
Store
"Selamat pagi pak" sapa Dina di depan ruangan Kevin
"Selamat pagi. Masuklah, saya ingin tahu perkembangan kontrak kita dengan garmen lain" ucap Kevin pada Dina
"Baik pak" sahut Dina lalu ke meja kerjanya mengambil beberapa berkas yang diperlukan
Beberapa menit kemudian Dina masuk bersama Miko dengan membawa berkas di tangan mereka.
"Ini berkas yang berisi kontrak dengan garmen Delta Tekstil" ucap Dina lalu menyodorkan sebuah berkas kepada Kevin
"Delta Tekstil? Garmen yang di Semarang?" tanya Kevin
"Iya pak, saya mencoba tiga garmen di Semarang, baru Delta Tekstil yang memberi respon positif" jelas Dina
"Yang lain?" tanya Kevin lagi
"Glory Tekstil dan Sinar Mas Tekstil pak" sahut Dina
"Oke baiklah, terimakasih atas kerja kerasmu untuk membantu store. Saya sangat menghargai ini" ucap Kevin sambil memegang berkas yang dilihatnya tadi
"Selanjutnya kamu urus kontrak ini. Saya percayakan ini padamu" lanjut Kevin
__ADS_1
"Baik pak, saya kembali dulu" ucap Dina ijin keluar ruangan Kevin
Kevin mengangguk memberi isyarat mengizinkan Dina meninggalkan ruangannya. Kemudian Kevin melihat Miko yang masih diam mematung di hadapannya.
"Bagaimana?" tanya Kevin
Miko menggaruk pelan kepalanya yang tidak gatal.
"Ada hal yang ingin saya sampaikan pak" ucap Miko sedikit ragu
"Tentang apa?" tanya Kevin yang tidak paham dengan ekspresi Miko saat ini yang bersikap tidak seperti biasanya
"Tentang kecelakaan ibu Risa di supermarket" sahut Miko hati-hati
"Apa maksudmu?" tanya Kevin
"Saya mendapat informasi kalau ibu Risa tidak jatuh secara kebetulan, tetapi ada yang sengaja membuatnya celaka" jelas Miko
"Siapa yang berani melakukan itu?" tanya Kevin sedikit berteriak karena ucapan Miko membuatnya sedikit emosi
"Saya masih menunggu orang saya mengecek CCTV yang berada di store" sahut Miko
Kevin melonggarkan sedikit dasinya, dia menuju sofa dan meminta Miko duduk di sampingnya. Hatinya memburu mengetahui bahwa Risa dan anaknya yang keguguran celaka bukan karena suatu kebetulan melainkan karena kesengajaan.
__ADS_1
"Tolong kamu ceritakan detailnya" pinta Kevin
"Ketika bapak dan ibu ke supermarket, kebetulan kakak saya juga sedang berbelanja di supermarket. Kakak saya melihat ibu Risa memilih barang-barang sendirian. Dia melihat ada seorang laki-laki yang selalu mengikuti ibu Risa, kakak saya sedikit curiga karena tingkahnya. Kemudian kakak saya terkejut ketika tiba-tiba laki-laki tersebut menuangkan sesuatu ke lantai dekat ibu Risa berdiri. Tidak lama setelah itu ibu Risa dibuat berlari oleh seorang yang lain hingga membuatnya jatuh terpeleset. Dan ketika kakak saya mencoba mencari laki-laki tersebut dia sudah menghilang lalu mencoba menolong ibu Risa. kakakku begitu terkejut melihat ibu Risa yang ternyata sedang mengandung dan keluar darah diantara kakinya."
"Tidak sengaja kakak masuk ke kamar saya untuk mengambil laptop, dan dia melihat foto bapak di majalah store dan menanyakannya kepada saya. Kakak saya melihat bapak menggendong ibu Risa waktu itu dan teringat tentang bapak. Kemudian dia menceritakan yang diketahuinya kepada saya" lanjut Miko
"Maafkan saya mencoba menggali lebih dalam tanpa persetujuan bapak" imbuh Miko lalu menundukkan kepala.
"Saya terlalu larut dalam kesedihan karena kehilangan anak saya, ditambah lagi permasalahan store membuat saya lupa penyebab istri saya kecelakaan. Terima kasih untuk informasi penting ini, kamu telah membantu saya sampai sejauh ini" ucap Kevin sambil menepuk pundak Miko
Miko tersenyum lega karena Kevin menghargai usahanya dan tidak marah karena sudah lancang ikut campur urusan pribadinya.
"Jangan panggil saya bapak jika kita sedang berdua. Kamu sudah aku anggap sebagai adikku sendiri" ucap Kevin tersenyum
Keduanya saling tersenyum sejenak, lalu Miko ijin keluar melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Kevin masih duduk bersandar di sofa sambil memikirkan cerita Miko.
"Siapa yang tega melakukan itu pada Risa" gumam Kevin
"Tidak mungkin musuh Risa, dia orang baru disini dan tidak terlalu banyak memiliki teman ataupun musuh disini" lanjut Kevin
"Mungkinkah musuhku? tapi siapa?" gumam Kevin sambil memijat keningnya
"Risa keguguran dan setelah itu kontrak dengan garmen Sandang Abadi di batalkan, tidak mungkin semua ini terjadi secara kebetulan. Aku harus mencari tau tentang ini" ucap Kevin pelan lalu membenarkan posisi duduknya.
__ADS_1
"Tunggu saja, kamu sudah mencoba menghancurkan hal besar dalam hidupku, aku tidak akan memaafkanmu" ucap Kevin dengan mata membulat penuh emosi.