Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Satu Kecupan


__ADS_3

Mobil Kevin melaju meninggalkan tepi lautan yang baru saja merekam sejarah manis dalam hidupnya. Senyum bahagia tidak bisa disembunyikan lagi dari paras tampannya.


Risa sudah terlelap. Tubuhnya bersandar di kursi sampai Kevin. Dia lelah sekali, tetapi di wajahnya yang terpancar hanya aura kebahagiaan


"Manis sekali.." gumam Kevin tersenyum melihat Risa yang sedang tidur sambil mengelus rambutnya


Risa merasakan tubuhnya sedang terayun-ayun. Dan benar saja, dengan mata masih sedikit terpejam, dilihatnya dari sudut matanya sosok Kevin sedang menggendong tubuhnya.


"Mas Kevin menggendong aku.. Duh gimana ini.." gumam Risa dalam hati.


Sudah kepalang basah, Risa memilih pura-pura tidur


Tubuhnya perlahan diturunkan, dengan hati-hati Kevin menidurkan tubuh Risa di atas kasur. Mata Risa masih rapat namun hatinya sedang bergemuruh.


Dilihatnya lagi dengan sedikit membuka sudut matanya


"Kamar mas Kevin..???" Ucap Risa terkejut dalam hati


"Kenapa aku ditidurkan disini??" hati Risa masih bertanya-tanya


"Apa ini maksudnya yang dikatakan mas Kevin soal memulai dari awal..???


Hati Risa yang berkecamuk dan berbagai pertanyaan muncul di pikirannya. Risa tidak menduga akan hal yang terjadi di malam ini.


"Aku tau kamu nggak tidur..." ucap Kevin tiba-tiba membuyarkan pikiran Risa


Risa masih terdiam dan tidak berani membuka matanya


"Cepet ganti pakaianmu. Atau perlu aku yang menggantinya??" ucap Kevin lagi sambil memegang blouse Risa


Dengan cepat dan segera menepis tangan Kevin Risa membuka matanya


"Biar aku sendiri aja mas..." ucap Risa menyeringai


Risa pun bangun dan akan keluar kamar Kevin


"Mau kemana..?" tanya Kevin mengejutkan Risa


"Katanya disuruh ganti baju.." jawab Risa


"Ya disini aja.. itu ada kamar mandi" ucap Kevin datar


"Bajunya di kamarku mas.. " elak Risa

__ADS_1


"Tunggu disini.." ucap Kevin kemudian berlalu keluar kamar


Risa menatap langkah Kevin, dia memikirkan ucapan dan tingkah Kevin


"Apa maksudnya sih ini..." gumam Risa


"Apa jangan-jangan...." Risa tidak melanjutkan ucapannya dan menutup mulutnya


Jantungnya berdegup lebih kencang dan keringat dingin mulai keluar dari pori-porinya. Wajahnya memerah dan keringatnya semakin deras.


"Tenang.. tenang.." gumam Risa sambil menyeka keringat di keningnya


Kevin muncul dari balik pintu dengan membawa satu stel dress tidur dan beberapa perlengkapan mandi


"Sana cepetan mandinya.. gantian" ucap Kevin sambil menyodorkan barang yang dibawanya


"Iya..


tapi aku gapapa kok kalau mandi di kamar mandi sebelah" ucap Risa sambil meringis


Kevin tanpa menjawab langsung menuju arah pintu dan mengunci pintunya.


Risa yang melihat tingkah Kevin pun hanya tersenyum sinis lalu menuju kamar mandi


"Duh.. gimana nih, masak iya mau disini terus" gumam Risa kebingungan


"Pasti mas Kevin dah nungguin..


bentar lagi ngamuk deh tuh.." lanjut Risa dengan perasaan sebal


Risa masih mondar-mandir di depan kaca kamar mandi. Perasaan bingung dan takut sedang memenuhi hatinya. Ditambah lagi perasaan nalurinya sebagai seorang istri yang harus melakukan tugasnya. semua perasaan itu sedang berperang di dalam hatinya.


"Hei.. ngapain sih kok lama banget.." teriak Kevin di luar sana


Risa terkejut mendengar teriakan Kevin


"Bentar mas..." jawab Risa


Kemudian Risa keluar kamar mandi. Dia begitu terkejut melihat Kevin yang sudah berdiri di depan pintu dengan handuk di pundaknya.


"kelamaan.." ucap Kevin ketus sambil nyelonong masuk ke kamar mandi


Risa menuju pintu, dan benar saja pintunya terkunci. Dia mencari di sekeliling dan tidak menemukannya

__ADS_1


Risa duduk di tepi ranjang dan melihat sekeliling kamar Kevin. Meski bukan pertama kalinya dia masuk ke kamar Kevin tetapi baru kali ini dia leluasa mengamati setiap inci dari kamar tersebut


Risa menuju meja rias Kevin dan mencari sesuatu


"Nyari apaan?" ucap Kevin yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi. Dia bertelanjang dada sedangkan tangannya sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk


Risa yang melihat pemandangan tersebut hatinya berdebar-debar menatap wajah kekar milik suaminya


"Pakai baju dong mas.." ucap Risa sambil matanya melirik Kevin


"Enggak. Gerah kok.." jawab Kevin datar


"Sisirnya mana...??" tanya Risa


Kevin menghampiri Risa di meja rias dan mengambilkan sisir untuknya. Di uraikan rambut panjang Risa dan tanpa sungkan Kevin menyisir rambut milik Risa


Risa yang mendapat perlakuan tersebut lagi-lagi jantungnya dibuat tidak karuan. Wajahnya merona dan terlihat jelas di pantulan cermin.


"Biar aku aja mas.." ucap Risa


Namun tiba-tiba


Cup


Satu kecupan mendarat di pipi Risa. Betapa terkejutnya Risa, wajahnya yang semula merona kini semakin memerah. Saking malunya Risa sampai menundukkan kepalanya


"Udah selesai.. ayo tidur" ajak Kevin sambil meletakkan sisirnya


Kevin menarik tangan Risa menuntunnya ke atas ranjang


Kevin membaringkan tubuhnya, begitu juga Risa


Risa sudah sangat pasrah dengan sesuatu yang akan terjadi di malam ini. Detak jantungnya sudah sangat tidak teratur. Ditambah lagi udara yang tiba-tiba menjadi panas


Risa melirik, Kevin sudah memejamkan matanya. Namun tiba-tiba Kevin merubah posisi menjadi miring dan tangannya berada di atas perut ramping Risa.


"Tidur.. hari ini melelahkan" ucap Kevin yang masih terpejam


Risa dan Kevin kemudian terpejam. Senyum bahagia tersungging di bibir keduanya, mengakhiri cerita hari ini yang sangat panjang.


Hai-hai para readers tercinta ❤️


Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘

__ADS_1


__ADS_2