Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Kedatangan Jeanny


__ADS_3

Pada hari itu Risa tidak ikut menemani Kevin dalam persidangan. Kevin meminta Risa agar beristirahat di rumah mengingat kehamilannya yang masih muda dan sangat rawan. Untuk menghilangkan rasa bosan selama berdiam diri di rumah, Risa memutuskan menonton drama Korea di ruang keluarga. Di tengah-tengah asyiknya dia menikmati drama tersebut, tiba-tiba terdengar suara pintu yang diketuk. Risa melihat bi Nuri yang sedang mencuci kamar mandi dan terlihat pakaian bi Nuri sedikit basah, karena itu Risa memutuskan membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


Pintu sudah terbuka dan dilihatnya seorang perempuan yang cantik. Tubuhnya tinggi dan ramping, kulitnya yang putih mulus sangat kontras dengan rambut hitam panjangnya yang dibiarkan terurai.


"Maaf, mencari siapa ya mbak?" tanya Risa sedikit terpesona dengan kecantikan wanita tersebut


"Aku Jeanny Shopia, aku kesini mencari Kevin. Dimana dia sekarang?" jawab perempuan tersebut dengan ketus dan sombong yang diketahui namanya adalah Jeanny


"Ada urusan apa mbak Jeanny dengan suami saya?" selidik Risa. Semula Risa terpesona dengan kecantikan Jeanny. Namun sekarang tidak lagi, karena melihat sikap Jeanny yang angkuh dan sombong.


"Dia suami kamu?? Tidak mungkin!! Dia adalah calon suamiku, dan sekarang aku sedang mengandung anaknya" ucap Jeanny dengan tegas


Bagaikan disambar petir di siang bolong Risa mendengar ucapan Jeanny tersebut. Tidak mungkin kalau Jeanny sedang mengandung anak Kevin.


"Mbak pasti sedang berbohong kan.." ucap Risa merasa ragu


"Untuk apa aku membohongimu.. Lihat ini!!" sahut Jeanny lalu memberikan banyak sekali foto antara Kevin dan Jeanny. Risa menatap nanar foto-foto tersebut, dia melihat betapa dekatnya Kevin dan Jeanny.


"Dan kamu lihat ini.. " ucap Jeanny lagi. Dia memberikan sebuah foto hasil USG. Tidak terasa butiran bening keluar begitu saja dari mata indah Risa


Risa hanya bisa terdiam memandangi foto janin tersebut. Air matanya masih menetes mencoba menyangkal kenyataan di hadapannya.


"Apa kamu tau.. Dia menikahimu hanya karena dia takut kehilangan hak waris yang diberikan oleh ayah angkatnya. Bukankah pamanmu dulunya seorang pekerja di sebuah panti asuhan bukan?" ocehan Jeanny membuat hati Risa semakin hancur berkeping-keping. Risa tidak kuat lagi membendung air matanya yang semakin deras menetes.

__ADS_1


Risa tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar pernyataan Jeanny. Karena yang dikatakannya adalah kebenaran. Kevin sudah pernah mengatakan dengan jujur sebab dia menikahinya. Namun Risa dan Kevin sepakat untuk meyakini bahwa ternyata takdir mereka adalah menikah dengan teman semasa kecilnya.


"Ini.. pulanglah kamu ke tempat asalmu dan jangan pernah lagi mengganggu kehidupan Kevin..!! ucap Jeanny dengan kasar sambil melempar sebuah tiket pesawat


Risa mencoba mencerna ucapan Jeanny kepadanya.


"Apa maksudnya semua ini?" Risa mulai membuka suara


"Kamu masih tidak paham juga.. aku mengusirmu dari kehidupan Kevin. Pulanglah kembali ke tempat pamanmu itu" perintah Jeanny dengan sangat keras


"Keluar.. cepat keluar..!!!" dengan kasar Jeanny menarik tangan Risa. Jeanny terlihat sangat kasar dan brutal sekali, membuat Risa ketakutan. Risa yang mengingat kandungannya masih sangat muda lalu dengan pasrah menuruti keinginan Jeanny.


"Ijinkan aku mengambil beberapa barang milikku" mohon Risa kepada Jeanny


Risa segera berjalan ke kamarnya, dia masih tidak percaya jika dirinya diusir dari rumahnya sendiri bersama suaminya. Risa hanya bisa pasrah menerima perlakuan Jeanny karena Risa takut Jeanny bisa berbuat lebih kasar padanya dan akan membahayakan kandungannya. Oleh karena itu dia menuruti saja keinginan Jeanny.


Setelah memasukkan beberapa barang dalam tasnya. Risa keluar kamar dan segera meninggalkan rumah Kevin. Risa mengamati Jeanny yang sedang menatapnya dengan sangat tajam seperti tatapan membunuh. Dengan bergidik ngeri Risa segera meninggalkan rumah Kevin.


"Aku harus kemana.. " gumam Risa lirih


Kemudian dengan cepat dia segera mengambil handphonenya dan menghubungi Kevin. Namun dia mengurungkan niatnya dan menghubungi orang lain.


"Hallo Ren...??" sapa Risa

__ADS_1


"Hallo Risa, apa kabar?" sahut Rendi di seberang sana


"Emm, aku baik-baik saja" jawab Risa singkat


"O ya.. kamu sedang dimana Ren?" tanya Risa


"Aku sedang di apartemen. Ada apa?" jawab Rendi


"Emm, apa bisa kamu menjemputku sekarang di Jln. Hadi Sucipto No. 14? Aku ingin ke tempatmu." tanya Risa ragu-ragu


"Dimana Kevin? kenapa dia tidak mengantarkanmu?" tanya Rendi penasaran


"Aku sudah menghubunginya tapi handphonenya mati. Tolong cepat jemput aku. Aku tunggu!!" ucap Risa cepat lalu mematikan sambungan telponnya sebelum Rendi menjawab.


Risa sudah tidak lagi menangis, hatinya sedikit lebih tenang. Dia ingin menjauh dulu dari Kevin dan menenangkan hatinya. Dirinya masih belum bisa menerima kenyataan bahwa ada perempuan lain lagi yang mengaku sedang mengandung anak Kevin.


Risa menunggu Rendi hampir satu jam, jarak yang cukup jauh membuat perjalanan Rendi cukup lama. Rendi turun dari mobil dan segera menghampiri Risa yang sedang menunggunya.


"Untuk apa kamu bawa tas sebesar itu?" tanya Rendi menatap tas bawaan Risa


"Emm.. A- aku" Risa gelagapan dengan pertanyaan Rendi


"Apa kalian sedang bertengkar?" Selidik Rendi dengan wajah tegang

__ADS_1


__ADS_2