
Store
"Kita akan ke pengadilan pukul 10 pagi" ujar Kevin kepada Miko
"Dan tolong berikan ini kepada Dina" imbuh Kevin menyodorkan berkas kepada Miko
"Baik mas, saya akan segera kabari Jafar dan juga pengacara Crist" sahut Miko
Setelah itu Miko keluar ruangan Kevin dan menyiapkan beberapa berkas yang dibutuhkan dalam sidang pertama kali ini. Miko sudah menghubungi Jafar dan pengacara Crist, mereka sudah siap dengan tugasnya masing-masing.
Pukul setengah sepuluh Kevin dan Miko berangkat dari store dan mempir ke rumah Kevin sebentar untuk menjemput Risa.
"Sayang.. sudah siap kan.." panggil Kevin begitu masuk ke dalam rumah
"Iya sayang.." sahut Risa yang keluar dari kamar dan berjalan menghampiri Kevin
"Kamu sudah bawa apa yang aku minta kan sayang?" tanya Kevin
"Sudah sayang" sahut Risa singkat
Mereka bertiga pergi ke pengadilan, pengacara Crist dan Jafar sudah datang lebih awal. Begitupun dengan Ana yang sudah hadir di pengadilan.
__ADS_1
Pengadilan
"Baik, kedua belah pihak antara penggugat dan tergugat sudah hadir, oleh karena itu sidang ini akan saya mulai. Tok tok tok" ucap hakim mengetuk palu
Kevin duduk di samping pengacara Crist di kursi penggugat, sedangkan Risa duduk di kursi penonton bersama Miko dan Jafar.
Kevin melihat Ana di kursi tergugat masih sendiri belum didampingi oleh pengacaranya. Kevin melihat sekeliling tidak ada sanak keluarga yang ikut bersama mendampingi Ana.
Beberapa saat kemudian, seseorang hadir dalam persidangan tersebut. Kevin sangat terkejut sampai-sampai matanya membulat sempurna seperti ingin melompat keluar ketika melihat seseorang yang perlahan duduk di samping Ana.
"Om Han.. untuk apa dia datang kesini.." batin Kevin dalam hatinya
"Maaf saya terlambat hakim yang terhormat" ujar pengacara Han
Sekilas pengacara Han melihat ke arah Kevin tanpa senyum dan ekspresi. Kevin menatap ke arah pengacara Han dengan penuh selidik.
Sidang berlangsung lancar, Ana bersikeras jika bayi yang dikandungnya adalah anak dari Kevin, dan Kevin menolak untuk bertanggungjawab. Ana memberikan bukti tes DNA dan foto yang diambilnya ketika di hotel.
"Klien saya berani bersumpah jika foto dan tes DNA tersebut adalah palsu dan hasil rekayasa" ujar pengacara Crist
"Saya akan memberikan hasil tes DNA yang asli dan juga menghadirkan ahli Fotografi agar bisa melihat foto tersebut nyata atau rekayasa" imbuh pengacara Crist
__ADS_1
Seorang ahli Fotografi diundang masuk ke ruangan dan mulai menganalisis foto yang dibawa Ana. Pengacara Crist juga memberikan hasil tes DNA asli kepada ketua hakim.
Pengacara Han tidak tinggal diam, dia menghadirkan Andreas selaku dokter yang memeriksa DNA Kevin dan bayi yang dikandung Ana.
"Baiklah, sembari menunggu hasil analisis foto, kita akan istirahat selama 45 menit. Tok.. tok.. tok.." ujar ketua hakim sidang
Mendengar keputusan hakim, semua orang keluar ruangan. Setelah di luar, Kevin mencoba menghampiri pengacara Han.
"Om Han.." panggil Kevin
Pengacara Han menoleh
"Panggil Pengacara Han.." pinta pengacara Han
"Bagaimana bisa om Han menjadi pengacara Ana? Dia mencoba menjebakku om, dia berusaha menghancurkan pernikahanku dengan Risa" ucap Kevin yang tidak mengindahkan permintaan pengacara Han
"Maaf, saya dan klien saya sedang sibuk dan ingin beristirahat sebentar" ucap Pengacara Han lalu pergi meninggalkan Kevin yang masih berdiri tidak percaya dengan ucapan pengacara Han
Kevin sangat terkejut melihat perilaku pengacara Han. Dia tidak menyangka bahwa orang yang selama ini sudah dia anggap sebagai ayah tega berbuat seperti itu kepadanya.
Risa menghampiri Kevin dan memegang lengan Kevin. Risa melihat ekspresi wajah Kevin yang lemas tidak bersemangat. Senyum manis terlukis di wajah Risa mencoba menenangkan perasaan Kevin.
__ADS_1
"Ayo kita istirahat dan makan dulu. Persidangan masih lama, dan kita butuh tenaga untuk itu" rayu Risa kepada Kevin yang masih menatap kepergian pengacara Han
Kevin memegang tangan Risa dan memandang wajah Risa. Sedikit senyum yang dipaksakan mencoba Kevin tunjukkan di hadapan Risa. Kemudian berlalu menghampiri Miko dan pengacara Crist yang sedang menunggu.