Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Tes Ulang


__ADS_3

"Hallo.. aku mau kita bertemu di cafe X. Aku ingin membicarakan sesuatu hal penting kepadamu" ajak Kevin kepada Ana melalui sambungan telepon


"Tidak ada lagi yang bisa kita bicarakan" sahut Ana di seberang sana


"Baiklah kalau itu maumu. Jadi mulai sekarang kamu jangan pernah menghubungiku lagi untuk meminta pertanggungjawaban" ucap Kevin memerintah


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Risa


"Besok datanglah ke cafe pukul 9 pagi" perintah Kevin


Ana mengiyakan lalu menutup telponnya. Kevin sudah merencanakan suatu rencana agar bisa membawa Ana ke rumah sakit.


Keesokan harinya


Kevin sudah menunggu Ana sambil memainkan ponselnya. Dia menghubungi Miko bahwa dia sudah berada di cafe yang ditentukan.


Ana melihat Kevin dari luar yang sedang sibuk dengan ponselnya. Ana kemudian melangkahkan kakinya masuk ke cafe


Ana duduk di kursi depan Kevin yang membuat Kevin sedikit terkejut.


"Apa yang ingin kamu katakan" tanya Ana kepada Kevin


"Duduklah dulu, aku sedang menunggu pesananku" ucap Kevin


Sesaat kemudian pesanan datang, Kevin langsung meminum espresso pesanannya begitu juga dengan Ana.


Kevin terdiam sebentar dan melihat ke arah pintu, dilihatnya Miko sedang berjalan masuk ke cafe

__ADS_1


"Ada sekretarisku, lebih baik kita pergi dari cafe ini. Aku tidak mau dia melihat kita duduk bersama" ajak Kevin melihat Miko yang sedang berjalan masuk


"Hei, kamu ingin mempermainkanku" ucap Ana sedikit marah


"Aku tidak mau pergi dari sini. Kita bicara disini biar semua orang tau kalau kamu itu laki-laki yang tidak mau bertanggungjawab" tolak Ana tegas


"Baiklah kalau itu maumu. Sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa...... " belum sempat Kevin menyelesaikan ucapannya, seorang pelayan yang sedang berjalan melewati Ana tiba-tiba terjatuh dan menumpahkan minuman yang di bawanya ke sebagian tubuh Ana.


"Aduuhh.. jadi basah gini kan.." ucap Ana kesal dan sedikit emosi


Sesaat Ana marah-marah karena kejadian itu. Tapi tidak terjadi lama, tiba-tiba Ana manjadi lemah dan pingsan.


Kevin dengan dibantu Miko membawa tubuh Ana ke mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sekitar lima belas menit, Kevin dan Miko sampai di rumah sakit yang sudah ditentukan Miko.


"Tolong lakukan tes DNA antara saya dengan janin yang dikandung perempuan ini dok" pinta Kevin memohon kepada dokter yang diketahui namanya adalah dokter Zeedan


Kevin senang mendengar ucapan dokter. Dokter lalu mengambil sampel DNA dari janin yang dikandung Ana dan sampel DNA milik Kevin.


Sekitar setengah jam kemudian, Ana tersadar dari pingsannya


"Apa yang terjadi denganku?" tanya Ana terkejut mendapati dirinya sudah berbaring di rumah sakit


"Ibu tadi pingsan. Jadi kami membawa ibu kesini" jelas Miko sopan karena Kevin enggan meladeni Ana


"Aku merasakan tadi ada yang menyuntikku dengan sesuatu" ucap Ana lirih


"Itu pasti dokter bu" jawab Miko

__ADS_1


"Bukan disini. Tapi ketika masih di cafe" ucap Ana mencoba mengingat


Miko dan Kevin diam. Memang itu adalah ulah Miko menyuntikkan obat bius pada Ana setelah mendapat resep dari dokter.


"Aku mau pulang" ucap Ana


"Baik, saya akan mencarikan taksi untuk ibu" sahut Miko ramah


Ana mengerutkan dahinya ketika mendengar ucapan Miko


"Apa kamu tidak mau mengantarku?" tanya Ana melihat Kevin


Kevin masih diam


"Maaf bu, pak Kevin sedang ada urusan disini. Jadi tidak bisa mengantarkan ibu. Akan saya pesankan taksi untuk ibu" jelas Miko


"Tidak perlu, saya bisa cari sendiri" ucap Ana dengan ketusnya lalu turun dari ranjang dan berlalu meninggalkan ruangan.


Kevin dan Miko membiarkan saja Ana pergi. Saat ini, Kevin hanya berpikir tentang hasil tes DNA yang membuat hatinya tidak tenang.


Lama menunggu hampir 3 jam, rasa lelah dan lapar tidak menggoyahkan kesabaran Kevin untuk menunggu. Kevin tidak henti-hentinya berdoa dan berharap semoga hasilnya sesuai dengan keinginannya.


Setelah 4 jam menunggu akhirnya dokter yang memeriksa keluar dengan membawa sebuah amplop putih. Dengan raut wajah berkarisma dalam balutan jas putihnya membuatnya terlihat lebih muda dan segar.


"Maaf menunggu pak. Ini hasil dari tes DNA antara bapak dengan janin yang dikandung ibu Ana" ucap dokter lalu menyodorkan sebuah amplop putih


"Disitu juga saya memberikan data tentang usia kehamilan ibu Ana. Semoga bisa membantu. Saya permisi dulu" imbuh dokter Zeedan lalu pergi meninggalkan Kevin dan Miko

__ADS_1


Kevin dengan jantung yang berdegup kencang, merasa takut melihat hasil tes tersebut. Amplop yang masih tertutup rapat di tangan Kevin tidak berani dibukanya. Rasa ragu menyelimuti perasaannya. Namun, dengan mengingat wajah Risa perlahan Kevin mulai membuka amplop tersebut. Mata Kevin memutar membaca setiap tulisan dari isi amplop tersebut. Matanya membulat sempurna membaca kesimpulan dari serangkaian tes yang sudah dilakukan hari ini.


__ADS_2