
Waktu istirahat pun selesai, Kevin dan Risa beserta semuanya kembali masuk ke dalam ruangan sidang.
"Silahkan ahli Fotografi menjelaskan tentang analisis foto bukti" titah ketua hakim sidang kepada ahli Fotografi yang bertugas
"Baik yang mulia" sahut ahli Fotografi tersebut
"Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, foto tersebut diambil oleh orang lain. Bisa dipastikan ada orang lain yang sengaja mengambil gambar tersebut. Dilihat dari angel pengambilan gambar dan terdapat sudut bayangan yang menjelaskan ada orang lain yang dengan sengaja memotret keduanya" jelas ahli Fotografi
"Bagaimana terdakwa? Apakah ada pembelaan?" Tanya hakim kepada pihak Ana
"Analisa tersebut salah yang mulia. Karena foto tersebut diambil melalui kamera yang diletakkan di atas meja. Klien saya sengaja melakukan itu untuk berjaga-jaga jika ada masalah di kemudian hari" jelas pengacara Han membela Ana
"Ini adalah kamera yang sama yang digunakan untuk mengambil gambar tersebut" imbuh pengacara Han lalu memberikan sebuah kamera ke hakim sidang.
Sekretaris hakim mengambil kamera dari pihak Ana. Kemudian memberikan kamera tersebut kepada pihak pengadilan yang lebih ahli.
__ADS_1
"Kami juga memiliki bukti lain berupa video yang diambil oleh karyawan bartender ketika saudara Kevin sedang mabuk dan mencoba menggoda klien saya saudara Ana" lanjut pengacara Han
Kevin yang mendengar semua ucapan pengacara Han sangat tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh pengacara Han. Hatinya sangat hancur melihat semua pembelaan yang dilakukan pengacara Han terhadap Ana. Ingin rasanya Kevin berteriak dan memaki Ana dan pengacara Han. Tapi Kevin mencoba menahan amarahnya ketika melihat Risa tersenyum memberi kekuatan untuknya.
Setelah pengacara Han memberikan rekaman video kepada ketua hakim, kemudian hakim melihat rekaman tersebut lalu memberikannya kepada ahli untuk dianalisis.
"Video dalam rekaman ini asli dan tidak ada editan. Apakah dari pihak penggugat ada pembelaan?" Tanya hakim kepada pihak Kevin
"Tidak yang mulia. Klien saya mengakui bahwa dia mabuk dan bertemu dengan saudara Ana. Tetapi klien saya menolak keras jika dikatakan mencoba menggodanya dan juga tidur dengan saudara Ana" sahut pengacara Crist
Ketua hakim sidang terlihat sedang berdiskusi dengan sekretarisnya. Semua orang menunggu keputusan hakim, karena bukti-bukti yang dibawa oleh pihak Kevin dan Ana sama-sama kuat, sehingga membutuhkan waktu untuk memutuskannya.
Kevin sedikit kecewa karena belum ada kepastian tentang masalah ini. Tapi dia tetap harus bersabar menunggu keputusan akhir.
"Terpaksa besok kita akan bawa bukti yang kita simpan. Kita tahu pengacara Han bukan orang sembarang. Jadi kita perlu melakukan ini demi kebaikanmu" ucap pengacara Crist kepada Kevin yang berbicara seperti seorang ayah kepada anaknya.
__ADS_1
Pengacara Crist merasa sedikit kasihan kepada Kevin karena pengacara Han yang tidak mau melihatnya dan malah membantu Ana yang mencoba menghancurkan kebahagiaan Kevin. Oleh karena itu pengacara Crist menaruh simpati yang besar kepada Kevin.
"Baik, jika itu memang yang terbaik dan harus dilakukan, maka saya akan melakukannya" sahut Kevin mencoba tegar
Setelah pengacara Cristi berlalu dan pulang, Kevin memanggil Miko
"Kamu lakukan rencana B kita. Aku serahkan tugas ini padamu" titah Kevin kepada Miko
"Baik mas" sahut Miko kemudian pergi meninggalkan Kevin dengan naik taksi ke suatu tempat
"Ayo kita pulang yank.." ajak Risa tersenyum kepada Kevin
"Ayo, maaf sudah melibatkan kamu dalam masalah yang rumit ini sayang " ucap Kevin lirih sambil menggenggam tangan Risa
"Mulai lagi kan. Jangan bicara seperti itu. Sebaiknya ayo kita cepat pulang karena bi Nuri masak kepiting asam manis kesukaanmu" oceh Risa mengingatkan Kevin
__ADS_1
"Baiklah bos.." sahut Kevin tersenyum mengembang mendengar ocehan Risa
Kevin dan Risa berjalan pulang menuju parkiran, dalam perjalanan Kevin dan Risa berpapasan dengan pengacara Han. Tapi sungguh menyakitkan hati Kevin, pengacara Han sama sekali tidak mau melihat apalagi sampai menyapa Kevin. Kevin juga tidak ingin memanggilnya, karena hati Kevin terasa sakit sekali karena penghianatan. Risa yang melihat ekspresi Kevin lalu menarik lengan Kevin dan memeluknya dalam dekapan. Keduanya saling tersenyum dan Kevin memahami sikap yang dilakukan oleh Risa.