
Risa sedang merebahkan tubuhnya di ranjang begitu tiba di rumah. Dia merasa lelah karena perjalanan tersebut. Sedangkan Kevin langsung menuju store karena ada pekerjaan yang harus diurus. Lama kelamaan mata Risa mnejadi berat dan kemudian dia tertidur.
Store
"Saya sudah membuatkan jadwal pertemuan bapak dengan tuan Gunawan. Bapak akan bertemu dengan beliau besok pukul sebelas siang di Han's Resto and Cafe" tukas Dina menjelaskan
"Dan ini adalah berkas yang diperlukan untuk pertemuan besok.." lanjut Dina kemudian menyodorkan sebuah berkas kepada Kevin
Kevin melihat-lihat isi berkas tersebut
"Oke, tidak ada masalah dengan berkasnya. Besok tolong ingatkan saya lagi tentang pertemuan dengan pak Gunawan" ucap Kevin memberi pesan
"Baik pak. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dina pamit meninggalkan ruangan Kevin
Kevin mengambil ponselnya dan menuliskan pesan untuk Risa
"Sayang.. sedang apa?" Tulis Kevin kepada Risa
Sesaat Kevin menunggu balasan dari Risa, namun tidak kunjung ada balasan tersebut. Akhirnya Kevin memutuskan melanjutkan lagi pekerjaannya.
Pukul dua siang Risa baru bangun dari tidurnya, ia kemudian beranjak menuju dapur karena merasa sangat haus.
"Non Risa nanti mau dimasakin apa?" Tanya bi Nuri ketika Risa sudah di dapur
"Nanti biar saya saja bi yang masak" sahut Risa
"Baik non.." balas bi Nuri
Risa membuka freezer, terdapat daging sapi dan daging ayam di dalamnya. Risa mengambil daging sapi tersebut kemudian memasaknya dengan sop. Lama Risa berkutat di dapur hingga semua masakannya sudah siap. Kemudian dia memutuskan untuk mandi karena waktu sudah sore.
Kevin sedang merapikan tasnya dan akan segera pulang
"Tok.. tok.." suara pintu ruang Kevin diketuk
"Masuk.." ucap Kevin
"Mas sudah mau pulang?" Tanya Miko
__ADS_1
"Iya.. apa ada yang penting?" Sepi Miko
"Ini mengenai permintaan pengacara Han yang ingin bertemu dengan mas Kevin" jelas Miko
"Emm, besok sore atau lusa mungkin bisa. Coba kamu konfirmasi lagi dengan jadwal yang diatur Dina" ucap Kevin
"Oh baik mas. Kalau begitu saya permisi dulu. Dan hati-hati di jalan mas" tukas Miko memberi perhatian
"Oke terimakasih" sahut Kevin singkat
Kevin kemudian meninggalkan store dan menuju mobilnya. Dia berkendara dengan kecepatan sedang. Setelah mengemudi selama setengah jam lebih, Kevin akhirnya sampai di rumahnya dan segera menemui Risa.
**
"Mau ikut ke store yank?" Tanya Kevin kepada Risa yang sedang menyiapkan kopi untuknya
"Tidak, aku merasa sangat malas akhir-akhir ini mas" tolak Risa
"Mungkin karena kehamilanmu yank. Kamu berencana mau cek kandungan kapan yank?" Tanya Kevin sambil menikmati kopinya
"Akhir minggu ini saja ya mas" jawab Risa
"Iya, hati-hati di jalan mas" sahut Risa memberi pesan kemudian mencium tangan Kevin
Risa menatap mobil Kevin melaju meninggalkan halaman rumah. Dia kemudian kembali masuk ke dalam dan memilih menonton drama.
Store
"Siang ini bapak ada janji dengan tuan Gunawan pukul sebelas siang" ucap Dina mengingatkan
"Tolong nanti kamu dan Miko juga ikut serta" pinta Kevin
"Baik pak.
Dan ini adalah grafik penjualan store pusat dan store cabang bulan ini. Semuanya mengalami kenaikan yang signifikan meskipun bulan lalu store cabang mengalami kerugian. Tetapi kerugian itu bisa kita atasi dengan cepat." Lanjut Dina menjelaskan kemudian menyodorkan berkas
"Terimakasih. Kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu" ucap Kevin sambil membolak-balik berkas yang dibawa Dina
__ADS_1
Pukul setengah sebelas, Kevin keluar dari ruangannya dan menghampiri sekretarisnya untuk temu janji dengan pak Gunawan. Miko mengemudikan mobil dan Dina duduk di samping Miko. Sedangkan Kevin duduk di kursi penumpang belakang.
"Saya sudah reservasi private room di lantai dua pak.." ucap Dina begitu mereka tiba di restoran
Kevin tidak menyahuti dan hanya berjalan mengikuti langkah kaki Dina.
"Silahkan pak.." ucap Dina mempersilahkan
"Terimakasih.." jawab Kevin yang kemudian masuk ke ruang tersebut dan diikuti oleh Miko dan Dina
"Selamat siang pak Kevin.." sapa pak Gunawan begitu Kevin memasuki ruangan
"Selamat siang juga pak Gunawan. Maaf saya sedikit terlambat" ucap Kevin lalu melirik jam di tangannya
"Oh tidak sama sekali.. saya yang sengaja datang lebih awal. Mari silahkan duduk pak" ucap pak Gunawan dengan ramah
Gunawan Hendro Kusumo adalah laki-laki paruh baya yang sejak dulu sudah memiliki kontrak kerjasama dengan store papa Andi Wijaya. Namun entah karena apa, tiba-tiba beberapa bulan yang lalu dia memutuskan kontrak kerjasama secara sepihak dengan store yang dipegang Kevin setelah kepergian papa Andi
"Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada pak Kevin karena beberapa bulan yang lalu saya melakukan kesalahan karena memutus hubungan baik kita secara sepihak" ucap pak Gunawan dengan sedikit menundukkan kepalanya
"Saya ingin bertemu dengan pak Kevin saat ini untuk mencoba memperbaiki kesalahan saya dan ingin memulai kembali hubungan kerja yang sudah lama terjalin sejak store bapak dikelola tuan Andi" lanjut pak Gunawan
"Saya akan mengembalikan uang ganti rugi yang kemarin saya minta dalam pemutusan kontrak kerja. Dan saya berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama" imbuh pak Gunawan dengan suara yang lirih
"Bapak tidak perlu bersikap seperti itu. Saya sangat menerima niat baik bapak. Jujur saja, store kami memang sangat membutuhkan kerjasama dengan garment bapak. Untuk itu, dengan senang hati saya akan melanjutkan kontrak kerjasama kita" ucap Kevin dengan senyum mengembang
"Terimakasih pak Kevin" sahut pak Gunawan sambil mengulurkan tangannya, yang kemudian disambut oleh tangan Kevin
Setelah menandatangani beberapa berkas kontrak kerjasama, mereka menikmati makan siang bersama dan berbincang-bincang.
"Kalau boleh tau, apa yang menyebabkan bapak tiba-tiba memutus kontrak kerjasama secara sepihak" tanya Kevin dengan hati-hati
Pak Gunawan menghela nafas panjang dan menatap dalam kepala Kevin
"Sebenarnya ini karena desakan pengacara Han yang meminta melakukan hal tersebut. Dia mengancam saya dengan suatu hal yang tidak bisa saya ceritakan." Ucap pak Gunawan sedih
"Saya sudah menduga pasti ada sesuatu yang tidak biasa" sahut Kevin bersikap tenang
__ADS_1
"Bapak tidak perlu bersikap canggung lagi. Saya sudah melupakan semuanya dan mari kita fokus dengan kerjasama ini" lanjut Kevin
Akhirnya mereka bersalaman dan saling memeluk. Kontrak kerjasama yang saling menguntungkan untuk keduanya. Raut bahagia terpancar jelas di wajah dua pemimpin tersebut.