
"Bapak, ada tamu yang mencari bapak, sepertinya datang dari jauh" ucap Risa kepada bapaknya
Pak Harun yang berada di halaman samping rumah sedang menata tanaman segera mencuci tangan dan datang menemui tamunya
"selamat pagi..saya Harun" ucap pak Harun sambil menyalami tamunya
"selamat pagi pak, saya pengacara Handoko. pengacara dari bapak Andi Wijaya" ucap pengacara Han sambil mengulurkan tangannya.
"saya Kevin Wijaya pak, putera sulung Andi Wijaya" ucap Kevin serta menyalami pak Harun
"Andi Wijaya? suami almarhum ibu Lia Anggraini yang di tinggal Jakarta?" tanya pak Harun dengan wajah terkejut.
"iya benar sekali pak" jawab pengacara Han
"dan ini puteranya, Kevin yang pernah diceritakan kepada saya. Kamu benar-benar tampan dan gagah seperti papamu nak" puji pak Harun kepada Kevin
"Lalu, bagaimana keadaan papamu sekarang, apa dia terlalu sibuk sampai-sampai tidak bisa ikut mengunjungi sahabatnya ini?" selidik pak Harun
Kevin hanya terdiam
"Pak Andi sudah meninggal dunia, tepat seminggu yang lalu beliau dimakamkan. Beliau meninggal karena sakit jantung" jelas pengacara Han
__ADS_1
Kevin melihat pak harun terdiam lama yang kemudian menitikkan air matanya setelah mendengar penjelasan dari pengacara Han
Risa keluar dari dapur dan membawa baki berisi minuman dan beberapa toples kue
"Silahkan diminum pak dan mas.." ucap Risa kepada dua tamunya
Ketika Risa akan beranjak pergi ke dapur, dia melihat ke arah bapaknya.
"Bapak, kenapa menangis?" ucap Risa sambil menggenggam tangan pak Harun
Tetapi pak Harun hanya terdiam
"Jadi, maksud kedatangan kami kemari adalah untuk melaksanakan wasiat dari pak Andi" ucap pengacara Han
"Bapak Andi berpesan agar menikahkan puteranya Kevin Wijaya dengan keponakan yang sekaligus anak bapak Harun, yang tidak lain itu adalah Risa Amelia" lanjut pengacara Han
Risa yang mendengarkan hanya tertunduk diam tanpa penolakan. Begitu juga dengan pak Harun yang masih merasakan kesedihan karena kematian sahabatnya.
"Risa, ini adalah Kevin Wijaya, calon suamimu, dia bekerja sebagai pemegang dan pengelola store yang ada di Jakarta. Kalian akan menikah dan tinggal bersama di Jakarta" ucap pengacara Han kepada Risa sambil sesekali melihat Kevin
Kevin yang mendengarkan hampir merasa muak dan bosan. Ingin rasanya segera pergi dari rumah tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana Risa? apa ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya pengacara Han kepada Risa
kemudian Risa mengangkat kepalanya serta melihat Kevin dan pengacara Han
"keputusan saya serahkan semuanya kepada bapak" ucap Risa pelan kemudian menundukkan kepalanya lagi
Dengan mengambil nafas berat, pak Harun mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
"Nak Kevin, saya akan bercerita sedikit tentang persahabatan saya dengan papamu dan juga Risa. Saya mengenal pak Andi sekitar 10 tahun yang lalu. Pertama kali saya bertemu dengan beliau adalah ketika beliau berkunjung di pantai asuhan dan kebetulan saya bekerja disana. Kami mulai dekat ketika kami saling menceritakan bahwa kami sama-sama tidak bisa memiliki keturunan. Yang kemudian diceritakanlah tentang kamu yang diadopsinya. Pak Andi senang dan suka melihat Risa ketika itu, karena itu, dia membuat janji akan menjodohkan kamu dengan Risa ketika sudah dewasa nanti" jelas pak Harun kepada Kevin
semua orang yang ada disana hanya mendengarkan dengan seksama. Hanya Kevin yang dalam hatinya tidak nyaman dan ingin segera meninggalkan pembahasan itu
"Risa sebenarnya bukanlah anak kandung saya, dia keponakan dari anak kakak saya yang 20 tahun lalu sudah meninggal karena kebakaran. Tetapi begitu, saya dan istri saya sangat menyayangi Risa layaknya anak kandung kami sendiri" lanjut pak Harun
Risa yang mendengarkan penjelasan tersebut tanpa disadari mengeluarkan air matanya.
"Silahkan nikahi dan bawa dia pulang bersamamu, cintai dan sayangi dia nak Kevin" minta pak Harun
Risa tidak bisa menahan air matanya, dia menangis sesenggukan dan meninggalkan ruang tamu.
"Baik pak, saya akan menikah dengan Risa" ucap Kevin
__ADS_1
"Saya hanya akan melaksanakan pesan papa untuk menikah dengannya. Omong kosong dengan cinta dan kasih sayang" gumam Kevin dalam hati.