mas, maafin Risa salah terus" jawab Risa tertunduk


Kevin hanya diam melihat Risa yang tertunduk ketakutan. Ada sedikit penyesalan di hati Kevin karena sudah kasar kepada Risa.


"Ah, untuk apa aku merasa menyesal berkata seperti itu. Itu masih hal wajar" gumam Kevin dalam hati.

__ADS_1


Kevin mengambil kopinya dan pergi meninggalkan Risa di dapur. Dia duduk di teras samping rumah sambil memainkan handphone nya dan menyeruput kopinya.


"Ah, ternyata nikmat juga kopinya. Lumayan lah kalau ada Risa, ada yang bikinin kopi dan ada yang masakin " ucap Kevin sambil menikmati kopinya.


__ADS_2