
"Weekk.. weekk.." Risa berlari ke arah kamar mandi dan menutup mulut dengan tangannya
Risa memuntahkan isi perutnya dan kepalanya terasa sangat pusing
"Kenapa yank?" tanya Kevin cemas ketika melihat Risa terduduk lemas di samping kloset
"kepalaku pusing" sahut Risa lemas
"Kita ke dokter yank" ajak Kevin. Tanpa menunggu persetujuan Risa, Kevin langsung mengangkat tubuh Risa keluar kamar mandi
Risa hanya bisa pasrah di gendongan Kevin, kepalanya sungguh terasa sangat berat.
"Apa sebelumnya kamu pernah seperti ini yank?" tanya Kevin sambil mengelus kepala Risa ketika dalam perjalanan. Risa terduduk lemas di kursi penumpang di samping Kevin
"Kalau terlalu lama menangis kepalaku bisa pusing" sahut Risa yang bersandar di jok mobil
Kevin mengelus kepala Risa dan terkadang menggenggam tangan Risa. Kevin semakin cepat melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Perasaan bersalah muncul di otak Kevin, karena kejadian mengejutkan kemarin sampai membuat kesehatan Risa terganggu.
Lima belas menit kemudian Kevin sampai di depan rumah sakit, dia menggendong Risa masuk rumah sakit
"Sus.. tolong istri saya" ucap Kevin pada seorang suster
Suster langsung mengambilkan brankar dan memindahkan Risa ke atasnya. Suster mendorongnya dan Kevin juga mengikutinya dengan cemas
Risa masuk ke dalam ruang pemeriksaan ditemani dengan Kevin
"Apa yang dirasakan bu?" tanya dokter setelah mengukur tekanan darah Risa
"Tadi pagi muntah dan pusing dok" jawab Risa lirih
Dokter meletakkan stetoskop ke dada dan perut Risa dan tersenyum tanpa arti. Kevin yang melihat ekspresi dokter dibuat bingung jadinya.
"Kenapa istri saya dok?" tanya Kevin penasaran
"Sebaiknya kita lakukan pemeriksaan USG saja supaya lebih jelas" ucap dokter
Kevin dan Risa hanya bisa pasrah menyetujui perintah dokter. Keduanya tidak paham dengan situasi yang terjadi pada diri Risa.
__ADS_1
"Istri bapak sedang mengandung dan usia kehamilannya masih sangat muda, baru empat minggu" ucap dokter
Risa dan Kevin yang mendengar ucapan dokter sangat terkejut. Kevin terkejut dengan aura bahagia, sedangkan Risa terlihat tidak percaya
"Tolong dijaga kandungannya, karena ini sangat muda dan rawab jadi harus dijaga dengan hati-hati dan jangan sampai kelelahan" lanjut dokter
"Ini saya resepkan obat untuk mengurangi rasa mual dan menguatkan kandungannya" imbuh dokter sambil memberikan sebuah catatan
Kevin menerima catatan tersebut dan menyimpannya. Dia menghampiri Risa yang masih terbaring di atas ranjang
"Sebentar lagi kita akan jadi orang tua yank" ucap Kevin dengan senyum mengembang
Mata Risa berkaca-kaca, dia menatap dalam mata Kevin dan senyum tipis terukir di wajah Risa. Kevin menggenggam tangan Risa lalu mencium keningnya.
Sejenak mereka melupakan permasalahan Kevin dan Ana. Rasanya sangat bahagia dan juga tidak percaya begitu cepat Tuhan menitipkan anugerah di rahim Risa.
Di Tempat Lain
Seseorang sedang tersenyum penuh kemenangan dengan suatu pencapaian yang sudah didapatkannya. Diteguknya segelas wine di tangannya seraya menatap keluar dengan pandangan yang sulit diartikan
Rumah Kevin
"Kamu istirahat dulu yank.. mulai sekarang semua pekerjaan rumah biar diurus pembantu. Aku akan menghubungi kantor untuk mencarikan pembantu" ucap Kevin sambil mengelus pipi Risa
Risa hanya mengangguk dan tersenyum, dia menghargai niat Kevin. Namun hatinya masih belum bisa menerima permasalahan Kevin dengan Ana
"Kita makan dulu ya, kamu belum sarapan.. biar aku yang masak. Tunggu disini ya" lanjut Kevin lalu berlalu menuju dapur
Meskipun Kevin meminta Risa untuk tetap berbaring, namun Risa merasa tambah pusing jika terus berbaring
"Kenapa kesini.. istirahat aja yank" ucap Kevin ketika melihat Risa berjalan menuju dapur
"Aku pusing kalau berbaring terus" sahut Risa lalu menarik kursi
"Ya udah kamu liat aja disitu.. gak usah ngapa-ngapain" perintah Kevin
Risa memandangi Kevin yang sedang memasak, seutas senyum muncul di wajah Risa
__ADS_1
"Mbak Ana gimana??" tanya Risa tiba-tiba
"Kamu jangan pikirin itu, aku akan mengurusnya. Kamu fokus aja ke kandungan kamu yank. Jaga anak kita baik-baik, kamu tidak boleh stress" sahut Kevin memberi perhatian
"Aku sekarang tau rasanya hamil yank.. aku mikirin gimana rasanya mbak Ana yang lagi hamil sekarang tanpa ada yang mendampingi" Ucap Risa pelan
Meskipun dia masih belum percaya sepenuhnya dengan ucapan Kevin tentang siapa ayah kandung dari anak yang dikandung Ana, tetap saja hati mulia Risa sebagai seorang perempuan yang sedang mengandung memiliki perasaan kasihan kepada Ana.
"Itu salah dia sendiri, seharusnya dia menghubungi bapak dari bayinya itu. Bukan malah membuatku jadi kambing hitam" sahut Kevin ketus sambil mencuci sayuran
Risa mendengus kesal mendengar ucapan Kevin barusan. Dia tidak mengerti perasaan wanita
Keesokan harinya
"Yank aku ke store dulu ya.. kamu baik-baik di rumah. Ingat, jangan melakukan aktivitas yang berat dan berpikir macam-macam" ucap Kevin lalu mencium kening Risa
"Iya yank.." sahut Risa
Risa melihat mobil Kevin yang perlahan melaju meninggalkan rumah
Risa bergegas masuk ke dalam dan bersiap-siap. Tidak lupa dia meminum obat dari dokter agar tubuhnya kembali segar. Diambil tas selempangnya dan memesan taksi online.
Setelah beberapa menit taksi yang dipesannya pun datang dan Risa segera masuk ke dalamnya. Mobil melaju dengan kecepatan standar dan berhenti di sebuah restoran.
Dari luar restoran, Risa melihat seseorang sudah menunggunya dan sedang menikmati minumannya.
.
.
.
.
.
Hai-hai para readers tercinta ❤️
__ADS_1
Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘