Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Cobaan (Lagi)


__ADS_3

"Selamat pagi sayang" sapa Kevin dengan senyum mengembang yang bangun lebih dulu dari Risa


"Emmm, sudah bangun yank. Jam berapa sekarang?" tanya Risa sambil mengucek matanya


"Baru setengah 6 yank" sahut Kevin lalu membelai rambut Risa


Risa menatap Kevin yang memperlakukannya dengan lembut. Kemudian Risa mendekatkan wajahnya ke wajah Kevin lalu mengecup bibir manis Kevin


"Jangan memancingku, kamu tau kan aku sangat merindukanmu" ucap Kevin setelah Risa melepaskan kecupannya


Risa tidak mengindahkan kata-kata Kevin. Dia malah berani mengecup lagi bibir Kevin. Kevin yang sudah memberi peringatan kepada Risa malah diabaikan, membuat Kevin berani membaringkan paksa tubuh Risa. Ditindihnya tubuh Risa lalu Kevin mencium dan ******* bibir mungil Risa. Risa dengan senyum tipis mencoba mengimbangi permainan Kevin yang sudah sedikit panas. Bibir keduanya saling bertautan dan lidahnya tidak berhenti menyapu setiap bagian dalam mulutnya.


Tangan Kevin tidak tinggal diam, dibelainya leher dan tengkuk Risa. Suara desahan pelan keluar begitu saja dari mulut mungil Risa. Kevin yang mendengar desahan tersebut menjadi lebih berani dan menurunkan tangannya di bukit kembar milik Risa. Diremas pelan gundukan tersebut membuat Risa semakin menggelinjang karena merasakan geli yang nikmat.


Kevin dan Risa menikmati permainan tersebut diiringi dengan suara desahan keduanya dari mulut mereka. Risa membulatkan matanya ketika tiba-tiba Kevin menghentikan aktivitasnya.


"Kenapa?" tanya Risa lirih


"Ini belum waktunya sayang. Aku akan menunggumu sedikit lagi" ucap Kevin lirih lalu mencium kening Risa


Risa tersenyum mengangguk, tidak ada rasa kecewa di hatinya, Risa malah merasa Kevin sangat menyayanginya sehingga berusaha menahan hasrat dan keegoisannya. Mereka saling berpelukan tanda mengakhiri permainan panas tersebut lalu beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


**


"Aku sedang dalam perjalanan menuju tempatmu" ucap Kevin kepada seseorang melalui sambungan telponnya.

__ADS_1


Kevin mematikan ponselnya lalu melanjutkan perjalanannya menuju tempat yang sudah disepakati dengan seseorang yang baru saja berbicara dengannya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, Kevin memberhentikan mobilnya di sebuah perumahan sederhana. Dia berjalan masuk menyusuri gang sempit, hingga akhirnya beberapa menit kemudian sampailah di sebuah rumah sederhana.


"Tok.. tok.." suara Kevin mengetuk pintu


"Masuklah bos" ucap seseorang yang sudah membuka pintu, orang tersebut tidak lain adalah Jafar, kaki tangan kepercayaan Kevin.


Kevin duduk di kursi sederhana yang dipersilahkan oleh Jafar.


"Saya memantaunya seminggu ini dan dia bertemu dengan pria ini lagi bos" ucap Jafar menyodorkan sebuah foto dimana ada sosok Ana dan seorang laki-laki


"David?" ucap Kevin yang masih meneliti foto tersebut


"Baik, ini akan membantu. Lalu dengan rekaman CCTV yang aku berikan bagaimana?" tanya Kevin


"Dia hanya pria biasa yang bekerja serabutan. Dia juga tidak memiliki koneksi dengan siapapun. Mungkin kita harus bertemu dengannya agar kita tahu siapa yang menyuruhnya melakukan perbuatan itu" jelas Jafar


"Baiklah, terimakasih untuk kerja kerasmu" ucap Kevin pada Jafar


Setelah Kevin selesai dengan urusannya, dia segera keluar dari rumah tersebut dan kembali ke store. Saat sudah hampir memasuki waktu makan siang Kevin baru sampai store.


"Pak, ada kabar buruk yang yang terjadi di store cabang" ucap Miko yang sedari tadi menunggu kedatangan Kevin. Ponsel Kevin yang dimatikan sejak bertemu dengan Jafar membuat Miko tidak bisa menghubungi Kevin.


"Apa yang terjadi?" tanya Kevin dengan mata terbelalak

__ADS_1


"Terjadi perampokan di store cabang pagi tadi, semua uang diambil dan ada beberapa kerusakan. Saya sudah menghubungi polisi untuk mengusut masalah ini, dan CCTV tiba-tiba saat itu tidak berfungsi dengan baik." jelas Miko kepada Kevin yang masih berdiri di depan store.


Mendengar penjelasan Miko, Kevin dengan wajah frustasi berjalan menuju mobilnya dan kembali mengemudikan mobilnya yang diikuti oleh Miko untuk menuju ke store cabang yang ada di Jakarta Selatan.


Mobil Kevin melaju dengan kencang membuat Miko sedikit panik dengan keadaan Kevin. Miko merasa khawatir kepada Kevin, belum lama Risa keguguran setelah itu masalah di store pusat yang juga belum stabil, sekarang ditambah lagi dengan permasalahan di store cabang.


Setelah hampir satu jam menempuh perjalanan, Kevin bersama Miko sampai di store cabang. Masih ada beberapa polisi dan beberapa karyawan di luar disana. Kevin segera menghampiri polisi untuk menanyakan sesuatu.


"Permisi pak, saya pemilik store ini. Jadi apakah sudah ditemukan pelaku perampokan ini?" tanya Kevin pada seorang polisi


"Untuk saat ini belum dan masih kami proses, karena rekaman CCTV yang rusak. Tapi mungkin keberuntungan ada di pihak anda karena salah satu karyawan anda tanpa sengaja mengambil rekaman video" jelas polisi tersebut


"Baik pak, saya tunggu kabar baiknya. Mohon urus masalah ini sampai tuntas" pinta Kevin pada polisi tersebut


"Aku juga akan meminta sepupuku yang seorang detektif untuk membantu menyelesaikan masalah ini pak" ucap Miko tiba-tiba di samping Kevin


Kevin tidak membalas dan hanya tersenyum tipis. Dia enggan untuk bersikap emosi, dia memilih diam karena masalah yang bertubi-tubi menghampirinya.


"Saya merasa ada yang aneh dengan kejadian semua ini" celetuk Miko menerawang jauh


Kevin yang mendengar ucapan Miko lalu menoleh menatapnya


"Apa kamu juga berpikir seperti itu?" tanya Kevin lirih


"Iya. Tidak mungkin suatu kebetulan yang datang bersamaan secara terus-menerus" sahut Miko yakin.

__ADS_1


__ADS_2