Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Satu Pukulan


__ADS_3

"Hari ini aku gak ikut ke store ya yank.. udah ada Miko kan?" tanya Risa


"Heem. Emang kamu mau kemana yank?" tanya Kevin


"Aku mau ke tempat mbak Maya, lagi punya acara dia" sahut Kevin


"Oh yaudah.." ucap Kevin datar


Risa mengantarkan Kevin sampai ke pintu depan untuk berangkat ke store


"Aku berangkat dulu ya.. " ucap Kevin lalu mencium kening Risa


"Iya. Kamu hati-hati dijalannya yank" sahut Risa lalu mencium tangan Kevin


Risa mengamati mobil Kevin yang berlalu meninggalkan rumah. Seutas senyum terukir di wajah Risa.


Risa kemudian masuk dan melanjutkan bersih-bersih rumah lalu membersihkan dirinya. Setelah semuanya selesai Risa siap-siap berangkat menuju rumah Maya.


Beberapa menit setelah berjalan kaki, Risa sampai di rumah Maya


"Hallo pengantin baru.. " canda Maya pada Risa


"Ih mbak Maya, jangan gitu ah" ucap Risa tersipu


"Gimana.. udah untung belum??" tanya Maya sambil melajukan kursi rodanya mendekati Risa


"Masih proses mbak.. hehe" jawab Risa sambil tersenyum


Risa dan Maya pun menuju dapur, karena malam ini Maya akan mengadakan hajatan.


Di Store


Tok.. tok.. tok..


pintu ruangan Kevin diketuk, lalu muncul Miko di baliknya


"Permisi pak.. ini beberapa berkas yang bapak minta" ucap Miko


"Iya terimakasih" sahut Kevin


Kemudian Miko keluar ruangan dan melanjutkan pekerjaannya


Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.. sebentar lagi jam istirahat tiba

__ADS_1


Braaakkkk..


tiba-tiba pintu ruangan dibuka paksa. Sosok Rendi muncul dan disusul oleh Miko. Kevin yang melihatnya dibuat bingung dan memberi isyarat pada Miko untuk meninggalkan mereka.


Rendi mendekati Kevin


Buuugghhhhh...


Satu pukulan mendarat di wajah Kevin, di ujung bibir Kevin ada sedikit darah yang mengalir


Rendi ingin memberikan pukulan selanjutnya ke wajah Kevin, namun Kevin dengan cepat menepis pukulan itu.


"Lu kenapa sih.." tanya Kevin berteriak


"Elu yang kenapa.. berani menyakiti hati Risa. Kalau lu dah gak bisa cintai dia mending ceraikan dia" teriak Rendi dengan emosi yang memuncak


Kevin mengerutkan dahinya mencoba mencerna ucapan Rendi


"Maksud kamu apa??" tanya Kevin bingung


"Elu jangan pura-pura bodoh.. ada hubungan apa elu sama Ana??" tanya Rendi tegas


Kevin membulatkan matanya, dia terkejut dengan pertanyaan Rendi


"Apa yang kamu tau?" selidik Kevin


Deeggg..


Jantung Kevin mendadak berdegup sangat kencang. Seperti disambar petir Kevin mendengar perkataan Rendi. Kevin kemudian duduk lemas di sofa


"Aku tidak yakin itu adalah anakku" ucap Kevin lirih


Rendi mengerutkan dahinya mendengar ucapan Rendi


"Maksud lu apa?" tanya Rendi


"Aku tidak pernah ingat sudah bertemu dan menghabiskan malam bersama Ana" jelas Kevin sambil melihat Rendi


"Tapi tidak tau kenapa, tiba-tiba dia meneleponku kalau dia sedang mengandung anakku. Dan.. dia memiliki sebuah foto sedang tidur bersamaku" jelas Kevin


Rendi mendengar dengan seksama, dia tau kalau Kevin berkata jujur tentang foto malam itu, karena Rendi sudah melihat foto tersebut


"Jadi.. maksudmu elu dijebak?" selidik Rendi

__ADS_1


"Tapi mana mungkin Ana yang polos itu bisa melakukan hal keji seperti itu" lanjut Rendi


"Karena itu aku sangat bingung. Aku sudah meminta bantuan Andreas dan beberapa temanku untuk menyelidiki siapa Ana sebenarnya" jelas Kevin


"Tapi kata Andreas, kita harus menunggu usia kehamilan Ana 1 bulan dulu untuk melakukan tes DNA" imbuh Kevin


Rendi dan Kevin saling diam sejenak


"Kapan itu terjadi..?" tanya Rendi


"Seminggu sebelum pernikahan di Semarang. Tepatnya setelah om Han membacakan surat wasiat papa" jelas Kevin


"Aku memang ke club malam itu. Begitu aku tau tentang perjodohan dengan Risa kamu tau kan aku syok lalu melampiaskannya ke club. Aku hanya memesan segelas istimewa seperti biasanya. Tapi setelah aku meminumnya aku sudah tidak ingat apapun dan tiba-tiba aku tidur dengan Ana" lanjut Kevin


Rendi terlihat memikirkan sesuatu. Dia melihat apakah yang dikatakan Kevin benar atau tidak


"Oke. Untuk saat ini aku akan percaya sama elu" ucap Rendi


"Dan aku mohon. jangan beri tau Risa.. aku takut dia akan terluka" mohon Kevin


"Apa menurutmu aku setega itu sama Risa? aku tidak rela dia sakit apalagi terluka" ucap Rendi sinis


"Gue akan coba cari tau tentang Ana.. ini demi Risa" imbuh Rendi


"Baiklah.. terimakasih kalau kamu mau membantu dan merahasiakan masalah ini" ucap Kevin lemah


Rendi kemudian berlalu meninggalkan Kevin, dia bertekad akan membantu mencari kejelasan masalah ini.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai-hai para readers tercinta ❤️


Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘


__ADS_2