Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Bingkai Foto


__ADS_3

Sementara di tempat lain, Risa masih duduk termangu menunggu hujan reda. Dia memandangi sekeliling hanya ada dia dan dua orang lain yang juga terjebak hujan


"Dah 2 jam kok hujannya gak berhenti sih.." gerutu Risa


Risa yang sedari tadi menunggu hujan di depan supermarket merasakan lapar, Dia kemudian masuk dan membeli mie instan serta minuman.


"Ahh.. lumayan lah buat mengganjal perut" gumam Risa tersenyum


Di rumah


Kevin memegang dan menatap tajam bingkai foto. Dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


"Risa adalah Icha.." ucap kevin dengan mata berkaca-kaca


"Jadi, selama ini aku bersikap jahat pada anak kedua orang tua yang sudah menyelamatkanku??" tanya Kevin pada dirinya sendiri dan masih tidak percaya


Kevin menuju kamarnya dan mengambil kunci mobil. Dia pergi melajukan mobilnya menerjang derasnya hujan. Dilihatnya sekeliling lingkungan rumahnya. Tidak ada Risa disana.


"Dimana kamu gadis bodoh..." ucap Kevin sambil matanya sibuk mencari sosok Risa


Kevin tidak menemukan Risa di lingkungan rumahnya. Dia berniat mencari Risa di store. Mobil masih melaju dan matanya masih sibuk mencari. Tiba-tiba mobil berhenti di depan sebuah supermarket. Kevin mengernyitkan dahi mengamati betul-betul apakah yang dilihatnya adalah Risa


"Risa... " ucap Kevin


Kemudian Kevin keluar dari mobil menerjang hujan tanpa menggunakan payung dan langsung menghampiri Risa


Risa melihat samar-samar bayangan Kevin


"Mas Kevin... " ucap Risa dalam hati


"Mas.. Kenapa hujan-hujanan" tanya Risa pada Kevin begitu mereka dekat


Kevin mengabaikan pertanyaan Risa dan langsung masuk ke supermarket. Risa hanya mengamati dan menarik nafas pelan melihat sikap Kevin.


Kevin keluar dengan membawa sebuah payung ditangannya. Tanpa sepatah kata Kevin membuka payung dan menarik tangan Risa menuju mobil.


Di dalam mobil mereka berdua saling diam dan tidak ada yang berbicara


"Kenapa sih mas Kevin.. apa masih marah karena kejadian tadi?" gumam Risa dalam hati


Risa melirik jam di tangannya


"Sudah jam setengah 11..." mata Risa terbelalak ketika melihat jam tangannya


"Pantes aja mas Kevin diem.. paling ya kena marah lagi nanti" gumam Risa dalam hati


Mobil berhenti dan Kevin segera turun dari mobilnya. Ketika Risa akan membuka pintu mobil.. tiba-tiba pintu sudah terbuka

__ADS_1


"Mas Kevin kenapa sih.." ucap Risa sambil melihat Kevin yang berlalu


Risa masuk rumah dan ingin segera mandi. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan tingkah Kevin yang tiba-tiba berdiri di depannya sambil tangannya mengulurkan handuk.


Risa terkejut dengan sikap Kevin dan dengan ragu-ragu mengambil handuk tersebut.


"Makasih ya mas.. " ucap Risa


Risa ingin segera ke kamar mandi. Dia pergi melangkah meninggalkan Kevin.. Namun tiba-tiba...


"Icha.... " panggil Kevin dengan suara pelan


Deeggg


Risa yang mendengar ucapan Kevin terkejut dan merasakan jantungnya berdegup kencang


"Apa dia memanggilku..???" tanya Risa dalam hati


Risa diam tidak menjawab dan tetap diam berdiri tanpa menoleh ke arah Kevin


"Icha..." panggil Kevin lagi


Risa dengan ragu-ragu menoleh ke arah Kevin. Ditatapnya wajah Kevin yang sayu dan terlihat matanya berkaca-kaca. Kevin mendekat pada Risa


"Maafkan aku..." ucap Kevin sambil tertunduk di hadapan Risa.


"Mas.. ngapain kayak gitu??" tanya Risa sambil memegang tangan Kevin. Risa mencoba mengangkat tangan Kevin untuk berdiri


"Maafkan aku Icha.." ucap Kevin lagi dengan suara lirih


"Kakak..." ucap Risa sambil matanya menangis terisak


Kevin menarik tangan Risa dan mereka saling menangis dalam pelukan.


"Maafkan aku.." Kevin tidak hentinya meminta maaf pada Risa di tengah pelukannya.


Tiba-tiba Risa melepaskan pelukannya


"Sudahlah.. sekarang ayo ganti pakaian dulu" ucap Risa sambil menatap Kevin


Kevin hanya mengangguk. Mereka berdua menuju kamar masing-masing


Kevin segera mengganti bajunya. Dia merasa sangat sedih dan sangat berdosa. Dia mengingat semua perlakuan kasarnya terhadap Risa


Sedangkan Risa yang sedari tadi di kamar mandinya hatinya merasa senang dan bahagia. Terlihat jelas di wajah Risa terukir senyum yang sangat manis.


"Akhirnya mas Kevin sadar kalau aku adalah Icha.." ucap Risa tersenyum

__ADS_1


Selang 15 menit berlalu. Risa menuju dapur karena perutnya masih terasa lapar. Tiba-tiba Kevin keluar dari kamarnya dan menghampiri Risa


"Mau nasi goreng?" tanya Kevin pada Risa tiba-tiba


"Eeemmmhh.., biar aku aja yang masak mas" ucap Risa sambil membuka kulkas


Setelah 15 menit berlalu, nasi goreng pun sudah matang dan siap disantap. Keduanya saling diam dan canggung. Tiba-tiba di tengah makan, Kevin memecah keheningan


"Kenapa kamu gak bilang kalau kamu Icha?" tnya Kevin sambil meletakkan sendok dan garpunya.


Risa pun berhenti makan dan melihat ke arah Kevin


"Sebenarnya baru beberapa hari ini aku tau kalau kamu adalah Bayu. Aku tidak mengatakannya karena aku takut kamu masih tidak menerimaku" jawab Risa sambil menundukkan kepalanya


"Ahhhh..." Kevin menghela nafas panjang


"Coba kalau kita tau sejak awal.. aku pasti tidak akan berlaku kasar terhadapmu" ucap Kevin dengan wajah lemas


"Sudahlah mas.. aku tidak apa-apa. Bersikaplah seperti biasanya. Melihat sikapmu yang sekarang ini aku malah takut" ucap Risa jujur


"Sikapku sungguh sudah keterlaluan sama kamu. Sumpah.. aku sangat meminta maaf" ucap Kevin memelas


"Iya.. udah ah gak usah ngomong kyk gitu" ucap Risa


Mereka kembali ke kamar masing-masing. Risa dengan membawa hati bahagianya ke pulau kasur. Sedangkan Kevin membawa rasa bersalahnya hingga membuatnya tidak bisa tidur.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai-hai readers tercinta 😍❤️ Tolong bantu author yaaa dengan kasih like, vote dan komen di novel "PILIHAN TAKDIR" ini. Kasih saran dan masukan juga yang banyak

__ADS_1


Love you all para readers 😘😘


__ADS_2