Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Geram


__ADS_3

Apartemen Rendi


"Hallo mbak.. jadi kan siang ini" ucap Rendi dengan seseorang melalui ponselnya


".... ...." sahut seseorang disana


"Aku jemput dimana nih.." ucap Rendi bersemangat


".... ...." suara seseorang disana


"Oke deh mbak. Aku jalan sekarang ya" ucap Rendi


Rendi melajukan mobilnya menuju suatu tempat. Beberapa menit kemudian mobilnya berhenti di sebuah cafe. Rendi memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk menuju cafe. Dia memilih tempat duduk yang berada di ujung. Sembari menunggu seseorang Rendi memainkan ponselnya setelah memesan minuman.


Sepuluh menit kemudian, seorang wanita duduk di hadapan Rendi


"Lama nunggunya Ren..??" tanya Ana sambil duduk membernarkan posisinya


"Ah nggak kok mbak. Baru lima menit.. hehe" sahut Rendi sambil terkekeh


"Mau minum apa mbak.." tanya Rendi


"Emmm.. jus alpukat aja deh" jawab Ana


"Tumben.. biasanya kan mbak Ana suka Espresso" ucap Rendi


"Biar sehat jangan kopi terus.. hehe" sahut Ana sambil terkekeh


Beberapa menit kemudian minuman dan makanan yang di pesan pun datang.


"Duhhh baunya.. bikin eneg deh Ren" ucap Ana sambil menjauhkan pancake durian yang ada di hadapannya


"Lho.. katanya mbak Ana suka banget sama durian.." ucap Rendi bingung


"Weeekkk... " Tiba-tiba Ana ingin muntah


"Kenapa mbak.. ??" tanya Rendi terkejut


Ana langsung berlari menuju toilet. Rendi benar-benar terkejut dibuatnya.


Cukup lama Rendi menunggu Ana. Rendi melihat handphone Ana tergeletak disana, jiwa usilnya keluar dan tanpa seizin Ana Rendi membuka handphone tersebut


Rendi membuka file foto milik Ana. Dia sangat terkejut melihat sebuah foto, tubuh Kevin dan Ana dalam selimut yang sama. Jantungnya berdetak sangat kencang, dia sangat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Diletakkan kembali handphone milik Ana kemudian meneguk habis minuman yang dipesannya.


Tangan Rendi mengepal keras di bawah sana. Dia sangat geram setelah melihat foto tersebut. Tak lama kemudian Ana terlihat dan menuju meja mereka.


"Gimana mbak.. Apa harus ke dokter?" tanya Rendi penasaran


"Enggak perlu.. Kamu makan sendiri ya, aku dah nggak nafsu nih" ucap Ana


Rendi menikmati makanannya sendiri, setelah lama berbincang-bincang mereka memutuskan pulang

__ADS_1


"Aku anterin pulang ya mbak.." ucap Rendi


"Nggak usah. aku pulang sendiri nggak papa.. kamu tenang aja" tolak Ana


Mereka berdua akhirnya berpisah dan Rendi pulang melajukan mobilnya


"Sialan Kevin.." gumam Rendi dalam mobil


"Beraninya dia.. Risa, Ahh.. " Rendi mengepalkan tangannya dan memukul pelan setir mobil


"Apa Ana hamil.. dan anak Kevin???"


Berjuta pertanyaan muncul di pikiran Rendi. Dia sangat terkejut dengan kejadian hari ini


Rumah Kevin


Handphone Kevin berdering.. ada panggilan telepon yang masuk


Kevin dan Risa sedang berada di taman samping rumah. Kevin mengamati Risa yang sedang menyiram tanaman


"Lho.. kok tiba-tiba mati" seru Risa yang melihat selangnya tidak mengeluarkan air


"Ihh usil banget sih yank.. " seru Risa yang melihat Kevin sengaja menginjak selangnya


"Hahahah.." Kevin terkekeh melihat ekspresi Risa


Risa senyum-senyum sendiri kemudian..


"Ini.. rasain tukang usil" ucap Risa tertawa sambil menyiram Kevin dengan selang yang di pegang nya


Mereka berdua saling bermain air. Kevin yang kebasahan pun memutuskan untuk segera mandi.


Dia melihat ponselnya yang tergeletak di meja, dilihatnya ada 5 panggilan yang tidak terjawab. Semuanya dari Ana


Tuutt.. Tuutt.. tuuutt


"Hallo.. ada apa?" tanya Kevin pada Ana


"Kenapa kamu tidak pernah menemuiku.. kamu lupa aku mengandung anakmu" ucap Ana


Kevin mengerutkan dahinya dan melihat situasi apakah ada Risa atau tidak


"Oke.. minggu depan kita check up ke dokter kandungan" ucap Kevin lalu mematikan ponselnya


"Lha kok belum mandi.. malah mainin hp" gerutu Risa


"Iya kan nungguin kamu sayang.." ucap Kevin manja sambil memeluk Risa


"Mandi bareng ya.." lanjut Kevin


"Mandi aja..??" goda Risa

__ADS_1


"Mandi sama bonusnya dong.." ucap Kevin menyeringai


Mereka kemudian berlalu dan masuk ke kamar mandi bersama.


Malam hari


Handphone Kevin berdering


"Hallo.. " sapa Kevin tersenyum


Tidak ada sahutan dan respon di seberang sana


"Hallo.. " sapa Rendi lagi


kemudian telpon di matikan


"Siapa..??" tanya Risa yang mengamati dari samping


"Rendi.. tapi nggak tau tuh kenapa malah dimatiin" ucap Kevin


"Coba telpon balik yank.." usul Risa


Belum sempat Kevin menghubungi Rendi, tiba-tiba satu pesan masuk


"Sorry.. kepencet" tulis Rendi


"Kepencet katanya.." ucap Kevin pada Risa


"Oh ya udah, kirain ada sesuatu yang penting" sahut Risa


Apartemen Rendi


"Ah sialan.. pasti ada Risa di sampingnya" gumam Rendi sambil mengacak rambutnya


"Aku nggak mungkin membahas masalah itu jika ada Risa, itu akan sangat menyakiti hati Risa. Kalau dia sampai tau.. hatinya akan hancur" lanjut Rendi


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai-hai para readers tercinta ❤️


Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘


__ADS_2