Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Tidur Siang


__ADS_3

"Sayang.. " teriak Kevin ketika sudah masuk di dalam rumah


"Lho, kok sudah pulang yank?" sahut Risa heran karena jam baru menunjukkan pukul setengah dua belas siang.


"Aku kangen.." ujar Kevin tersenyum lalu memeluk Risa


"Aku beli es krim nih yank" lanjut Kevin menunjukkan es krim di tangannya q lalu duduk di sofa dan meletakkan kantong kresek di atas meja


Risa ikut duduk dan menghampiri Kevin, lalu membuka bungkusan es krim yang diletakkan Kevin di atas meja


"Wah, aku mau yang coklat ya sayang" ucap Risa lalu mengambil es krim cup rasa coklat. Memang ada dua varian rasa yaitu coklat dan stoberi, dan Risa lebih menyukai rasa coklat.


"Enak.." ucap Risa lagi ketika menikmati es krim di mulutnya


"Oh ya, coba aku rasakan" sahut Kevin mendekatkan mulutnya ke arah Risa


Risa menyuapi sesendok es krim ke mulut ke Kevin.


"Kamu tidak suka rasa stoberi kah yank?" tanya Risa karena Kevin belum juga membuka es krim yang satunya


"Aku suka kok yank, ini mau aku makan" sahut Kevin lalu meraih cup es krim di atas meja


Mereka menikmati es krim bersama, sesekali keduanya saling menyuapi.

__ADS_1


Handphone Kevin berbunyi tanda ada pesan yang masuk


"Persidangan dilakukan tanggal 23 Januari 2020". Tulis Miko kepada Kevin


Setelah membaca pesan tersebut, Kevin kembali meletakkan ponselnya.


"Sayang.. " panggil pelan Kevin kepada Risa


"Iya sayang.." sahut Risa lalu menoleh ke arah Kevin


"Persidangannya lusa" ucap Kevin berhati-hati


"Oh ya, semoga semuanya berjalan lancar ya sayang" ujar Risa tersenyum mencoba menyemangati Kevin


"Sudahlah, jangan berkata seperti itu. Mungkin ini adalah ujian pernikahan kita" sahut Risa lalu memeluk tubuh Kevin.


"Aku berjanji setelah ini aku tidak akan membawamu ke dalam masalah yang rumit lagi sayang" ujar Kevin berjanji lalu mengeratkan pelukannya. Risa hanya mengangguk pelan mendengar ucapan Kevin dan membalas pelukan Kevin


Setelah beberapa saat berpelukan, pelukan mereka terlepas. Risa memegang wajah Kevin dengan kedua tangannya.


"Mau makan apa, biar aku masakin" tanya Risa manis


"Tidak, biar bi Nuri saja yang masak. Temani aku tidur siang, aku ingin tidur siang" ujar Kevin

__ADS_1


"Baiklah" sahut Risa singkat sambil tersenyum


Kevin dan Risa memasuki kamar mereka, setelah berganti pakaian Kevin merebahkan tubuhnya di samping Risa yang sudah lebih dulu rebahan.


"Sayang.." panggil Kevin pelan


"Iya.." sahut Risa


"Kamu itu perempuan yang cantik dan baik" puji Kevin memandang wajah Risa


Risa tersenyum


"Pasti ada maunya" ujar Risa yang sudah bisa menebak keinginan Kevin


Kevin hanya tersenyum menyeringai, kemudian Risa memeluk Kevin sangat erat. Kevin membalas pelukan Risa dan mencoba mengangkat wajah Risa. Kevin mendekatkan bibirnya ke bibir Risa dan perlahan menikmati kelembutan bibir milik Risa. Kevin memasukkan lidahnya ke mulut Risa, lalu Risa membalas serangan lidah dari Kevin.


Permainan semakin panas ketika tangan Kevin sudah menyelinap di balik kaos Risa. Kevin meremas bukit indah milik Risa yang masih terbungkus pelindungnya. Suara nafas Risa sudah tidak teratur lagi karena permainan lihai Kevin di area sensitifnya.


Kevin menghentikan sejenak permainannya dan membuka kaos dan celananya. Begitu pun Risa, dengan dibantu Kevin akhirnya kini tubuh polos keduanya sudah tidak tertutupi apapun lagi. Kevin melanjutkan aksinya, kini dia sudah ada di atas tubuh Risa. Kevin menciumi seluruh wajah Risa dan kembali ******* bibirnya. Bibir Kevin mulai turun ke leher jenjang Risa. Tanda merah tidak lupa ditinggalkan Kevin sebagai bukti rasa cintanya. Semakin turun, semakin memburu nafas Risa. Dia menggigit bibir bawahnya ketika mulut Kevin mulai ******* area sensitif Risa. Mata Risa terpejam menikmati setiap perlakuan Kevin. Suara desahan lolos begitu saja dari mulut Risa.


Mendengar suara desahan dan erangan Risa membuatnya semakin bernafsu untuk menikmati tubuh Risa. Rasa yang tidak bisa ditahan lagi membuat Kevin mengarahkan miliknya yang sudah mengeras ke arah milik Risa. Dengan menahan sedikit rasa sakit, akhirnya milik Kevin masuk sepenuhnya di lubang kenikmatan Risa. Kevin menggoyang-goyangkan tubuhnya, semakin lama semakin kencang sehingga membuat mereka mencapai pada kenikmatan yang diinginkan.


Nafas yang masih tersengal-sengal keduanya tidak dihiraukan, pelukan dan kecupan menjadi tanda akhir permainan panas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2