Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Pesta Perayaan


__ADS_3

Selama satu minggu Risa di rumah sakit, Kevin tidak pernah pulang ke rumah walaupun hanya sekedar mengambil barang. Kevin akan meminta bi Nuri untuk mengantarkannya, Kevin tidak mau meninggalkan Risa pasca operasi.


Hari ini Risa sudah diperbolehkan pulang, luka jahitannya sudah kering hanya tinggal fase penyembuhan saja.


"Sudah selesai semua kan sayang.." tanya Kevin


"Iya yank" sahut Risa


"Oke.. aku angkat sekarang ya" ucap Kevin kemudian mengangkat tubuh Risa lalu memindahkannya ke kursi roda


"Nah, sekarang anak pintar digendong mama dulu ya" lanjut Kevin mengendong baby Kenan lalu menyerahkan kepada Risa


"Sudah ya tidak ada yang ketinggalan. Waktunya kita pulang sayang.." imbuh Kevin dengan semangat


Kevin mendorong Risa yang sedang duduk di kursi roda menuju tempat parkir. Disana sudah ada pak Harun yang menunggu. Pak Harun sampai di Jakarta tiga hari lalu kemudian langsung menuju rumah sakit tempat Risa di rawat.


**


"Selamat datang di rumah keponakanku yang tampan.." ucap Rendi memberi selamat ketika Risa dan Kevin membuka pintu rumah


Risa dan Kevin terkejut melihat pemandangan itu. Rumahnya seakan sedang ada pesta kecil penyambutan putranya. Miko, Dina dan Jeanny juga turut hadir dalam rumah tersebut


"Sini.. biar aku yang menggendongnya" ucap Jeanny lalu menyerahkannya baby Jasmine pada baby sitter nya


Jeanny mengambil alih baby Kenan yang masih dalam pangkuan Risa. Risa kemudian duduk di sofa dan mengamati sekeliling rumahnya yang sudah dihias sangat indah dengan bernuansa biru dan abu-abu.


"Duh gantengnya keponakan aunty.. kalau sudah besar main sama baby Jasmine yaa.." ucap Jeanny mencoba mengajak bicara bayi mungil tersebut


"Bagaimana persiapan pernikahannya?" tanya Kevin kepada Jeanny

__ADS_1


"Semuanya di atur sama Andre" sahut Jeanny singkat


"Hallo baby Kenan.. Ini uncle Miko" sapa Miko dengan senyum renyahnya kepada baby Kenan


"Dia sangat gembul.." sahut Dina kepada Miko


"Kamu ingin menggendongnya?" tanya Jeanny kepada Dina


"Iya.. sini anak ganteng, ikut aunty ya" ucap Dina lalu menerima baby Kenan


Dina menggendong baby Kenan sambil sesekali mengajaknya berbicara. Miko yang sedari tadi di samping Dina dan ikut mengobrol, kini tangannya tiba-tiba di tarik paksa oleh Jeanny. Miko menaikkan alisnya karena tidak paham atas sikap Jeanny. Rendi yang sejak tadi hanya diam kini mulai menghampiri Dina dan baby Kenan lalu ikut duduk di samping Dina


"Hallo boy... Baru satu minggu tapi tubuhmu sudah montok ya" ucap Rendi lalu mencolek pipi gembul baby Kenan yang sedang dibendung Dina


"Karena aku minum susunya banyak uncle, makanya aku cepet gendut" sahut Dina mewakili ucapan baby Kenan


Melihat pemandangan antara Rendi dan Dina kini Miko sadar, ternyata Rendi menyukai Dina. Kini jiwa usilnya keluar lalu dia mengambil ponselnya dan mengambil beberapa gambar tanpa sepengetahuan keduanya. Miko tersenyum sendiri melihat hasil jepretannya. Mereka tampak seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.


Dina menyerahkan baby Kenan kepada Risa dan ikut ke dapur menyiapkan makanan


"Sayang ingin makan apa?" tanya Kevin penuh perhatian


"Apa saja yank.." sahut Risa


"Oke ambilkan dulu.." ujar Kevin


Kevin mengambilkan makanan untuk Risa ke dalam piring. Dia mengambil nasi, daging dan beberapa macam sayuran. Di meja makan sudah ada pak Harun, Rendi, Miko, Dina dan Jeanny. Sedangkan Risa duduk di sofa dekat dengan meja makan.


"Elu nggak ikut makan?" tanya Rendi kepada Kevin

__ADS_1


"Entar.. nyusul" sahut Kevin singkat lalu pergi menghampiri Risa


Kevin dengan telaten menyuapi Risa yang sedang menyusui baby Kenan. Pemandangan itu membuat mereka yang sedang duduk di meja makan merasa bahagia, terutama pak Harun.


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Dina dan Miko sudah pulang. Begitu juga dengan Rendi dan juga Jeanny. Sedangkan pak Harun sedang beristirahat di kamar.


"Sayang, apa kamu yakin tidak membutuhkan baby sitter?" tanya Kevin lembut kepada Risa yang sedang menidurkan baby Kenan


"Iya yank.. aku yakin. Aku akan mencoba merawatnya sendiri dulu" sahut Risa mantap


"Baiklah kalau begitu. Apa dia sudah tidur?" tanya Kevin lagi


"Sudah.." sahut Risa kemudian memindahkan baby Kenan ke dalam box bayi


"Sini.." pinta Kevin sambil menepuk lengannya


Risa berjalan menghampiri Kevin lalu ikut merebahkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di lengan Kevin. Kevin memiringkan tubuhnya hingga kini wajah mereka saling bertatapan


"Aku sangat bahagia memiliki kalian. Terimakasih sudah hadir di hidupku" ucap Kevin menatap lekat wajah Risa


"Aku juga sangat bahagia bisa hidup denganmu mas.." sahut Risa lalu tersenyum manis


Kevin tidak tahan dengan senyuman Risa. Dia semakin mendekatkan wajahnya lalu ******* lembut bibir Risa. Lama keduanya saling berpagutan sampai-sampai Risa mengambil nafas panjang. Kemudian Kevin menarik tubuh Risa dan membenamkan dalam pelukannya.


TAMAT


Terimakasih sudah membaca novel PILIHAN TAKDIR ini. Ini adalah tulisan pertama author, banyak sekali kekurangan dan kesalahan dalam memilih dan mengolah kata-kata. Harap maklum karena ini adalah pengalaman pertama untuk author. Dan juga, mohon maaf karena author sempat off menulis selama hampir satu tahun dikarenakan sedang mengandung dan melahirkan. Hal tersebut pastinya membuat para readers sangat kecewa.


Jujur saja, ketika author kembali melanjutkan cerita ini, readers dan viewers mengalami penurunan. Itu membuat author sempat merasa minder lagi. Tapi akhirnya novel ini selesai karena masih ada readers yang setia mampir di novel ini.

__ADS_1


Dan author sangat sangat berterimakasih kepada readers yang sudah memberikan LIKE DAN VOTE untuk author. Author sadar bahwa untuk mengapresiasi sebuah karya orang lain sangatlah sulit, jadi author sangat berterimakasih kepada readers yang telah mendukung author dengan memberi Like dan vote.


Salam hangat dari author dan keluarga El_Farabi. Semoga para readers masih setia menunggu tulisan author yang selanjutnya. 💕😘


__ADS_2