
Waktu pun berlalu, semenjak pertemuan antara Risa dan Ana hari itu, Ana jarang sekali menghubungi Kevin. Kevin tidak pernah mengambil pusing masalah itu, karena dia yakin anak yang dikandung Ana bukanlah darah dagingnya.
Begitu juga dengan ucapan Risa yang mengatakan dia ikhlas jika Kevin harus menikah dengan Ana, Kevin mengabaikan perkataan Risa tersebut yang dianggapnya sebagai omong kosong.
"Hari ini jalan-jalan yuk yank.. sudah lama kita tidak keluar" ajak Kevin pada Risa yang sedang duduk bersantai di sofa
Bi Nuri datang dengan secangkir kopi dan segelas susu coklat serta sepiring kue kering.
"Kemana?" tanya Risa sambil mengelus perutnya yang masih datar
"Terserah kamu saja yank" sahut Kevin menyeringai
"Ke mall saja ya, tapi kita perginya sore, biar adem" pinta Risa sambil mengelus perutnya yang datar
"Siap bos" ucap Kevin lalu ikut mengelus perut Risa
Ketika sore hari, Risa dan Kevin sudah bersiap. Mereka juga berpesan pada bi Nuri untuk tidak perlu masak untuk makan malam, karena mereka akan makan malam di luar.
"Pakai sabuk pengamannya yank" ucap Kevin pada Risa ketika sudah masuk ke mobil
"Iya sayang" sahut Risa singkat
Mobil Kevin melaju dengan kecepatan standar. Mereka menuju sebuah mall di daerah Jakarta pusat karena Risa juga ingin membeli beberapa keperluan.
"Yank aku ke toilet dulu ya, kamu tunggu disini sebentar" ucap Kevin pada Risa yang sedang memilih keperluan mandi
__ADS_1
"Oke. Cepat ya yank" sahut Risa
Kevin menuju kamar mandi, kebetulan sekali 3 kamar mandi sedang masa perbaikan, jadi hanya bisa menunggu antrean. Hampir 10 menit Kevin di kamar mandi, akhirnya dia selesai juga dengan urusannya.
Dia menuju ke tempat Risa tadi berada, dan dilihatnya beberapa orang sedang berkerumun. Dengan samar-samar Kevin melihat seseorang sedang tergeletak di lantai. Kevin segera menghampiri.
Jantungnya berhenti seketika ketika melihat sosok yang tergeletak di lantai dengan raut wajah meringis menahan kesakitan
"Sayang.." ucap Kevin cemas lalu menghampiri Risa yang tergeletak lemas
Dilihatnya darah mengalir di antara kaki Risa. Jantungnya memburu karena kecemasan. Tanpa menunggu lama, Kevin segera mengangkat tubuh Risa dan membawanya ke rumah sakit
"Sabar sayang.. kita akan ke rumah sakit" ucap Kevin cemas ketika mengemudi
Kevin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, setelah beberapa menit kemudian dia sampai di rumah sakit tempat Andreas bekerja yang kebetulan dekat dengan mall.
"Kenapa dengan Risa?" tanya Andre cemas lalu berdiri dari tempat duduknya
"Tidak tau, aku menemukan dia sudah tergeletak di lantai dengan darah di kakinya"
Kevin langsung menidurkan Risa di ranjang periksa, sedangkan Andre segera memanggil perawat dan segera memeriksa kondisi Risa.
"Kamu tunggu di luar sebentar. Tolong patuhi ucapan dokter demi keselamatan pasien" perintah Andre pada Kevin
Kevin dengan ragu melepaskan genggamannya, dilihatnya Risa masih meringis menahan sakit, kemudian Kevin keluar meninggalkan Risa.
__ADS_1
Kevin menunggu dengan cemas, dia duduk kemudian berdiri dan berjalan mondar-mandir. Perasaan takut dan khawatir menyelimuti hati Kevin. Setengah jam kemudian Andre keluar dari ruangannya
"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Kevin
Andreas mendekati Kevin tanpa berkata apa-apa, dia menatap dalam mata Kevin lalu menggelengkan kepalanya.
"Maksudnya apa? Jelaskan!" desak Kevin
"Kamu harus terima ini, maaf aku tidak bisa menyelamatkan janinnya" jelas Andre sambil menepuk pundak Kevin
Kevin tidak bisa membendung air matanya, dia berlari masuk menghampiri Risa. Kevin melihat Risa sedang terbaring dan terisak.
Kevin duduk di samping ranjang Risa, dia menggenggam tangan Risa lalu memeluk tubuh Risa. Dia menempelkan keningnya di kening Risa sambil mengelus rambut Risa.
"Anak kita, Hu hu hu" ucap Risa lirih
"Maaf aku tidak bisa menjagamu dan bayi kita" ucap Kevin sambil memeluk erat tubuh Risa
Risa masih menangis, dia tidak percaya dengan keadaan yang dialaminya. Baru lima minggu dia merasakan indahnya mengalami kehamilan, merasakan ngidam dan susah senangnya mengandung, tetapi kini dia harus menerima kenyataan bahwa janinnya sudah tidak ada lagi.
Kevin sangat terpukul dengan kejadian ini. Hatinya sangat hancur, namun dia berusaha agar tetap tegar di hadapan Risa supaya bisa menguatkan hati Risa.
"Kita ikhlaskan dia, setelah ini kita akan coba lagi" ucap Kevin lalu mengecup pipi dan memeluk Risa
Risa tidak bisa berkata-kata, dia hanya diam sampai dirinya merasakan tubuhnya sangat lelah dan kemudian memejamkan matanya.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, seseorang sedang merayakan sebuah capaian. Senyum sinisnya tidak pernah hilang dari garis wajahnya. Senyum yang tidak bisa diartikan apa maksudnya.