Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Pulang Kampung


__ADS_3

"Apa dia masih terlalu sibuk sehingga tidak sempat menghubungiku.." gumam Risa yang masih menatap ponselnya


"Risa... Ayo kita makan dulu nak" ajak pak Harun dari balik pintu kamar Risa


"Iya pak.." sahut Risa


Risa menuju ruang makan dan segera menikmati makan siangnya. Setelah selesai dia mencuci piring dan duduk di sofa ruang keluarga bersama bapaknya.


"Apa kamu baik-baik saja selama tinggal bersama Kevin nak?" Tanya pak Harun


"Iya pak, Risa baik kok" sahut Risa dengan tersenyum d ooo


"Apa kamu bahagia menikah dengannya?" Tanya pak Harun lagi


Risa tersenyum mendengar pertanyaan pak Harun


"Risa sangat bahagia pak, mas Kevin sangat baik kepada Risa. Sekarang bapak tidak perlu lagi mencemaskan Risa" jawab Risa masih dengan senyum manisnya


"Lalu kenapa dia tidak mengantarkanmu sendiri kesini. Malah menyuruh temannya" ucap pak Harun yang sedikit sebal


"Mas Kevin sedang sibuk pak, dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya" ucap Risa berbohong


"Bapak jangan khawatir, nanti kalau urusan mas Kevin sudah selesai, dia akan segera menjemputku" lanjut Risa menjelaskan


"Dia tidak bisa jauh dengan aku dan anaknya lama-lama" imbuh Risa dengan senyum menyeringai


"Apa maksudnya kamu hamil nak?" Tanya pak Harun dengan tatapan tidak percaya


"Iya pak, sebentar lagi bapak akan menjadi seorang kakek" jawab Risa dengan senyum yang mengembang


"Alhamdulillah.. semoga kamu dan calon anak kalian selalu sehat sampai waktunya nanti melahirkan. Jangan terlalu capek dan stress ya nak" ucap pak Harun memberi pesan


"Iya pak" sahut Risa


**


Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Kevin yang sedari tadi disibukkan dengan berkas-berkas mengenai beberapa model untuk produk barunya merasa cukup lelah untuk hari ini. Dia meraih ponselnya lalu mencoba kembali menghubungi Risa


"Tuutt.. tuutt.. tuutt.. " panggilan berdering. Itu artinya ponsel Risa sudah dinyalakan


"Hallo.." suara Risa disana

__ADS_1


"Hallo sayang.. kamu dimana? Kenapa ponselmu tadi dimatikan? Apa kamu baik-baik saja? Cepat katakan dimana kamu sekarang, aku akan segera menjemputmu" tanya Kevin beruntun dengan cemas


"Mas.. pelan-pelan ngomongnya. Aku pusing mendengarnya" sahut Risa sedikit kesal


"Iya kita ganti panggilan video sayang.. sekarang kamu katakan sedang dimana" tanya Kevin dengan suara lebih pelan


"Aku di Semarang mas.. bukannya Rendi sudah mengabarimu? Aku menunggu kabar dari mas sejak tadi siang tau..!!" Ucap Risa menunjukkan wajah kesalnya


"Shiitttt.. kurang ajar anak itu" umpat Kevin dengan sangat kesal


"Coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi" perintah Kevin ketus


"Kamu kenapa sih mas.. kok marah-marah tidak jelas.." sungut Risa dengan memanyunkan bibirnya


"Tadi pagi aku datang menjemputmu di apartemen Rendi, tapi dia mengatakan kalau dia tidak tau keberadaanmu. Benar-benar menyebalkan!!" Ucap Kevin yang masih merasa dibohongi sambil membuang muka


"Apa kalian sengaja membuat aku cemas?" Tanya Kevin kembali menatap layar ponselnya dan menunjukkan wajah kesalnya


"Aku tidak berniat seperti itu. Tadi malam aku lupa menyalakan ponselku, setelah makan malam aku tertidur. Dan paginya aku langsung menghubungimu mas. Tapi setelah panggilan telepon mu terputus Rendi mengatakan kalau sebaiknya aku membiarkan kamu sendiri dulu untuk memberimu waktu menyelesaikan urusanmu. Dia mengatakan akan menghubungimu dan mengatakan kalau aku baik-baik saja" jelas Risa panjang lebar di layar ponselnya


"S*alan anak itu. Beraninya bermain-main denganku" umpat Kevin lagi


"Hei sudaahh.. jangan mengumpat lagi. Aku tidak mau anakku mendengar ucapan kotormu itu" perintah Risa sebal


Risa tidak menjawab malah memanyunkan bibirnya dan tersenyum sinis


"Kamu berangkat sendiri ke Semarang yank?" Tanya Kevin


"Tidak.. aku ditemani Daniel" sahut Risa


"Daniel.. siapa dia?" Selidik Kevin dengan menyipitkan matanya


"Teman Rendi.." jawab Risa jujur


"Beraninya dia...


Apa dia juga yang menyuruhmu berangkat ke Semarang?" Tanya Kevin dengan mata yang tajam


"Ya.. dia yang memberiku ide" ucap Risa jujur


"Dan juga aku sangat rindu sama bapak.. jadi boleh ya aku disini lebih lama" lanjut Risa dengan nada yang manja

__ADS_1


"Besok aku akan menyusulmu.." ucap Kevin datar


"Untuk apa? Kamu selesaikan dulu urusan disana" sahut Risa lalu memalingkan wajahnya


"Hei.. kenapa wajahmu begitu? Kamu tidak senang bertemu dengan suamimu?" Goda Kevin sambil tersenyum


"Hah.. selesaikan dulu urusanmu dengan nenek lampir itu. Baru setelah itu datang menjemputku..


Aku juga heran, kenapa banyak sekali perempuan yang mengaku sedang mengandung anakmu. Apa semudah itu berhubungan dengan perempuan.. menyebalkan..!!" Ucap Risa sangat kesal dan masih memalingkan wajahnya


"Haha.. Kamu cemburu sayang.. lihat aku.. cepat lihat aku!!" pinta Kevin merayu


"Apa..??" Dengan ketus Risa kemudian menoleh ke arah Kevin


"Aku mencintaimu.. dan aku tidak pernah memiliki hubungan dengan perempuan lain selain dirimu" ucap Kevin dengan menatap teduh wajah Risa


"Kamu harus mempercayaiku..


Semua yang dikatakan Jeanny tentang pertunangan dan kehamilan itu semua bohong. Jadi kamu harus percaya sama aku" lanjut Kevin menjelaskan


"Aku tidak mau pulang sebelum masalahmu benar-benar selesai.." ucap Risa tegas


"Baik.. baik.. jika itu keinginanmu sayang. Sekarang aku sudah lega karena aku sudah melihatmu dan calon anak kita baik-baik saja di tempat bapak. Kamu jaga diri disana, banyak istirahat, dan jangan stress" ucap Kevin memberi pesan


"Aku stress karena memikirkanmu.." gumam Risa namun masih terdengar oleh Kevin


"Iya.. aku minta maaf sayang" ucap Kevin memelas


Risa yang menatap wajah Kevin menjadi lemas seketika hatinya luluh lalu menampilkan senyum manis di wajahnya.


"Bagaimana keadaan bapak? Apa beliau baik dan sehat?" Tanya Kevin


"Iya bapak sehat mas" sahut Risa


"Ini sudah mau Maghrib mas.. kita udahan dulu ya. Nanti aku kabari lagi" pinta Risa


"Iya sayang jaga diri disana ya. Sampaikan salamku pada bapak. Aku mencintaimu" ucap Kevin sambil memajukan bibirnya


"Aku juga mencintaimu mas.." sahut Risa


Tidak terasa hampir dua jam mereka berkomunikasi. Akhirnya panggilan video tersebut diakhiri dengan ungkapan rasa cinta masing-masing.

__ADS_1


"S*alan anak itu.. beraninya dia mengerjaiku..!! Awas kamu Ren.. " Umpat Kevin kepada Rendi


__ADS_2