
"Apa yang kamu katakan kepada Ana?" tanya Kevin pada Risa dengan nada sedikit kesal
"Aku hanya ingin tau keadaannya saja yank" sahut Risa
Namun raut wajah Kevin tidak berubah, masih saja kecut tidak enak dipandang. Risa merasa bingung harus bagaimana, karena ini salahnya, memang Kevin melarangnya bertemu dengan Ana
"Yank, jangan marah dong" rayu Risa
"Aku tidak marah" sahut Kevin datar
"Lalu, kamu bilang apa pada Ana?" selidik Kevin
"Aku hanya bercerita kalau aku juga sedang hamil, dan aku memikirkan kondisi mbak Ana yang sedang hamil juga" jelas Ana
"Lalu?" tanya Kevin
"Itu saja yank" sahut Risa
Kevin diam dan terus menyelesaikan makannya. Risa makan sambil sesekali menatap Kevin yang diam itu.
Waktu pun berlalu, Kevin tidak marah tetapi hanya takut jika kondisi kehamilan Risa terganggu.
"Sayang tidak ke store?" tanya Risa yang melihat Kevin mengenakan baju santai
"Tidak, hari ini Miko yang akan ke Bandung. Aku tidak bisa meninggalkan kamu sendirian di rumah" sahut Kevin lalu menikmati kopinya
"Aku kan ada bi Nuri yang jagain" ucap Risa sambil menolah ke arah bi Nuri yang sedang mencuci perkakas
"Pengen di rumah saja sayang.." sahut Kevin manja
Bandung
Jalanan yang dilalui Miko terbilang lancar, tidak ada kemacetan seperti ibu kota. Hampir tiga jam Miko menikmati perjalanan Jakarta ke Bandung. Perjalanan yang cukup melelahkan, sampai akhirnya Miko sampai di sebuah apartemen
Miko memencet bel, dan sesaat kemudian muncul sosok Rendi dari balik pintu apartemen tersebut
__ADS_1
"Selamat siang pak Rendi" sapa Miko dengan senyum ceria. Miko memang pria muda yang sangat energik dan ceria, loyalitas kerjanya pun sangat memuaskan.
"Selamat siang, dimana Kevin?" jawab Kevin kemudian celingukan mencari Kevin
"Saya mewakili pak Kevin, karena hari ini beliau tidak bisa datang kesini" sahut Miko
"Oh silahkan masuk dulu" ucap Rendi lalu mempersilahkan Miko masuk
"Silahkan duduk, mau air mineral, sprite atau cola? aku hanya punya itu" tanya Rendi sambil tersenyum
"Air mineral saja pak" sahut Miko yang sedang duduk tenang
"Memangnya Kevin kemana sampai-sampai kamu yang harus datang kesini" selidik Rendi sambil memberikan sebotol air mineral
"Pak Kevin hanya di rumah menemani Bu Risa" jelas Miko singkat
"Apa Risa sakit?" tanya Rendi sambil mengambil berkas yang dibawa oleh Miko
"Tidak, Bu Risa sedang hamil. Karena itu pak Kevin tidak tega meninggalkannya" jelas Miko
"Bagaimana mengenai kontrak kita dengan garment Sandang Abadi?" tanya Rendi yang sedang mengamati berkas di tangannya
"Semua sudah clear, pak Kevin sudah mengurusnya dan sudah menandatangani kontrak untuk dua tahun ke depan" jelas Miko
"Oh. Oke, baiklah" sahut Rendi singkat
"Aku sudah mempelajari tentang berkas ini, menurutku semuanya sudah sesuai. Jadi, lanjutkan saja" ucap Rendi sambil membolak-balikkan berkas
Miko tersenyum puas mendengar ucapan Rendi
"Kita makan siang dulu ya, kebetulan ini sudah masuk jam makan siang" ajak Rendi
"Baik pak" sahut Miko senang
Miko dan Rendi keluar dari apartemen dan menuju restoran terdekat untuk makan siang. Selama menikmati makan siangnya, Rendi bertanya tentang store, Kevin dan Risa. Miko menganggapnya biasa, karena Rendi adalah adik dari Kevin. Setelah menyelesaikan tugasnya, Miko kembali ke Jakarta.
__ADS_1
Rumah Kevin
Tanpa sepengetahuan Risa, Kevin menghubungi Ana melalui telepon
"Hallo.." suara Ana di seberang sana
"Bagaimana, apa kamu akan mengatakan yang sejujurnya tentang siapa ayah dari anak yang ada di kandunganmu?" tanya Kevin memojokkan
"Maksud kamu apa bertanya seperti itu?" sahut Ana sedikit membentak
"Aku tau kemarin kamu bertemu dengan Risa, dan kamu juga tau kan kalau dia sedang hamil. Apa kamu benar-benar akan menghancurkan keluargaku?" tanya Kevin sinis
Tuutt.. tuutt.. tuutt
Telepon tiba-tiba terputus
"Hallo.. hallo.." ucap Kevin berulang
"Sial.. berani sekali dia mematikan panggilanku" gerutu Kevin
Kevin kemudian kembali ke kamar menemui Risa yang sedang berbaring di ranjang
"Sayangnya papa.." ucap Kevin manja sambil mengelus perut datar Risa
"Aku geli yank.. Hihi" ucap Risa sambil cekikikan
"Sayang, mama kegelian tuh.. jadi papa tidak bisa sering-sering mainan sama dedek" ucap Kevin menyeringai lalu berdiri ikut berbaring di samping Risa
"Kamu ngidam apa lagi yank?" tanya Kevin
"Pengen di peluk, terus dicium" sahut Risa manja
"Maunya aja.." Ucap Kevin kemudian mengecup kening Risa
"Tidak apa jika kamu menikahi mbak Ana, aku akan ikhlas" ucap Risa tiba-tiba
__ADS_1
Kevin yang mendengar perkataan istrinya tersebut sangat terkejut dan tidak percaya dengan yang dikatakan Risa. Bagai disambar petir di siang bolong, seketika perasaan tidak karuan. Matanya membulat memandang mata Risa. Sedangkan Risa dengan matanya yang indah seperti memberikan arti serius tentang apa yang dikatakannya.