Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Malam Bersamamu


__ADS_3

Risa masih menatap bingung suaminya yang sedang duduk bersandar di sofa. Terlihat wajahnya yang sangat lelah, kemudian dia menghampiri Kevin dan duduk di sampingnya.


"Capek?" Tanya Risa yang sudah duduk di samping Kevin


"Iya yank.. perjalanannya panas banget" keluh Kevin yang memejamkan matanya


"Kenapa harus menyusul kesini.. aku berencana pulang lusa" ucap Risa sambil memijat pelan lengan Risa


"Kebetulan aku tadi ada urusan pekerjaan, jadi sekalian aku kesini. Aku juga mau menyapa bapak. Eh, bapak dimana kok aku belum lihat" ucap Kevin yang sudah duduk tegak lalu celingukan mencari sosok pak Harun


"Bapak ada di kolam ikan belakang. Ayo kita kesana" ajak Risa


"Kita ke kamar dulu. Aku mau rebahan sebentar dan menaruh tas" sahut Kevin lalu memperlihatkan tas bawaannya


Kemudian mereka berjalan ke kamar Risa. Kamar yang sederhana dan bernuansa warna pink pastel seperti mencerminkan sosok Risa.


"Ini kamar kamu yank.." tanya Kevin penasaran


"Iya mas.." sahut Risa singkat


"Feminim sekali sih kamu yank.." goda Kevin yang sudah duduk di tepi ranjang. Perlahan Kevin merebahkan tubuhnya yang lelah.


"Sini.." perintah Kevin sambil menepuk bantal di sampingnya


Setelah Risa menatap barang bawaan Kevin kemudian Risa menghampiri Kevin yang sedang berbaring lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping tubuh Kevin.


"Apa selama ini kamu sehat sayang?" Tanya Kevin penuh perhatian sambil merapikan rambut depan Risa


"Iya aku sehat mas" sahut Risa singkat


"Apa kamu baik-baik saja ketika Jeanny datang ke rumah?" Tanya Kevin lagi


"Aku baik-baik saja sayang.. kamu tidak perlu mencemaskanku" ucap Risa lalu membelai pipi Kevin

__ADS_1


"Maafkan aku yang membiarkan perempuan jahat itu datang menyakitimu. Kamu harus tau, semua yang dikatakannya itu bohong.


Dan aku juga meminta maaf karena tidak bisa menjagamu..


Sebenarnya, kejadian di mall waktu itu semuanya ulah dia. Dan kecelakaan itu sampai membuatmu keguguran. Sekali lagi maafkan aku yang tidak bisa menjagamu" ucap Kevin lirih menatap sayu mata Risa


Risa yang mendengar ucapan Kevin seketika wajahnya sangat terkejut. Tidak disangkanya perempuan cantik yang menemuinya beberapa waktu yang lalu ternyata memiliki niat yang sangat jahat kepadanya


"Sudah, jangan kita bahas lagi masalah ini" ucap Risa lalu beringsut ke dada Kevin


"Apa dia baik-baik saja?" Tanya Kevin yang masih memeluk tubuh Risa


"Dia sangat baik, dia juga tidak merepotkan" sahut Risa dengan senyum yang mengembang


Keduanya saling berpelukan, hingga akhirnya perlahan mereka berdua memejamkan mata dan terlelap.


**


"Risa.. bangun nak sudah Maghrib" teriak seseorang dibalik pintu yang tidak lain adalah pak Harun


Risa yang mendengar teriakkan bapaknya seketika merasa terkejut dan membuka matanya. Dilihatnya sosok tampan dihadapannya yang masih terlelap. Kemudian seutas senyum terlukis di wajah Risa.


Risa beranjak keluar kamar dan menghampiri pak Harun


"Iya Risa sudah bangun pak" ucap Risa


"Kenapa tidur sore, itu tidak baik untuk kesehatan" ucap pak Harun menasehati


"Iya tadi Risa ketiduran karena menemani mas Kevin" sahut Risa memberi alasan


"Nak Kevin kesini? Kapan? Kenapa bapak tidak melihatnya" tanya pak Harun


"Tadi jam tiga sampai sini, ada urusan pekerjaan katanya. Bapak tadi lagi sibuk di belakang, makanya tadi istirahat dulu malah kebablasan tidurnya" jelas Risa

__ADS_1


"Berarti belum makan kan.." tanya pak Harun


"Ya sudah biarkan dia istirahat dulu, kamu tidak perlu masak. Biar bapak nanti yang beli setelah sholat Maghrib" imbuh pak Harun


"Iya pak.." sahut Risa singkat lalu kembali ke kamarnya


Risa menghampiri Kevin dan menatap lekat wajah suaminya.


"Mas.. bangun dulu ini sudah Maghrib" ucap Risa sambil mengelus rambut Kevin lalu beralih menepuk pelan pipi suaminya itu


"Emm... " sahut Kevin berdehem dengan suara yang masih serak


"Ayo bangun mas.. " Risa mencoba lagi membangunkan Kevin


Kevin mengerjapkan matanya, dan dilihatnya sosok Risa tersenyum kepadanya


"Apa aku bermimpi?" ucap Kevin masih dengan suara seraknya


"Kamu terlalu lama tidur, makanya sampai gak ngenalin istri sendiri" ucap Risa pura-pura sebal


"Sudah, ayo cepat mandi" suruh Risa kepada Kevin


Dengan malas Kevin berjalan ke arah kamar mandi dan segera membersihkan dirinya. Setelah selesai, keduanya menuju ruang keluarga. Kevin yang belum sempat menyapa pak Harun langsung menghampiri mertuanya lalu mereka mengobrol sebentar. Risa masih sibuk di dapur membuat minuman. Setelah selesai menyiapkan makanan yang dibeli pak Harun, Risa memanggil keduanya untuk makan malam bersama.


Kevin dan pak Harun melanjutkan into mereka yang sempat tertunda. Risa lebih memilih menonton tv daripada ikut bergabung dengan suaminya. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam dan rasa kantuk sudah menghampiri Risa. Tetapi suami dan bapaknya masih asyik mengobrol, lalu Risa memutuskan pergi tidur di kamarnya, dan tidak lama kemudian dia sudah berada di alam mimpi.


Cup.. cup.. cup..


Sebuah kecupan mendarat bertubi-tubi di wajah Risa. Risa yang merasa ada sesuatu mengenai wajahnya lalu perlahan membuka matanya. Matanya bertemu dengan mata Kevin yang menyiratkan sebuah kerinduan yang mendalam. Tiba-tiba bibirnya dikecup oleh Kevin lalu beralih menjadi kecupan yang dalam. Risa yang tanpa persiapan mencoba mengimbangi permainan Kevin. Lama mereka beradu mulut yang kemudian aksi Kevin menjadi lebih berani.


"Aku sangat merindukanmu sayang.." bisik Kevin di tengah aksinya menjajah Risa


Risa tidak menjawab dan hanya tersipu malu. Rona merah pada wajahnya bukan hanya karena rasa malunya, tetapi juga karena hawa panas akibat aksi keduanya.

__ADS_1


__ADS_2